alexametrics
23.1 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Layanan Adminduk Masih Lengang

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Suasana Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Jember tampak cukup lengang, kemarin (17/12). Kondisi demikian terjadi sejak wabah korona masuk Jember.

Antrean warga terlihat tidak begitu membeludak itu terjadi karena ada beberapa sistem layanan yang diterapkan secara daring dan dicetak secara mandiri. Misalnya, cetak Kartu Keluarga, akta kelahiran, dan beberapa administrasi kependudukan (adminduk) lain bisa dicetak sendiri dengan kertas HVS berat 80 gram. Dengan demikian, warga tak lagi menunggunya, tapi cukup dikirim lewat email.

Meski ada layanan yang harus tetap dicetak di Dispendukcapil seperti KTP, tidak perlu ditunggu atau diambil langsung. Warga bisa menunggunya di rumah masing-masing karena ada program Pendopo Express. Layanan tatap muka hanya untuk perekaman KTP dan legalisir,  tulisan itu yang terpajang di banner  halaman kantor tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 2

Juru parkir Dispendukcapil, Slamet Reyadi menyebut, suasana sepi di Dispendukcapil memang terjadi sejak wabah korona masuk Jember. “Sekarang sudah mendingan, banyak warga yang datang. Kalau dulu (awal-awal adanya wabah korona, Red) sangat sepi dan sempat tutup,” jelas Slamet.

Berdasar pantauan Jawa Pos Radar Jember, warga yang antre di halaman Dispendukcapil tampak mematuhi protokol kesehatan. Ada warga yang akan mengurus perekaman KTP atau adminduk lain yang mengharuskan layanan tatap muka.

Sementara itu, Kepala Dispendukcapil Isnaini Dwi Susanti tidak merespons saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Jember. Pesan singkat yang dikirim terlihat dibaca, tapi tidak ada balasan hingga berita ini ditulis. Belum diketahui berapa warga yang datang ke Dispendukcapil per harinya. Sebelum ada korona, setiap harinya bisa sampai ratusan. Bahkan, seribu warga lebih yang datang mengurus Adminduk, tetapi sekarang sudah terlihat cukup lengang.

 

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Suasana Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Jember tampak cukup lengang, kemarin (17/12). Kondisi demikian terjadi sejak wabah korona masuk Jember.

Antrean warga terlihat tidak begitu membeludak itu terjadi karena ada beberapa sistem layanan yang diterapkan secara daring dan dicetak secara mandiri. Misalnya, cetak Kartu Keluarga, akta kelahiran, dan beberapa administrasi kependudukan (adminduk) lain bisa dicetak sendiri dengan kertas HVS berat 80 gram. Dengan demikian, warga tak lagi menunggunya, tapi cukup dikirim lewat email.

Meski ada layanan yang harus tetap dicetak di Dispendukcapil seperti KTP, tidak perlu ditunggu atau diambil langsung. Warga bisa menunggunya di rumah masing-masing karena ada program Pendopo Express. Layanan tatap muka hanya untuk perekaman KTP dan legalisir,  tulisan itu yang terpajang di banner  halaman kantor tersebut.

Juru parkir Dispendukcapil, Slamet Reyadi menyebut, suasana sepi di Dispendukcapil memang terjadi sejak wabah korona masuk Jember. “Sekarang sudah mendingan, banyak warga yang datang. Kalau dulu (awal-awal adanya wabah korona, Red) sangat sepi dan sempat tutup,” jelas Slamet.

Berdasar pantauan Jawa Pos Radar Jember, warga yang antre di halaman Dispendukcapil tampak mematuhi protokol kesehatan. Ada warga yang akan mengurus perekaman KTP atau adminduk lain yang mengharuskan layanan tatap muka.

Sementara itu, Kepala Dispendukcapil Isnaini Dwi Susanti tidak merespons saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Jember. Pesan singkat yang dikirim terlihat dibaca, tapi tidak ada balasan hingga berita ini ditulis. Belum diketahui berapa warga yang datang ke Dispendukcapil per harinya. Sebelum ada korona, setiap harinya bisa sampai ratusan. Bahkan, seribu warga lebih yang datang mengurus Adminduk, tetapi sekarang sudah terlihat cukup lengang.

 

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Suasana Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Jember tampak cukup lengang, kemarin (17/12). Kondisi demikian terjadi sejak wabah korona masuk Jember.

Antrean warga terlihat tidak begitu membeludak itu terjadi karena ada beberapa sistem layanan yang diterapkan secara daring dan dicetak secara mandiri. Misalnya, cetak Kartu Keluarga, akta kelahiran, dan beberapa administrasi kependudukan (adminduk) lain bisa dicetak sendiri dengan kertas HVS berat 80 gram. Dengan demikian, warga tak lagi menunggunya, tapi cukup dikirim lewat email.

Meski ada layanan yang harus tetap dicetak di Dispendukcapil seperti KTP, tidak perlu ditunggu atau diambil langsung. Warga bisa menunggunya di rumah masing-masing karena ada program Pendopo Express. Layanan tatap muka hanya untuk perekaman KTP dan legalisir,  tulisan itu yang terpajang di banner  halaman kantor tersebut.

Juru parkir Dispendukcapil, Slamet Reyadi menyebut, suasana sepi di Dispendukcapil memang terjadi sejak wabah korona masuk Jember. “Sekarang sudah mendingan, banyak warga yang datang. Kalau dulu (awal-awal adanya wabah korona, Red) sangat sepi dan sempat tutup,” jelas Slamet.

Berdasar pantauan Jawa Pos Radar Jember, warga yang antre di halaman Dispendukcapil tampak mematuhi protokol kesehatan. Ada warga yang akan mengurus perekaman KTP atau adminduk lain yang mengharuskan layanan tatap muka.

Sementara itu, Kepala Dispendukcapil Isnaini Dwi Susanti tidak merespons saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Jember. Pesan singkat yang dikirim terlihat dibaca, tapi tidak ada balasan hingga berita ini ditulis. Belum diketahui berapa warga yang datang ke Dispendukcapil per harinya. Sebelum ada korona, setiap harinya bisa sampai ratusan. Bahkan, seribu warga lebih yang datang mengurus Adminduk, tetapi sekarang sudah terlihat cukup lengang.

 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/