alexametrics
29.9 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Tiga Kali Diundang, Eksekutif Tak Hadir

KUA PPAS Dibekukan?

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pembahasan Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) terus diagendakan. Sayangnya, tiga kali jadwal pembahasan urung digelar lantaran eksekutif tidak hadir. Akibatnya, draf KUA PPAS yang menjadi dasar pembuatan RAPBD tahun 2020 ini batal dikupas. Hingga kemarin (17/12), dokumen itu seolah dibekukan alias tak dibahas lagi.

Anggota Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Jember, Nyoman Aribowo, membenarkan ketidakhadiran Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Jember dalam jadwal pembahasan KUA PPAS. Menurutnya, Banmus sudah mengundang eksekutif hingga tiga kali, tapi ketiga agenda tersebut pihak eksekutif selalu mangkir.

“Undangan untuk agenda pembahasan kali ketiga sebenarnya hari ini. Tapi, sampai sekarang tidak ada yang datang,” kata politisi PAN tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dikatakannya, undangan yang tidak dihadiri eksekutif yang pertama karena alasan ada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Sementara itu, pada agenda kedua dan ketiga, eksekutif justru tak memberi alasan apa pun. “Banmus tetap menjadwalkan agar Banggar (Badan Anggaran, Red) dan TAPD membahas KUA PPAS. Karena sampai tiga kali tidak hadir, DPRD pun aktif melakukan konsultasi,” jelasnya.

Anggota Banggar DPRD Jember Agusta Jaka Purwana menyayangkan ketidakhadiran eksekutif tersebut. Menurutnya, KUA PPAS yang menjadi dasar RAPBD Jember 2020, memang sudah telat dibahas. Akan tetapi, harus tetap ada upaya untuk memberi yang terbaik kepada Jember dan masyarakat.

“Kami menyayangkan. Karena dengan tidak hadirnya eksekutif ini justru menghambat. Apalagi, pembahasan ini sebenarnya sudah telat karena seharusnya selesai 30 November. Tapi kan harus ada upaya dan prosesnya tetap diikuti,” ucap politisi Demokrat tersebut.

Dalam pekan ini, Agusta menyebut, masih ada beberapa agenda pembahasan lagi. Namun demikian, undangan yang sudah dilayangkan hingga tiga kali tetap tidak dihadiri TAPD. Ini menjadi catatan dewan dan akan disampaikan kepada pemerintah provinsi maupun pusat.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pembahasan Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) terus diagendakan. Sayangnya, tiga kali jadwal pembahasan urung digelar lantaran eksekutif tidak hadir. Akibatnya, draf KUA PPAS yang menjadi dasar pembuatan RAPBD tahun 2020 ini batal dikupas. Hingga kemarin (17/12), dokumen itu seolah dibekukan alias tak dibahas lagi.

Anggota Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Jember, Nyoman Aribowo, membenarkan ketidakhadiran Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Jember dalam jadwal pembahasan KUA PPAS. Menurutnya, Banmus sudah mengundang eksekutif hingga tiga kali, tapi ketiga agenda tersebut pihak eksekutif selalu mangkir.

“Undangan untuk agenda pembahasan kali ketiga sebenarnya hari ini. Tapi, sampai sekarang tidak ada yang datang,” kata politisi PAN tersebut.

Dikatakannya, undangan yang tidak dihadiri eksekutif yang pertama karena alasan ada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Sementara itu, pada agenda kedua dan ketiga, eksekutif justru tak memberi alasan apa pun. “Banmus tetap menjadwalkan agar Banggar (Badan Anggaran, Red) dan TAPD membahas KUA PPAS. Karena sampai tiga kali tidak hadir, DPRD pun aktif melakukan konsultasi,” jelasnya.

Anggota Banggar DPRD Jember Agusta Jaka Purwana menyayangkan ketidakhadiran eksekutif tersebut. Menurutnya, KUA PPAS yang menjadi dasar RAPBD Jember 2020, memang sudah telat dibahas. Akan tetapi, harus tetap ada upaya untuk memberi yang terbaik kepada Jember dan masyarakat.

“Kami menyayangkan. Karena dengan tidak hadirnya eksekutif ini justru menghambat. Apalagi, pembahasan ini sebenarnya sudah telat karena seharusnya selesai 30 November. Tapi kan harus ada upaya dan prosesnya tetap diikuti,” ucap politisi Demokrat tersebut.

Dalam pekan ini, Agusta menyebut, masih ada beberapa agenda pembahasan lagi. Namun demikian, undangan yang sudah dilayangkan hingga tiga kali tetap tidak dihadiri TAPD. Ini menjadi catatan dewan dan akan disampaikan kepada pemerintah provinsi maupun pusat.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pembahasan Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) terus diagendakan. Sayangnya, tiga kali jadwal pembahasan urung digelar lantaran eksekutif tidak hadir. Akibatnya, draf KUA PPAS yang menjadi dasar pembuatan RAPBD tahun 2020 ini batal dikupas. Hingga kemarin (17/12), dokumen itu seolah dibekukan alias tak dibahas lagi.

Anggota Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Jember, Nyoman Aribowo, membenarkan ketidakhadiran Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Jember dalam jadwal pembahasan KUA PPAS. Menurutnya, Banmus sudah mengundang eksekutif hingga tiga kali, tapi ketiga agenda tersebut pihak eksekutif selalu mangkir.

“Undangan untuk agenda pembahasan kali ketiga sebenarnya hari ini. Tapi, sampai sekarang tidak ada yang datang,” kata politisi PAN tersebut.

Dikatakannya, undangan yang tidak dihadiri eksekutif yang pertama karena alasan ada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Sementara itu, pada agenda kedua dan ketiga, eksekutif justru tak memberi alasan apa pun. “Banmus tetap menjadwalkan agar Banggar (Badan Anggaran, Red) dan TAPD membahas KUA PPAS. Karena sampai tiga kali tidak hadir, DPRD pun aktif melakukan konsultasi,” jelasnya.

Anggota Banggar DPRD Jember Agusta Jaka Purwana menyayangkan ketidakhadiran eksekutif tersebut. Menurutnya, KUA PPAS yang menjadi dasar RAPBD Jember 2020, memang sudah telat dibahas. Akan tetapi, harus tetap ada upaya untuk memberi yang terbaik kepada Jember dan masyarakat.

“Kami menyayangkan. Karena dengan tidak hadirnya eksekutif ini justru menghambat. Apalagi, pembahasan ini sebenarnya sudah telat karena seharusnya selesai 30 November. Tapi kan harus ada upaya dan prosesnya tetap diikuti,” ucap politisi Demokrat tersebut.

Dalam pekan ini, Agusta menyebut, masih ada beberapa agenda pembahasan lagi. Namun demikian, undangan yang sudah dilayangkan hingga tiga kali tetap tidak dihadiri TAPD. Ini menjadi catatan dewan dan akan disampaikan kepada pemerintah provinsi maupun pusat.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/