alexametrics
24.9 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Kades Penyabu di Jember Bisa Bebas Cepat, Karena ini …

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Para kepala desa (kades) di Jember yang nonaktif terpidana kasus penyalahgunaan sabu-sabu berpotensi bebas cepat. Sebab, meski empat kades Jember itu baru divonis sepekan lalu oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jember, namun sejatinya mereka telah menjalani masa tahanan sejak Juni lalu, atau hampir enam bulan berjalan.

Sebagaimana diketahui, keempat kades Jember tersebut diputus berbeda. Tiga di antaranya dijatuhi delapan bulan bui, sedangkan satu lainnya 16 bulan penjara. Artinya, tiga dari petinggi desa itu tinggal menjalani sisa masa tahanan yang tak sampai tiga bulan.

Peluang bebas itu kian terbuka karena tiga kades Jember penyabu itu telah menjalani dua pertiga dari masa tahanan. Artinya, mereka berpotensi mendapatkan asimilasi. “Kalau yang bersangkutan sudah terpenuhi tahapan dan syaratnya, pasti diberikan hak-haknya,” terang Sarwito, Plt Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia menjelaskan, beberapa tahapan dan persyaratan administrasi napi bisa mendapatkan asimilasi atau integrasi itu ada berbagai macam. Seperti telah menjalani setengah masa pidana, berkelakuan baik, lalu ada penjaminnya, hingga ada penelitian dari pembimbing kemasyarakatan dari Balai Pemasyarakatan (Bapas) Jember. “Hasil itu nanti menjadi bahan pertimbangan untuk diajukan usulan ke Direktorat Jenderal di Jakarta,” jelasnya.

Namun, pihaknya belum memastikan detailnya kapan para kades Jember penyabu itu bisa bebas. Dan apakah mereka sudah mengajukan hak asimilasinya atau belum. Selain itu, para kades Jember narkoba itu sebenarnya juga bisa mendapatkan hak rehabilitasi. “Kapan dan seperti apa, kami belum tahu. Belum ngecek data juga,” sambungnya.

Dia menambahkan, jika napi sudah melewati dua pertiga masa penjara, napi yang bersangkutan bisa mendapat hak integrasi atau asimilasi. “Kalau yang hukuman pendek, bisa diberikan cuti bersyarat. Kalau hukuman tinggi bisa bebas bersyarat,” urainya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Para kepala desa (kades) di Jember yang nonaktif terpidana kasus penyalahgunaan sabu-sabu berpotensi bebas cepat. Sebab, meski empat kades Jember itu baru divonis sepekan lalu oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jember, namun sejatinya mereka telah menjalani masa tahanan sejak Juni lalu, atau hampir enam bulan berjalan.

Sebagaimana diketahui, keempat kades Jember tersebut diputus berbeda. Tiga di antaranya dijatuhi delapan bulan bui, sedangkan satu lainnya 16 bulan penjara. Artinya, tiga dari petinggi desa itu tinggal menjalani sisa masa tahanan yang tak sampai tiga bulan.

Peluang bebas itu kian terbuka karena tiga kades Jember penyabu itu telah menjalani dua pertiga dari masa tahanan. Artinya, mereka berpotensi mendapatkan asimilasi. “Kalau yang bersangkutan sudah terpenuhi tahapan dan syaratnya, pasti diberikan hak-haknya,” terang Sarwito, Plt Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Jember.

Dia menjelaskan, beberapa tahapan dan persyaratan administrasi napi bisa mendapatkan asimilasi atau integrasi itu ada berbagai macam. Seperti telah menjalani setengah masa pidana, berkelakuan baik, lalu ada penjaminnya, hingga ada penelitian dari pembimbing kemasyarakatan dari Balai Pemasyarakatan (Bapas) Jember. “Hasil itu nanti menjadi bahan pertimbangan untuk diajukan usulan ke Direktorat Jenderal di Jakarta,” jelasnya.

Namun, pihaknya belum memastikan detailnya kapan para kades Jember penyabu itu bisa bebas. Dan apakah mereka sudah mengajukan hak asimilasinya atau belum. Selain itu, para kades Jember narkoba itu sebenarnya juga bisa mendapatkan hak rehabilitasi. “Kapan dan seperti apa, kami belum tahu. Belum ngecek data juga,” sambungnya.

Dia menambahkan, jika napi sudah melewati dua pertiga masa penjara, napi yang bersangkutan bisa mendapat hak integrasi atau asimilasi. “Kalau yang hukuman pendek, bisa diberikan cuti bersyarat. Kalau hukuman tinggi bisa bebas bersyarat,” urainya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Para kepala desa (kades) di Jember yang nonaktif terpidana kasus penyalahgunaan sabu-sabu berpotensi bebas cepat. Sebab, meski empat kades Jember itu baru divonis sepekan lalu oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jember, namun sejatinya mereka telah menjalani masa tahanan sejak Juni lalu, atau hampir enam bulan berjalan.

Sebagaimana diketahui, keempat kades Jember tersebut diputus berbeda. Tiga di antaranya dijatuhi delapan bulan bui, sedangkan satu lainnya 16 bulan penjara. Artinya, tiga dari petinggi desa itu tinggal menjalani sisa masa tahanan yang tak sampai tiga bulan.

Peluang bebas itu kian terbuka karena tiga kades Jember penyabu itu telah menjalani dua pertiga dari masa tahanan. Artinya, mereka berpotensi mendapatkan asimilasi. “Kalau yang bersangkutan sudah terpenuhi tahapan dan syaratnya, pasti diberikan hak-haknya,” terang Sarwito, Plt Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Jember.

Dia menjelaskan, beberapa tahapan dan persyaratan administrasi napi bisa mendapatkan asimilasi atau integrasi itu ada berbagai macam. Seperti telah menjalani setengah masa pidana, berkelakuan baik, lalu ada penjaminnya, hingga ada penelitian dari pembimbing kemasyarakatan dari Balai Pemasyarakatan (Bapas) Jember. “Hasil itu nanti menjadi bahan pertimbangan untuk diajukan usulan ke Direktorat Jenderal di Jakarta,” jelasnya.

Namun, pihaknya belum memastikan detailnya kapan para kades Jember penyabu itu bisa bebas. Dan apakah mereka sudah mengajukan hak asimilasinya atau belum. Selain itu, para kades Jember narkoba itu sebenarnya juga bisa mendapatkan hak rehabilitasi. “Kapan dan seperti apa, kami belum tahu. Belum ngecek data juga,” sambungnya.

Dia menambahkan, jika napi sudah melewati dua pertiga masa penjara, napi yang bersangkutan bisa mendapat hak integrasi atau asimilasi. “Kalau yang hukuman pendek, bisa diberikan cuti bersyarat. Kalau hukuman tinggi bisa bebas bersyarat,” urainya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/