alexametrics
23.5 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

Pendemo Ditahan, Ortu Minta Maaf

Mobile_AP_Rectangle 1

“Status adik kami MRE masih mahasiswa baru. Kami melihat ada potensi untuk ditangguhkan atau dimaafkan perbuatannya. Makanya, kami ke dewan juga untuk meminta bantuan. Proses MRE belajar masih lama dan usia masih muda, jangan karena kasus hukum ini, menggugurkan cita-citanya,” paparnya.

Menanggapi permintaan itu, Ketua Komisi A DPRD Jember Tabroni menegaskan, kedua orang tua MRE memang telah meminta maaf dan meminta agar dewan membantunya. “Mereka juga meminta agar DPRD mencabut laporan. Ini akan kami cek dulu,” paparnya.

Tabroni mengaku belum mengetahui apakah ada yang melapor atau tidak. Dirinya akan berkoordinasi dengan Pimpinan DPRD Jember. Kendati begitu, dirinya menyebut, sekalipun ada laporan dan dicabut, polisi akan tetap memprosesnya. “Ini masuk delik biasa. Polres pasti tetap memproses kasus ini. Tetapi kami tetap akan membantu semaksimal mungkin. Apalagi orang tuanya sampai datang meminta maaf,” paparnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dikatakannya, pihaknya akan berkoordinasi dengan pimpinan dewan untuk membantu penangguhan penahanan agar proses belajar MRE yang berstatus sebagai mahasiswa baru tetap bisa dilakukan secara daring. “Kami akan meminta penangguhan penahanan. Kalau bisa dibebaskan. Menurut kami, Aliansi Jember Menggugat (AJM) yang saat itu demo harus melakukan pendampingan kepada mereka yang ditahan. Harus dibantu semaksimal mungkin,” tegasnya.

Andy Saputra, koordinator AJM, mengaku juga melakukan pendampingan terhadap mereka yang ditahan pascaaksi penolakan omnibus law, beberapa waktu lalu. Dikatakan, pihaknya juga melakukan langkah-langkah untuk membantu mereka yang ditahan. “Kami lakukan pendampingan,” ucapnya.

- Advertisement -

“Status adik kami MRE masih mahasiswa baru. Kami melihat ada potensi untuk ditangguhkan atau dimaafkan perbuatannya. Makanya, kami ke dewan juga untuk meminta bantuan. Proses MRE belajar masih lama dan usia masih muda, jangan karena kasus hukum ini, menggugurkan cita-citanya,” paparnya.

Menanggapi permintaan itu, Ketua Komisi A DPRD Jember Tabroni menegaskan, kedua orang tua MRE memang telah meminta maaf dan meminta agar dewan membantunya. “Mereka juga meminta agar DPRD mencabut laporan. Ini akan kami cek dulu,” paparnya.

Tabroni mengaku belum mengetahui apakah ada yang melapor atau tidak. Dirinya akan berkoordinasi dengan Pimpinan DPRD Jember. Kendati begitu, dirinya menyebut, sekalipun ada laporan dan dicabut, polisi akan tetap memprosesnya. “Ini masuk delik biasa. Polres pasti tetap memproses kasus ini. Tetapi kami tetap akan membantu semaksimal mungkin. Apalagi orang tuanya sampai datang meminta maaf,” paparnya.

Dikatakannya, pihaknya akan berkoordinasi dengan pimpinan dewan untuk membantu penangguhan penahanan agar proses belajar MRE yang berstatus sebagai mahasiswa baru tetap bisa dilakukan secara daring. “Kami akan meminta penangguhan penahanan. Kalau bisa dibebaskan. Menurut kami, Aliansi Jember Menggugat (AJM) yang saat itu demo harus melakukan pendampingan kepada mereka yang ditahan. Harus dibantu semaksimal mungkin,” tegasnya.

Andy Saputra, koordinator AJM, mengaku juga melakukan pendampingan terhadap mereka yang ditahan pascaaksi penolakan omnibus law, beberapa waktu lalu. Dikatakan, pihaknya juga melakukan langkah-langkah untuk membantu mereka yang ditahan. “Kami lakukan pendampingan,” ucapnya.

“Status adik kami MRE masih mahasiswa baru. Kami melihat ada potensi untuk ditangguhkan atau dimaafkan perbuatannya. Makanya, kami ke dewan juga untuk meminta bantuan. Proses MRE belajar masih lama dan usia masih muda, jangan karena kasus hukum ini, menggugurkan cita-citanya,” paparnya.

Menanggapi permintaan itu, Ketua Komisi A DPRD Jember Tabroni menegaskan, kedua orang tua MRE memang telah meminta maaf dan meminta agar dewan membantunya. “Mereka juga meminta agar DPRD mencabut laporan. Ini akan kami cek dulu,” paparnya.

Tabroni mengaku belum mengetahui apakah ada yang melapor atau tidak. Dirinya akan berkoordinasi dengan Pimpinan DPRD Jember. Kendati begitu, dirinya menyebut, sekalipun ada laporan dan dicabut, polisi akan tetap memprosesnya. “Ini masuk delik biasa. Polres pasti tetap memproses kasus ini. Tetapi kami tetap akan membantu semaksimal mungkin. Apalagi orang tuanya sampai datang meminta maaf,” paparnya.

Dikatakannya, pihaknya akan berkoordinasi dengan pimpinan dewan untuk membantu penangguhan penahanan agar proses belajar MRE yang berstatus sebagai mahasiswa baru tetap bisa dilakukan secara daring. “Kami akan meminta penangguhan penahanan. Kalau bisa dibebaskan. Menurut kami, Aliansi Jember Menggugat (AJM) yang saat itu demo harus melakukan pendampingan kepada mereka yang ditahan. Harus dibantu semaksimal mungkin,” tegasnya.

Andy Saputra, koordinator AJM, mengaku juga melakukan pendampingan terhadap mereka yang ditahan pascaaksi penolakan omnibus law, beberapa waktu lalu. Dikatakan, pihaknya juga melakukan langkah-langkah untuk membantu mereka yang ditahan. “Kami lakukan pendampingan,” ucapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/