alexametrics
26.5 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Dicetak Berbentuk Huruf, Ingin Diserahkan ke Presiden

Siapa yang tak kenal tahu dan tempe. Makanan yang terbuat dari kedelai ini sudah jamak dijual di pasaran. Tapi di tangan Seger Warsono, hasilnya menjadi berbeda. Tak sama dengan yang ada di pasaran. Mulai dari rasa, warna, hingga bentuknya.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tangan-tangan kreatif memang bisa membuat bahan sederhana menjadi olahan yang menarik. Salah satunya produk tahu dan tempe yang dibikin oleh Seger Warsono, warga Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates. Dia memiliki cara unik untuk membuat tahu dan tempe berbeda dari bentuk pada umumnya.

Seger siang itu sedang menunjukkan beberapa karya tahu tempe miliknya. Tahu tempe bikinannya memiliki warna yang berbeda-beda. Bukan saja putih seperti pada umumnya. Tapi warna-warni. “Saya juga bisa memproduksi tahu kuning dengan rasa yang gurih. Tetapi tidak keras seperti yang ada di Kediri,” ucapnya.

Selain membuat rasa yang berbeda, dia juga kerap memadukan tahu atau tempe. Menurutnya, produksi tahu ada pula yang dipadukan antara tahu Indonesia dan Tionghoa. Hasilnya pun tidak seperti kebanyakan tahu yang dijual di pasar-pasar.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ayah tiga anak itu menyebut, dia mulai melakukan pembuatan tahu dan tempe dengan rasa, warna, dan bentuk yang berbeda sejak ada pandemi korona. Menurutnya, karyanya dalam memproduksi tahu dan tempe unik itu akan diserahkan kepada pemerintah. “Saya ingin, ini saya serahkan kepada Presiden Jokowi. Tetapi saya belum bisa ke istana,” ujarnya.

Dalam produksi tahu dan tempe miliknya, dia pun memiliki andalan seperti tahu tempe kunyit. Rasa dan aromanya pun tentu berbeda. Demikian juga saat menyantapnya, akan mendapat sensasi yang tak biasa. “Mau diberi rasa-rasa juga bisa. Jadi, ini bisa langsung dipraktikkan,” tuturnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tangan-tangan kreatif memang bisa membuat bahan sederhana menjadi olahan yang menarik. Salah satunya produk tahu dan tempe yang dibikin oleh Seger Warsono, warga Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates. Dia memiliki cara unik untuk membuat tahu dan tempe berbeda dari bentuk pada umumnya.

Seger siang itu sedang menunjukkan beberapa karya tahu tempe miliknya. Tahu tempe bikinannya memiliki warna yang berbeda-beda. Bukan saja putih seperti pada umumnya. Tapi warna-warni. “Saya juga bisa memproduksi tahu kuning dengan rasa yang gurih. Tetapi tidak keras seperti yang ada di Kediri,” ucapnya.

Selain membuat rasa yang berbeda, dia juga kerap memadukan tahu atau tempe. Menurutnya, produksi tahu ada pula yang dipadukan antara tahu Indonesia dan Tionghoa. Hasilnya pun tidak seperti kebanyakan tahu yang dijual di pasar-pasar.

Ayah tiga anak itu menyebut, dia mulai melakukan pembuatan tahu dan tempe dengan rasa, warna, dan bentuk yang berbeda sejak ada pandemi korona. Menurutnya, karyanya dalam memproduksi tahu dan tempe unik itu akan diserahkan kepada pemerintah. “Saya ingin, ini saya serahkan kepada Presiden Jokowi. Tetapi saya belum bisa ke istana,” ujarnya.

Dalam produksi tahu dan tempe miliknya, dia pun memiliki andalan seperti tahu tempe kunyit. Rasa dan aromanya pun tentu berbeda. Demikian juga saat menyantapnya, akan mendapat sensasi yang tak biasa. “Mau diberi rasa-rasa juga bisa. Jadi, ini bisa langsung dipraktikkan,” tuturnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tangan-tangan kreatif memang bisa membuat bahan sederhana menjadi olahan yang menarik. Salah satunya produk tahu dan tempe yang dibikin oleh Seger Warsono, warga Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates. Dia memiliki cara unik untuk membuat tahu dan tempe berbeda dari bentuk pada umumnya.

Seger siang itu sedang menunjukkan beberapa karya tahu tempe miliknya. Tahu tempe bikinannya memiliki warna yang berbeda-beda. Bukan saja putih seperti pada umumnya. Tapi warna-warni. “Saya juga bisa memproduksi tahu kuning dengan rasa yang gurih. Tetapi tidak keras seperti yang ada di Kediri,” ucapnya.

Selain membuat rasa yang berbeda, dia juga kerap memadukan tahu atau tempe. Menurutnya, produksi tahu ada pula yang dipadukan antara tahu Indonesia dan Tionghoa. Hasilnya pun tidak seperti kebanyakan tahu yang dijual di pasar-pasar.

Ayah tiga anak itu menyebut, dia mulai melakukan pembuatan tahu dan tempe dengan rasa, warna, dan bentuk yang berbeda sejak ada pandemi korona. Menurutnya, karyanya dalam memproduksi tahu dan tempe unik itu akan diserahkan kepada pemerintah. “Saya ingin, ini saya serahkan kepada Presiden Jokowi. Tetapi saya belum bisa ke istana,” ujarnya.

Dalam produksi tahu dan tempe miliknya, dia pun memiliki andalan seperti tahu tempe kunyit. Rasa dan aromanya pun tentu berbeda. Demikian juga saat menyantapnya, akan mendapat sensasi yang tak biasa. “Mau diberi rasa-rasa juga bisa. Jadi, ini bisa langsung dipraktikkan,” tuturnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/