alexametrics
24.9 C
Jember
Saturday, 2 July 2022

Biasa Terjadi pada Usia Produktif

Kenali Gejala Diabetes Melitus

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tabel prevalensi kejadian diabetes melitus (DM) di beberapa negara pada 2010 oleh World Health Organization (WHO) menunjukkan sebanyak 8,4 juta penduduk Indonesia mengalami diabetes melitus. Indonesia menempati peringkat nomor empat dengan jumlah penderita DM terbanyak setelah India, Tiongkok, dan Amerika Serikat. Diperkirakan, jumlah tersebut bakal meningkat hingga 21,3 juta penderita pada 2030. Dari total itu, sebanyak 6,8 persen berasal dari Jawa Timur.

Hal ini diungkapkan oleh dokter spesialis penyakit dalam dr Arief Suseno SpPD. Menurutnya, di Jember ada sekitar 400 sampai 500 pasien diabetes yang memeriksakan diri setiap bulannya.

Dokter spesialis penyakit dalam di RSD dr Soebandi itu menambahkan, pasien diabetes pada umumnya dimulai pada umur 35 tahun yang termasuk usia produktif. Mayoritas dari mereka adalah pegawai negeri sipil, pengusaha, dan pegawai swasta. “Akibatnya, penderita bisa mengalami komplikasi seperti kebutaan, stroke, serangan jantung, kerusakan ginjal, gangren, hingga impotensi,” ungkapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain karena darah tinggi, banyak pasien gagal ginjal yang awalnya menderita diabetes. Hal itu diakibatkan gula darah yang tak terkendali. “Hal ini mengakibatkan radikal bebas meningkat hingga menimbulkan kerusakan pada sel-sel pembuluh darah dan syaraf,” lanjutnya.

Ada beberapa gejala yang biasa dialami oleh penderita DM saat kali pertama memeriksakan diri. “Biasanya, gejalanya berupa kaki kesemutan. Kaki terasa tebal dan panas,” katanya. Selain itu, sering merasa lemas, sering kencing, hingga berat badan menurun.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tabel prevalensi kejadian diabetes melitus (DM) di beberapa negara pada 2010 oleh World Health Organization (WHO) menunjukkan sebanyak 8,4 juta penduduk Indonesia mengalami diabetes melitus. Indonesia menempati peringkat nomor empat dengan jumlah penderita DM terbanyak setelah India, Tiongkok, dan Amerika Serikat. Diperkirakan, jumlah tersebut bakal meningkat hingga 21,3 juta penderita pada 2030. Dari total itu, sebanyak 6,8 persen berasal dari Jawa Timur.

Hal ini diungkapkan oleh dokter spesialis penyakit dalam dr Arief Suseno SpPD. Menurutnya, di Jember ada sekitar 400 sampai 500 pasien diabetes yang memeriksakan diri setiap bulannya.

Dokter spesialis penyakit dalam di RSD dr Soebandi itu menambahkan, pasien diabetes pada umumnya dimulai pada umur 35 tahun yang termasuk usia produktif. Mayoritas dari mereka adalah pegawai negeri sipil, pengusaha, dan pegawai swasta. “Akibatnya, penderita bisa mengalami komplikasi seperti kebutaan, stroke, serangan jantung, kerusakan ginjal, gangren, hingga impotensi,” ungkapnya.

Selain karena darah tinggi, banyak pasien gagal ginjal yang awalnya menderita diabetes. Hal itu diakibatkan gula darah yang tak terkendali. “Hal ini mengakibatkan radikal bebas meningkat hingga menimbulkan kerusakan pada sel-sel pembuluh darah dan syaraf,” lanjutnya.

Ada beberapa gejala yang biasa dialami oleh penderita DM saat kali pertama memeriksakan diri. “Biasanya, gejalanya berupa kaki kesemutan. Kaki terasa tebal dan panas,” katanya. Selain itu, sering merasa lemas, sering kencing, hingga berat badan menurun.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tabel prevalensi kejadian diabetes melitus (DM) di beberapa negara pada 2010 oleh World Health Organization (WHO) menunjukkan sebanyak 8,4 juta penduduk Indonesia mengalami diabetes melitus. Indonesia menempati peringkat nomor empat dengan jumlah penderita DM terbanyak setelah India, Tiongkok, dan Amerika Serikat. Diperkirakan, jumlah tersebut bakal meningkat hingga 21,3 juta penderita pada 2030. Dari total itu, sebanyak 6,8 persen berasal dari Jawa Timur.

Hal ini diungkapkan oleh dokter spesialis penyakit dalam dr Arief Suseno SpPD. Menurutnya, di Jember ada sekitar 400 sampai 500 pasien diabetes yang memeriksakan diri setiap bulannya.

Dokter spesialis penyakit dalam di RSD dr Soebandi itu menambahkan, pasien diabetes pada umumnya dimulai pada umur 35 tahun yang termasuk usia produktif. Mayoritas dari mereka adalah pegawai negeri sipil, pengusaha, dan pegawai swasta. “Akibatnya, penderita bisa mengalami komplikasi seperti kebutaan, stroke, serangan jantung, kerusakan ginjal, gangren, hingga impotensi,” ungkapnya.

Selain karena darah tinggi, banyak pasien gagal ginjal yang awalnya menderita diabetes. Hal itu diakibatkan gula darah yang tak terkendali. “Hal ini mengakibatkan radikal bebas meningkat hingga menimbulkan kerusakan pada sel-sel pembuluh darah dan syaraf,” lanjutnya.

Ada beberapa gejala yang biasa dialami oleh penderita DM saat kali pertama memeriksakan diri. “Biasanya, gejalanya berupa kaki kesemutan. Kaki terasa tebal dan panas,” katanya. Selain itu, sering merasa lemas, sering kencing, hingga berat badan menurun.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/