alexametrics
26 C
Jember
Wednesday, 26 January 2022

Forum Anak di Jember Makin Merata

"Kadang mereka masih merasa malu untuk membahas soal kesehatan reproduksi. Misal, ada remaja yang telat haid, itu masih malu mengakui dan bertanya apa sebabnya.” Dwi Lebi - Pendamping KB Kelurahan Banjarsengon

Mobile_AP_Rectangle 1

Dia menambahkan, sejauh ini permasalahan yang umum terjadi pada anak di Banjarsengon ialah kurangnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi. Sebagian besar mereka masih menganggap tabu pembahasan mengenai kesehatan reproduksi atau pendidikan seks sejak dini. Hal ini akibat minimnya literasi baik dari keluarga, lingkungan, maupun lembaga pendidikan.

“Kadang mereka masih merasa malu untuk membahas soal kesehatan reproduksi. Misal, ada remaja yang telat haid, itu masih malu mengakui dan bertanya apa sebabnya. Atau ada masalah di bagian reproduksi, mereka juga tidak mencari tahu. Malu bertanya kenapa bisa ada masalah di bagian reproduksinya. Padahal itu penting dan berpengaruh terhadap kehidupannya ke depan,” pungkasnya.

Reporter : Delfi Nihayah

Mobile_AP_Rectangle 2

Fotografer : Delfi Nihayah

Editor : Mahrus Sholih

 

- Advertisement -

Dia menambahkan, sejauh ini permasalahan yang umum terjadi pada anak di Banjarsengon ialah kurangnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi. Sebagian besar mereka masih menganggap tabu pembahasan mengenai kesehatan reproduksi atau pendidikan seks sejak dini. Hal ini akibat minimnya literasi baik dari keluarga, lingkungan, maupun lembaga pendidikan.

“Kadang mereka masih merasa malu untuk membahas soal kesehatan reproduksi. Misal, ada remaja yang telat haid, itu masih malu mengakui dan bertanya apa sebabnya. Atau ada masalah di bagian reproduksi, mereka juga tidak mencari tahu. Malu bertanya kenapa bisa ada masalah di bagian reproduksinya. Padahal itu penting dan berpengaruh terhadap kehidupannya ke depan,” pungkasnya.

Reporter : Delfi Nihayah

Fotografer : Delfi Nihayah

Editor : Mahrus Sholih

 

Dia menambahkan, sejauh ini permasalahan yang umum terjadi pada anak di Banjarsengon ialah kurangnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi. Sebagian besar mereka masih menganggap tabu pembahasan mengenai kesehatan reproduksi atau pendidikan seks sejak dini. Hal ini akibat minimnya literasi baik dari keluarga, lingkungan, maupun lembaga pendidikan.

“Kadang mereka masih merasa malu untuk membahas soal kesehatan reproduksi. Misal, ada remaja yang telat haid, itu masih malu mengakui dan bertanya apa sebabnya. Atau ada masalah di bagian reproduksi, mereka juga tidak mencari tahu. Malu bertanya kenapa bisa ada masalah di bagian reproduksinya. Padahal itu penting dan berpengaruh terhadap kehidupannya ke depan,” pungkasnya.

Reporter : Delfi Nihayah

Fotografer : Delfi Nihayah

Editor : Mahrus Sholih

 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca