alexametrics
27.9 C
Jember
Friday, 20 May 2022

PMI Jember Gelorakan Semangat Bergerak Tuntaskan Pandemi

Mobile_AP_Rectangle 1

PATRANG, RADARJEMBER.ID – Hari Jadi Palang Merah Indonesia (PMI) setiap tahunnya diperingati pada tanggal 17 September di berbagai daerah Indonesia. Tahun ini HUT PMI ke-76 tahun dirayakan di tengah pandemi Covid-19 yang telah memasuki tahun kedua. Semangat memeriahkan hari jadi diubah menjadi semangat menggalang pemulihan bangsa Indonesia dengan tema “Bergerak Bersama untuk Sesama” dengan harapan percepatan pemulihan bangsa Indonesia dari pandemi.

Ketua PMI Kabupaten Jember EA. Zaenal Marzuki SH MH mengatakan, PMI Jember mengambil peran penting sejak Maret 2020 hingga saat ini dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19, dan dilakukan secara konsisten sebagai komitmen mendukung Pemkab Jember.

Kasus Covid-19 di Jember yang menunjukkan tren penurunan dari level 2 ke level 1 membuat penerapan PPKM harus dievaluasi. Peran penting PMI bersinergi dengan pemerintah dan elemen masyarakat untuk terus bergerak bersama mengentaskan pandemi. Upaya itu pun dilakukan tanpa membedakan suku, ras, golongan, maupun agama. Sebagaimana tugas dan fungsinya, PMI Jember tetap rutin melakukan penyemprotan disinfektan pada berbagai tempat di 31 kecamatan.

Mobile_AP_Rectangle 2

PMI Jember juga telah menyisihkan anggaran operasional untuk penanggulangan korona dan didukung seluruh kekuatan personel maupun armada pendukung lainnya. Layanan PMI juga menyentuh lapisan warga kota dan di pelosok desa. “Dalam upaya pengendalian virus mematikan ini, PMI selalu bersinergi dengan seluruh pihak dan berkomitmen menjadi organisasi terdepan dalam upaya pengendalian Covid-19. Seluruh relawan terus bergerak, mulai dari edukasi, sosialisasi, penyaluran bantuan, ambulan jenazah, penyediaan darah plasma, hingga layanan lainnya,” kata Zaenal Marzuki.

Ditambahkan, kolaborasi antarpihak merupakan kunci penting dalam mengatasi pandemi. Beban memulihkan akan lebih ringan bila dikerjakan bersama atau gotong-royong. “Seperti pepatah, berat sama dipikul, ringan sama dijinjing,” terangnya.

Selain kolaborasi, komitmen dan sinergisitas menjadi bagian penting agar semua yang terlibat saling membantu dan tangguh. “Dari 38 kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Timur, Jember salah satu dari 6 kabupaten dan kota yang dinilai berhasil menekan penyebaran virus sehingga Jember menempati posisi level 1 dalam penerapan PPKM,” lanjutnya. Semua warga pun harus tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan sampai pandemi berakhir.

Dengan menggelorakan semangat “Bergerak Bersama, Untuk Sesama”, diharapkan seluruh komponen PMI Jember, relawan, dan semua pihak, dapat bergerak bersama. PMI Jember dengan kekuatannya terus melakukan terobosan strategis untuk menekan angka kematian dan membantu kesembuhan pasien korona. Seperti mendatangkan alat apheresis yang dibeli mandiri untuk melayani permintaan plasma konvalesen dari pasien yang dirawat di Jember maupun luar kota.

Sejak 3 Juli hingga 17 September 2021, penyediaan plasma konvalesen UDD PMI Jember menjaring pendonor aktif sebanyak 255 penyintas Covid-19. Pasien terlayani 865 orang dan total produksi plasma konvalesen sebanyak 918 kantong, termasuk dropping 182 kantong. Sedangkan donasi darah tahun 2020 tercatat 32.228 kantong. Sementara, sejak Januari hingga Juli 2021, donasi darah sebanyak 17.214 kantong.

Selain itu, PMI Jember aktif menggelar sosialisasi dan edukasi melalui acara talk show televisi dan radio tentang pentingnya donor darah plasma konvalesen bagi penyintas Covid-19. PMI juga menggandeng pemerintah daerah, TNI, Polri, bahkan bulan lalu Bupati Hendy Siswanto memeloporinya dan mengajak ASN.

PMI Jember juga menggandeng awak media sebagai relawan PMI yang sewaktu-waktu dapat menjalankan tugas jurnalistik dengan kecepatan informasinya. “Sejak awal, pelayanan PMI Jember dalam penanganan pandemi di Jember banyak dapat dukungan dari media televisi, radio, media online, maupun cetak, melalui publikasi talk show, dialog interaktif, dan publikasi lainnya,” tambahnya.

- Advertisement -

PATRANG, RADARJEMBER.ID – Hari Jadi Palang Merah Indonesia (PMI) setiap tahunnya diperingati pada tanggal 17 September di berbagai daerah Indonesia. Tahun ini HUT PMI ke-76 tahun dirayakan di tengah pandemi Covid-19 yang telah memasuki tahun kedua. Semangat memeriahkan hari jadi diubah menjadi semangat menggalang pemulihan bangsa Indonesia dengan tema “Bergerak Bersama untuk Sesama” dengan harapan percepatan pemulihan bangsa Indonesia dari pandemi.

Ketua PMI Kabupaten Jember EA. Zaenal Marzuki SH MH mengatakan, PMI Jember mengambil peran penting sejak Maret 2020 hingga saat ini dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19, dan dilakukan secara konsisten sebagai komitmen mendukung Pemkab Jember.

Kasus Covid-19 di Jember yang menunjukkan tren penurunan dari level 2 ke level 1 membuat penerapan PPKM harus dievaluasi. Peran penting PMI bersinergi dengan pemerintah dan elemen masyarakat untuk terus bergerak bersama mengentaskan pandemi. Upaya itu pun dilakukan tanpa membedakan suku, ras, golongan, maupun agama. Sebagaimana tugas dan fungsinya, PMI Jember tetap rutin melakukan penyemprotan disinfektan pada berbagai tempat di 31 kecamatan.

PMI Jember juga telah menyisihkan anggaran operasional untuk penanggulangan korona dan didukung seluruh kekuatan personel maupun armada pendukung lainnya. Layanan PMI juga menyentuh lapisan warga kota dan di pelosok desa. “Dalam upaya pengendalian virus mematikan ini, PMI selalu bersinergi dengan seluruh pihak dan berkomitmen menjadi organisasi terdepan dalam upaya pengendalian Covid-19. Seluruh relawan terus bergerak, mulai dari edukasi, sosialisasi, penyaluran bantuan, ambulan jenazah, penyediaan darah plasma, hingga layanan lainnya,” kata Zaenal Marzuki.

Ditambahkan, kolaborasi antarpihak merupakan kunci penting dalam mengatasi pandemi. Beban memulihkan akan lebih ringan bila dikerjakan bersama atau gotong-royong. “Seperti pepatah, berat sama dipikul, ringan sama dijinjing,” terangnya.

Selain kolaborasi, komitmen dan sinergisitas menjadi bagian penting agar semua yang terlibat saling membantu dan tangguh. “Dari 38 kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Timur, Jember salah satu dari 6 kabupaten dan kota yang dinilai berhasil menekan penyebaran virus sehingga Jember menempati posisi level 1 dalam penerapan PPKM,” lanjutnya. Semua warga pun harus tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan sampai pandemi berakhir.

Dengan menggelorakan semangat “Bergerak Bersama, Untuk Sesama”, diharapkan seluruh komponen PMI Jember, relawan, dan semua pihak, dapat bergerak bersama. PMI Jember dengan kekuatannya terus melakukan terobosan strategis untuk menekan angka kematian dan membantu kesembuhan pasien korona. Seperti mendatangkan alat apheresis yang dibeli mandiri untuk melayani permintaan plasma konvalesen dari pasien yang dirawat di Jember maupun luar kota.

Sejak 3 Juli hingga 17 September 2021, penyediaan plasma konvalesen UDD PMI Jember menjaring pendonor aktif sebanyak 255 penyintas Covid-19. Pasien terlayani 865 orang dan total produksi plasma konvalesen sebanyak 918 kantong, termasuk dropping 182 kantong. Sedangkan donasi darah tahun 2020 tercatat 32.228 kantong. Sementara, sejak Januari hingga Juli 2021, donasi darah sebanyak 17.214 kantong.

Selain itu, PMI Jember aktif menggelar sosialisasi dan edukasi melalui acara talk show televisi dan radio tentang pentingnya donor darah plasma konvalesen bagi penyintas Covid-19. PMI juga menggandeng pemerintah daerah, TNI, Polri, bahkan bulan lalu Bupati Hendy Siswanto memeloporinya dan mengajak ASN.

PMI Jember juga menggandeng awak media sebagai relawan PMI yang sewaktu-waktu dapat menjalankan tugas jurnalistik dengan kecepatan informasinya. “Sejak awal, pelayanan PMI Jember dalam penanganan pandemi di Jember banyak dapat dukungan dari media televisi, radio, media online, maupun cetak, melalui publikasi talk show, dialog interaktif, dan publikasi lainnya,” tambahnya.

PATRANG, RADARJEMBER.ID – Hari Jadi Palang Merah Indonesia (PMI) setiap tahunnya diperingati pada tanggal 17 September di berbagai daerah Indonesia. Tahun ini HUT PMI ke-76 tahun dirayakan di tengah pandemi Covid-19 yang telah memasuki tahun kedua. Semangat memeriahkan hari jadi diubah menjadi semangat menggalang pemulihan bangsa Indonesia dengan tema “Bergerak Bersama untuk Sesama” dengan harapan percepatan pemulihan bangsa Indonesia dari pandemi.

Ketua PMI Kabupaten Jember EA. Zaenal Marzuki SH MH mengatakan, PMI Jember mengambil peran penting sejak Maret 2020 hingga saat ini dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19, dan dilakukan secara konsisten sebagai komitmen mendukung Pemkab Jember.

Kasus Covid-19 di Jember yang menunjukkan tren penurunan dari level 2 ke level 1 membuat penerapan PPKM harus dievaluasi. Peran penting PMI bersinergi dengan pemerintah dan elemen masyarakat untuk terus bergerak bersama mengentaskan pandemi. Upaya itu pun dilakukan tanpa membedakan suku, ras, golongan, maupun agama. Sebagaimana tugas dan fungsinya, PMI Jember tetap rutin melakukan penyemprotan disinfektan pada berbagai tempat di 31 kecamatan.

PMI Jember juga telah menyisihkan anggaran operasional untuk penanggulangan korona dan didukung seluruh kekuatan personel maupun armada pendukung lainnya. Layanan PMI juga menyentuh lapisan warga kota dan di pelosok desa. “Dalam upaya pengendalian virus mematikan ini, PMI selalu bersinergi dengan seluruh pihak dan berkomitmen menjadi organisasi terdepan dalam upaya pengendalian Covid-19. Seluruh relawan terus bergerak, mulai dari edukasi, sosialisasi, penyaluran bantuan, ambulan jenazah, penyediaan darah plasma, hingga layanan lainnya,” kata Zaenal Marzuki.

Ditambahkan, kolaborasi antarpihak merupakan kunci penting dalam mengatasi pandemi. Beban memulihkan akan lebih ringan bila dikerjakan bersama atau gotong-royong. “Seperti pepatah, berat sama dipikul, ringan sama dijinjing,” terangnya.

Selain kolaborasi, komitmen dan sinergisitas menjadi bagian penting agar semua yang terlibat saling membantu dan tangguh. “Dari 38 kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Timur, Jember salah satu dari 6 kabupaten dan kota yang dinilai berhasil menekan penyebaran virus sehingga Jember menempati posisi level 1 dalam penerapan PPKM,” lanjutnya. Semua warga pun harus tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan sampai pandemi berakhir.

Dengan menggelorakan semangat “Bergerak Bersama, Untuk Sesama”, diharapkan seluruh komponen PMI Jember, relawan, dan semua pihak, dapat bergerak bersama. PMI Jember dengan kekuatannya terus melakukan terobosan strategis untuk menekan angka kematian dan membantu kesembuhan pasien korona. Seperti mendatangkan alat apheresis yang dibeli mandiri untuk melayani permintaan plasma konvalesen dari pasien yang dirawat di Jember maupun luar kota.

Sejak 3 Juli hingga 17 September 2021, penyediaan plasma konvalesen UDD PMI Jember menjaring pendonor aktif sebanyak 255 penyintas Covid-19. Pasien terlayani 865 orang dan total produksi plasma konvalesen sebanyak 918 kantong, termasuk dropping 182 kantong. Sedangkan donasi darah tahun 2020 tercatat 32.228 kantong. Sementara, sejak Januari hingga Juli 2021, donasi darah sebanyak 17.214 kantong.

Selain itu, PMI Jember aktif menggelar sosialisasi dan edukasi melalui acara talk show televisi dan radio tentang pentingnya donor darah plasma konvalesen bagi penyintas Covid-19. PMI juga menggandeng pemerintah daerah, TNI, Polri, bahkan bulan lalu Bupati Hendy Siswanto memeloporinya dan mengajak ASN.

PMI Jember juga menggandeng awak media sebagai relawan PMI yang sewaktu-waktu dapat menjalankan tugas jurnalistik dengan kecepatan informasinya. “Sejak awal, pelayanan PMI Jember dalam penanganan pandemi di Jember banyak dapat dukungan dari media televisi, radio, media online, maupun cetak, melalui publikasi talk show, dialog interaktif, dan publikasi lainnya,” tambahnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/