alexametrics
25.2 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Konsep Manajemen Trafik Demi Keselamatan dan Pergerakan Ekonomi Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

KEPATIHAN, RADARJEMBER.ID – Bupati Jember Hendy Siswanto menegaskan bahwa Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jember harus mempunyai satu pola pikir untuk berorientasi di masa mendatang. Jadi, tak hanya memberikan pelayanan di lokasi darat. Dari keahlian yang dimiliki, traffic management harus diperhatikan.

Di antaranya, menyediakan lokasi tertentu yang memerlukan zebra cross dan tikungan yang tak memenuhi syarat harus segera diatasi dengan berkolaborasi bersama Dinas Bina Marga. “Jangan sampai ada mobil yang terperosok ke sana kemari,” tegas Hendy. Jika ada saluran air yang berbahaya, dia menambahkan, harus ada kolaborasi bersama Dinas Cipta Karya. “Ayo berkolaborasi, bersinergi, dan berakselerasi,” tegasnya.

Menurut Hendy, banyak titik kecelakaan yang hingga hari ini belum mendapatkan penanganan. Salah satunya di depan Mitra Tani, Kelurahan Jubung, Kecamatan Sukorambi Jember. “Di sana banyak terjadi kecelakaan. Jadi, ayo segera diperbaiki agar tidak menyebabkan kematian lagi,” imbuh Hendy.

Mobile_AP_Rectangle 2

Lebih lanjut, dia juga menerangkan bahwa pembagian zona dan alur itu harus seimbang agar manfaatnya bisa dinikmati banyak orang. Dia mencontohkan daerah di sekitar gedung GNI, Kecamatan Kaliwates Jember. Meski jalannya bagus, intensitas kendaraan di sana tergolong sepi. Akibatnya, toko dan warung yang berada di lokasi itu penghasilannya lebih sedikit jika dibandingkan dengan penjual yang berada di jalan lain.

Belum lagi, daerah di Jember utara. Padahal, lanjutnya, meski jalan di sana sangat bagus, namun ketika memasuki pukul 18.00 sore sudah sepi. “Kita perlu melakukan pengembangan kota. Sebab, jika tak ada yang melintas, tak ada pergerakan ekonomi di sana. Salah satunya, dengan menata ulang traffic management lalu lintas di Kabupaten Jember,” ujar Hendy.

- Advertisement -

KEPATIHAN, RADARJEMBER.ID – Bupati Jember Hendy Siswanto menegaskan bahwa Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jember harus mempunyai satu pola pikir untuk berorientasi di masa mendatang. Jadi, tak hanya memberikan pelayanan di lokasi darat. Dari keahlian yang dimiliki, traffic management harus diperhatikan.

Di antaranya, menyediakan lokasi tertentu yang memerlukan zebra cross dan tikungan yang tak memenuhi syarat harus segera diatasi dengan berkolaborasi bersama Dinas Bina Marga. “Jangan sampai ada mobil yang terperosok ke sana kemari,” tegas Hendy. Jika ada saluran air yang berbahaya, dia menambahkan, harus ada kolaborasi bersama Dinas Cipta Karya. “Ayo berkolaborasi, bersinergi, dan berakselerasi,” tegasnya.

Menurut Hendy, banyak titik kecelakaan yang hingga hari ini belum mendapatkan penanganan. Salah satunya di depan Mitra Tani, Kelurahan Jubung, Kecamatan Sukorambi Jember. “Di sana banyak terjadi kecelakaan. Jadi, ayo segera diperbaiki agar tidak menyebabkan kematian lagi,” imbuh Hendy.

Lebih lanjut, dia juga menerangkan bahwa pembagian zona dan alur itu harus seimbang agar manfaatnya bisa dinikmati banyak orang. Dia mencontohkan daerah di sekitar gedung GNI, Kecamatan Kaliwates Jember. Meski jalannya bagus, intensitas kendaraan di sana tergolong sepi. Akibatnya, toko dan warung yang berada di lokasi itu penghasilannya lebih sedikit jika dibandingkan dengan penjual yang berada di jalan lain.

Belum lagi, daerah di Jember utara. Padahal, lanjutnya, meski jalan di sana sangat bagus, namun ketika memasuki pukul 18.00 sore sudah sepi. “Kita perlu melakukan pengembangan kota. Sebab, jika tak ada yang melintas, tak ada pergerakan ekonomi di sana. Salah satunya, dengan menata ulang traffic management lalu lintas di Kabupaten Jember,” ujar Hendy.

KEPATIHAN, RADARJEMBER.ID – Bupati Jember Hendy Siswanto menegaskan bahwa Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jember harus mempunyai satu pola pikir untuk berorientasi di masa mendatang. Jadi, tak hanya memberikan pelayanan di lokasi darat. Dari keahlian yang dimiliki, traffic management harus diperhatikan.

Di antaranya, menyediakan lokasi tertentu yang memerlukan zebra cross dan tikungan yang tak memenuhi syarat harus segera diatasi dengan berkolaborasi bersama Dinas Bina Marga. “Jangan sampai ada mobil yang terperosok ke sana kemari,” tegas Hendy. Jika ada saluran air yang berbahaya, dia menambahkan, harus ada kolaborasi bersama Dinas Cipta Karya. “Ayo berkolaborasi, bersinergi, dan berakselerasi,” tegasnya.

Menurut Hendy, banyak titik kecelakaan yang hingga hari ini belum mendapatkan penanganan. Salah satunya di depan Mitra Tani, Kelurahan Jubung, Kecamatan Sukorambi Jember. “Di sana banyak terjadi kecelakaan. Jadi, ayo segera diperbaiki agar tidak menyebabkan kematian lagi,” imbuh Hendy.

Lebih lanjut, dia juga menerangkan bahwa pembagian zona dan alur itu harus seimbang agar manfaatnya bisa dinikmati banyak orang. Dia mencontohkan daerah di sekitar gedung GNI, Kecamatan Kaliwates Jember. Meski jalannya bagus, intensitas kendaraan di sana tergolong sepi. Akibatnya, toko dan warung yang berada di lokasi itu penghasilannya lebih sedikit jika dibandingkan dengan penjual yang berada di jalan lain.

Belum lagi, daerah di Jember utara. Padahal, lanjutnya, meski jalan di sana sangat bagus, namun ketika memasuki pukul 18.00 sore sudah sepi. “Kita perlu melakukan pengembangan kota. Sebab, jika tak ada yang melintas, tak ada pergerakan ekonomi di sana. Salah satunya, dengan menata ulang traffic management lalu lintas di Kabupaten Jember,” ujar Hendy.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/