alexametrics
23.7 C
Jember
Sunday, 25 September 2022

Polemik Tuntas, Ketua Kwarran Optimistis Pramuka Rambipuji Bisa Lebih Maju

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Perkemahan Sabtu Malam Minggu (Persami) di Kwartir Ranting (Kwarran) Rambipuji, Jember, sempat menuai polemik. Minimnya keterlibatan tingkat SMA pada agenda itu, memantik respons Ketua Kwarran Rambipuji Sucipto. Dia menengarai, rendahnya partisipasi jenjang SMA salah satunya karena kepala sekolah (kepsek) tidak memiliki jiwa pramuka.

 

Rupanya, pernyataan Sucipto ini sempat menjadi perbincangan di internal Kwarran Rambipuji. Perkataannya menuai respons dari beberapa kepsek. Respons yang diberikan ternyata berhasil membuka kesadaran dari beberapa kepsek terkait pentingnya jiwa kepramukaan di sekolah.

Mobile_AP_Rectangle 2

 

Kepada Jawa Pos Radar Jember, Sucipto menjelaskan, dirinya memang sempat menyebut kepsek tingkat SMA di Rambipuji tidak memiliki jiwa pramuka. Namun, kata dia, pernyataan tersebut bukan berarti untuk menyudutkan kepsek. Justru sebaliknya, ingin menggugah kesadaran bersama.

 

“Ini agar seluruh kepala sekolah tingkat SMA notice dengan kegiatan pramuka di Rambipuji. Dan tentunya kata tersebut bisa mendapatkan respons dari kepala sekolah sehingga terjalin komunikasi dua arah yang lebih positif,” ujarnya, Kamis (18/8).

 

Sucipto mengungkapkan, dirinya sempat mendapat undangan dari beberapa kepsek untuk mengklarifikasi, terkait dengan kata yang sempat dia sampaikan pada perkemahan yang memperingati HUT ke 77 RI dan Hari Jadi ke 61 Pramuka tersebut.

 

Dia menerima undangan itu, serta telah menjelaskan maksud dan tujuannya kepada para pimpinan sekolah. Hasilnya, terjadi diskusi poistif yang berujung membahas perkembangan pramuka di Kwarran Rambipuji. Ini artinya, pernyataan yang sempat menjadi polemik itu telah tuntas. Dan kesalahpahaman di internal Kwarran Rambipuji sudah klir.

 

Terpisah, Kepsek SMK Asyafi’i Ahmad Amin Sururi mengaku, dulu saat sekolah dirinya hanya mengikuti kegiatan pramuka sampai jenjang SMP saja. Sedangkan jenjang SMA tidak. Berkaitan dengan jiwa pramuka, Amin menyebut, jiwa yang ada di dalam dirinya adalah jiwa NU. Meski demikian, dia tetap ingin pramuka di sekolahnya berkembang.

 

“Saya ikut pramuka hanya di SMP saja. Untuk jenjang selanjutnya memang tidak mengikutinya. Namun, bukan berarti saya tidak ingin pramuka di sekolah saya tidak berkembang,” ucapnya.

 

Amin Sururi juga berharap, Kwarran Rambipuji bisa memfasilitasi gerakan pramuka yang ada di SMK Asyafi’i. Bukan hanya dalam segi fisik saja, namun juga dalam bentuk pembinaan. Seperti pembina pramuka dan fasilitas-fasilitas lain yang bisa membuat pramuka di SMK Asyafi’i lebih berkembang lagi. “Sehingga bisa berpartisipasi dalam setiap kegiatan kepramukaan,” pungkasnya. (*)

 

Reporter: Mat Hari

Foto: Istimewa

Editor: Mahrus Sholih

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Perkemahan Sabtu Malam Minggu (Persami) di Kwartir Ranting (Kwarran) Rambipuji, Jember, sempat menuai polemik. Minimnya keterlibatan tingkat SMA pada agenda itu, memantik respons Ketua Kwarran Rambipuji Sucipto. Dia menengarai, rendahnya partisipasi jenjang SMA salah satunya karena kepala sekolah (kepsek) tidak memiliki jiwa pramuka.

 

Rupanya, pernyataan Sucipto ini sempat menjadi perbincangan di internal Kwarran Rambipuji. Perkataannya menuai respons dari beberapa kepsek. Respons yang diberikan ternyata berhasil membuka kesadaran dari beberapa kepsek terkait pentingnya jiwa kepramukaan di sekolah.

 

Kepada Jawa Pos Radar Jember, Sucipto menjelaskan, dirinya memang sempat menyebut kepsek tingkat SMA di Rambipuji tidak memiliki jiwa pramuka. Namun, kata dia, pernyataan tersebut bukan berarti untuk menyudutkan kepsek. Justru sebaliknya, ingin menggugah kesadaran bersama.

 

“Ini agar seluruh kepala sekolah tingkat SMA notice dengan kegiatan pramuka di Rambipuji. Dan tentunya kata tersebut bisa mendapatkan respons dari kepala sekolah sehingga terjalin komunikasi dua arah yang lebih positif,” ujarnya, Kamis (18/8).

 

Sucipto mengungkapkan, dirinya sempat mendapat undangan dari beberapa kepsek untuk mengklarifikasi, terkait dengan kata yang sempat dia sampaikan pada perkemahan yang memperingati HUT ke 77 RI dan Hari Jadi ke 61 Pramuka tersebut.

 

Dia menerima undangan itu, serta telah menjelaskan maksud dan tujuannya kepada para pimpinan sekolah. Hasilnya, terjadi diskusi poistif yang berujung membahas perkembangan pramuka di Kwarran Rambipuji. Ini artinya, pernyataan yang sempat menjadi polemik itu telah tuntas. Dan kesalahpahaman di internal Kwarran Rambipuji sudah klir.

 

Terpisah, Kepsek SMK Asyafi’i Ahmad Amin Sururi mengaku, dulu saat sekolah dirinya hanya mengikuti kegiatan pramuka sampai jenjang SMP saja. Sedangkan jenjang SMA tidak. Berkaitan dengan jiwa pramuka, Amin menyebut, jiwa yang ada di dalam dirinya adalah jiwa NU. Meski demikian, dia tetap ingin pramuka di sekolahnya berkembang.

 

“Saya ikut pramuka hanya di SMP saja. Untuk jenjang selanjutnya memang tidak mengikutinya. Namun, bukan berarti saya tidak ingin pramuka di sekolah saya tidak berkembang,” ucapnya.

 

Amin Sururi juga berharap, Kwarran Rambipuji bisa memfasilitasi gerakan pramuka yang ada di SMK Asyafi’i. Bukan hanya dalam segi fisik saja, namun juga dalam bentuk pembinaan. Seperti pembina pramuka dan fasilitas-fasilitas lain yang bisa membuat pramuka di SMK Asyafi’i lebih berkembang lagi. “Sehingga bisa berpartisipasi dalam setiap kegiatan kepramukaan,” pungkasnya. (*)

 

Reporter: Mat Hari

Foto: Istimewa

Editor: Mahrus Sholih

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Perkemahan Sabtu Malam Minggu (Persami) di Kwartir Ranting (Kwarran) Rambipuji, Jember, sempat menuai polemik. Minimnya keterlibatan tingkat SMA pada agenda itu, memantik respons Ketua Kwarran Rambipuji Sucipto. Dia menengarai, rendahnya partisipasi jenjang SMA salah satunya karena kepala sekolah (kepsek) tidak memiliki jiwa pramuka.

 

Rupanya, pernyataan Sucipto ini sempat menjadi perbincangan di internal Kwarran Rambipuji. Perkataannya menuai respons dari beberapa kepsek. Respons yang diberikan ternyata berhasil membuka kesadaran dari beberapa kepsek terkait pentingnya jiwa kepramukaan di sekolah.

 

Kepada Jawa Pos Radar Jember, Sucipto menjelaskan, dirinya memang sempat menyebut kepsek tingkat SMA di Rambipuji tidak memiliki jiwa pramuka. Namun, kata dia, pernyataan tersebut bukan berarti untuk menyudutkan kepsek. Justru sebaliknya, ingin menggugah kesadaran bersama.

 

“Ini agar seluruh kepala sekolah tingkat SMA notice dengan kegiatan pramuka di Rambipuji. Dan tentunya kata tersebut bisa mendapatkan respons dari kepala sekolah sehingga terjalin komunikasi dua arah yang lebih positif,” ujarnya, Kamis (18/8).

 

Sucipto mengungkapkan, dirinya sempat mendapat undangan dari beberapa kepsek untuk mengklarifikasi, terkait dengan kata yang sempat dia sampaikan pada perkemahan yang memperingati HUT ke 77 RI dan Hari Jadi ke 61 Pramuka tersebut.

 

Dia menerima undangan itu, serta telah menjelaskan maksud dan tujuannya kepada para pimpinan sekolah. Hasilnya, terjadi diskusi poistif yang berujung membahas perkembangan pramuka di Kwarran Rambipuji. Ini artinya, pernyataan yang sempat menjadi polemik itu telah tuntas. Dan kesalahpahaman di internal Kwarran Rambipuji sudah klir.

 

Terpisah, Kepsek SMK Asyafi’i Ahmad Amin Sururi mengaku, dulu saat sekolah dirinya hanya mengikuti kegiatan pramuka sampai jenjang SMP saja. Sedangkan jenjang SMA tidak. Berkaitan dengan jiwa pramuka, Amin menyebut, jiwa yang ada di dalam dirinya adalah jiwa NU. Meski demikian, dia tetap ingin pramuka di sekolahnya berkembang.

 

“Saya ikut pramuka hanya di SMP saja. Untuk jenjang selanjutnya memang tidak mengikutinya. Namun, bukan berarti saya tidak ingin pramuka di sekolah saya tidak berkembang,” ucapnya.

 

Amin Sururi juga berharap, Kwarran Rambipuji bisa memfasilitasi gerakan pramuka yang ada di SMK Asyafi’i. Bukan hanya dalam segi fisik saja, namun juga dalam bentuk pembinaan. Seperti pembina pramuka dan fasilitas-fasilitas lain yang bisa membuat pramuka di SMK Asyafi’i lebih berkembang lagi. “Sehingga bisa berpartisipasi dalam setiap kegiatan kepramukaan,” pungkasnya. (*)

 

Reporter: Mat Hari

Foto: Istimewa

Editor: Mahrus Sholih

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/