alexametrics
22.8 C
Jember
Friday, 12 August 2022

Ini Sosok Perempuan yang Suka Bagikan Sayuran Secara Gratis

Seharian Dampingi Siswa, Sepekan Sekali Bagikan Sayuran ke Tetangga

Mobile_AP_Rectangle 1

SIDOMEKAR, RADARJEMBER.ID – JUMAT pagi, sekitar pukul 05.30 itu, Suryani dan suaminya, Puji, terlihat sibuk di depan rumahnya, Dusun Beteng, Desa Sidomekar, Kecamatan Semboro. Di halaman rumahnya itu, sebuah meja kayu terpajang di sana. Di atas meja ada belasan macam jenis sayuran segar. Tak ketinggalan, lauk-pauk juga tersedia.

Tak berselang lama, beberapa warga setempat mulai berdatangan. Satu per satu warga itu mengambil sayur dan lauk milik Suryani dan suaminya itu. “Terima kasih, Mbak,” ucap seorang emak-emak seusai mengambil sayur. Tanpa menyerahkan uang.

Rupanya, Yeni, sapaan akrab Suryani, tidak sedang menjual sayuran dan lauk itu. Dia bersama sang suami membagikan gratis kepada warga sekitar rumahnya. “Tiap Jumat, ya, begini ini. Warga datang ambil sayur, lalu pulang,” kata Yeni.

Mobile_AP_Rectangle 2

Tak butuh waktu lama. Sekitar satu jam, sayur dan lauk yang disiapkannya sejak sehari sebelumnya itu sudah ludes. Kemudian, ia mulai melakukan rutinitas berikutnya, mengajar siswa. “Kalau mengajar dari pagi sampai siang. Lalu, siang sampai sore ngelesi anak-anak di rumahnya,” kata Yeni.

Diketahui, ibu dua anak itu seorang guru di SMP Negeri 1 Semboro dengan status sebagai guru SP (surat penugasan) yang diangkat sejak 2018 lalu. Dengan statusnya sebagai guru sukwan, Yeni bukanlah pendatang baru. Tepatnya sejak 2005 silam, ia sudah mengajar di beberapa sekolah.

Rutinitas mengajarnya itu dilakukan hampir berjalan 16 tahun belakangan. Selama itu, tak ada kabar pengangkatan dirinya. Yang jelas, Yeni berkeyakinan bahwa ia dan suaminya masih bisa bertahan hidup dan menghidupi dua buah hatinya. “Mengajar saya itu bisa disebut pengabdian. Karena itu, sejak 2005 lalu, saya membuka les-lesan. Sampai hari ini,” katanya.

Menurut dia, dari les-lesan yang dijalankannya itu, dia bisa mencukupi kehidupannya sehari-hari. Suami Yeni memang bekerja, tapi belum pekerjaan tetap. Suaminya juga sering membantunya dalam urusan mengajar. “Yang penting kami ada usaha. Selebihnya pasrahkan ke Yang Mahakuasa,” tutur ibu 38 tahun ini.

- Advertisement -

SIDOMEKAR, RADARJEMBER.ID – JUMAT pagi, sekitar pukul 05.30 itu, Suryani dan suaminya, Puji, terlihat sibuk di depan rumahnya, Dusun Beteng, Desa Sidomekar, Kecamatan Semboro. Di halaman rumahnya itu, sebuah meja kayu terpajang di sana. Di atas meja ada belasan macam jenis sayuran segar. Tak ketinggalan, lauk-pauk juga tersedia.

Tak berselang lama, beberapa warga setempat mulai berdatangan. Satu per satu warga itu mengambil sayur dan lauk milik Suryani dan suaminya itu. “Terima kasih, Mbak,” ucap seorang emak-emak seusai mengambil sayur. Tanpa menyerahkan uang.

Rupanya, Yeni, sapaan akrab Suryani, tidak sedang menjual sayuran dan lauk itu. Dia bersama sang suami membagikan gratis kepada warga sekitar rumahnya. “Tiap Jumat, ya, begini ini. Warga datang ambil sayur, lalu pulang,” kata Yeni.

Tak butuh waktu lama. Sekitar satu jam, sayur dan lauk yang disiapkannya sejak sehari sebelumnya itu sudah ludes. Kemudian, ia mulai melakukan rutinitas berikutnya, mengajar siswa. “Kalau mengajar dari pagi sampai siang. Lalu, siang sampai sore ngelesi anak-anak di rumahnya,” kata Yeni.

Diketahui, ibu dua anak itu seorang guru di SMP Negeri 1 Semboro dengan status sebagai guru SP (surat penugasan) yang diangkat sejak 2018 lalu. Dengan statusnya sebagai guru sukwan, Yeni bukanlah pendatang baru. Tepatnya sejak 2005 silam, ia sudah mengajar di beberapa sekolah.

Rutinitas mengajarnya itu dilakukan hampir berjalan 16 tahun belakangan. Selama itu, tak ada kabar pengangkatan dirinya. Yang jelas, Yeni berkeyakinan bahwa ia dan suaminya masih bisa bertahan hidup dan menghidupi dua buah hatinya. “Mengajar saya itu bisa disebut pengabdian. Karena itu, sejak 2005 lalu, saya membuka les-lesan. Sampai hari ini,” katanya.

Menurut dia, dari les-lesan yang dijalankannya itu, dia bisa mencukupi kehidupannya sehari-hari. Suami Yeni memang bekerja, tapi belum pekerjaan tetap. Suaminya juga sering membantunya dalam urusan mengajar. “Yang penting kami ada usaha. Selebihnya pasrahkan ke Yang Mahakuasa,” tutur ibu 38 tahun ini.

SIDOMEKAR, RADARJEMBER.ID – JUMAT pagi, sekitar pukul 05.30 itu, Suryani dan suaminya, Puji, terlihat sibuk di depan rumahnya, Dusun Beteng, Desa Sidomekar, Kecamatan Semboro. Di halaman rumahnya itu, sebuah meja kayu terpajang di sana. Di atas meja ada belasan macam jenis sayuran segar. Tak ketinggalan, lauk-pauk juga tersedia.

Tak berselang lama, beberapa warga setempat mulai berdatangan. Satu per satu warga itu mengambil sayur dan lauk milik Suryani dan suaminya itu. “Terima kasih, Mbak,” ucap seorang emak-emak seusai mengambil sayur. Tanpa menyerahkan uang.

Rupanya, Yeni, sapaan akrab Suryani, tidak sedang menjual sayuran dan lauk itu. Dia bersama sang suami membagikan gratis kepada warga sekitar rumahnya. “Tiap Jumat, ya, begini ini. Warga datang ambil sayur, lalu pulang,” kata Yeni.

Tak butuh waktu lama. Sekitar satu jam, sayur dan lauk yang disiapkannya sejak sehari sebelumnya itu sudah ludes. Kemudian, ia mulai melakukan rutinitas berikutnya, mengajar siswa. “Kalau mengajar dari pagi sampai siang. Lalu, siang sampai sore ngelesi anak-anak di rumahnya,” kata Yeni.

Diketahui, ibu dua anak itu seorang guru di SMP Negeri 1 Semboro dengan status sebagai guru SP (surat penugasan) yang diangkat sejak 2018 lalu. Dengan statusnya sebagai guru sukwan, Yeni bukanlah pendatang baru. Tepatnya sejak 2005 silam, ia sudah mengajar di beberapa sekolah.

Rutinitas mengajarnya itu dilakukan hampir berjalan 16 tahun belakangan. Selama itu, tak ada kabar pengangkatan dirinya. Yang jelas, Yeni berkeyakinan bahwa ia dan suaminya masih bisa bertahan hidup dan menghidupi dua buah hatinya. “Mengajar saya itu bisa disebut pengabdian. Karena itu, sejak 2005 lalu, saya membuka les-lesan. Sampai hari ini,” katanya.

Menurut dia, dari les-lesan yang dijalankannya itu, dia bisa mencukupi kehidupannya sehari-hari. Suami Yeni memang bekerja, tapi belum pekerjaan tetap. Suaminya juga sering membantunya dalam urusan mengajar. “Yang penting kami ada usaha. Selebihnya pasrahkan ke Yang Mahakuasa,” tutur ibu 38 tahun ini.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/