alexametrics
23 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Merah Putih Berkibar di Sawah dan Terminal

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tak ada upacara dengan ribuan peserta berseragam. Tak ada barisan pasukan pengibar bendera. Tak ada komandan upacara dengan sangkur. Tak ada podium inspektur upacara. Tak ada karpet merah yang digelar. Yang ada hanyalah ratusan petani bercaping yang berjajar membentuk formasi angka 75. Tentunya dengan menerapkan physical distancing.

Inilah yang terlihat di kawasan Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Taruna Bhumi Padepokan Arum Sabil di Dusun Pucukan, Desa Tanggul Kulon, Kecamatan Tanggul, Senin (17/8) kemarin. Ratusan petani, pria dan wanita, yang sebelumnya tengah mencangkul di ladang, langsung menghentikan aktivitas mereka tepat pukul 10.15.

Pukul 10.17 mereka telah siap di sebidang lahan yang memang disiapkan untuk upacara sederhana. Sembari membawa bendera-bendera kecil berukuran 40×20 sentimeter. Di tengah lahan tersebut telah terpasang tiang bendera. Petani yang bertugas sebagai pengibar bendera, sudah bersiap di salah satu sisi lahan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Diiringi lagu Indonesia Raya, para petani ini mengikuti upacara pengibaran bendera dengan khidmat. Salah satunya Suha, 56, yang mengaku bangga bisa ikut Upacara Peringatan Kemerdekaan RI. “Saya seumur-umur tidak pernah ikut upacara. Baru sekarang ini, sudah tua, bisa ikut bersama sesama buruh pertanian,” ujarnya, seusai upacara berlangsung.

Hal senada juga diungkapkan Sutik, 70. Rasa deg-degan pun muncul saat dia didapuk bertugas sebagai pengibar bendera. “Ngetek kauleh (deg-degan saya, Red) ketika diminta untuk menjadi petugas pengibar bendera. Saya takut putus tali benderanya saat bendera ada di tengah,” kata Sutik.

Arum Sabil, yang bertindak sebagai inspektur upacara, meminta para petani untuk menundukkan kepala demi mengheningkan cipta. Ini juga merupakan bentuk terima kasih kepada pejuang bangsa yang telah mengorbankan jiwa raga demi kemerdekaan Indonesia. “Kita bersama-sama dengan khidmat memperingati Hari Kemerdekaan Ke-75 Republik Indonesia di tengah pandemi Covid-19 ini,” tuturnya.

BERKIBAR DI KEHIJAUAN: Sejumlah petani tembakau turut mengibarkan bendera merah putih di Dusun Krajan Barat, Desa Candijati, Kecamatan Arjasa.

Kibaran bendera merah putih juga tampak di hijaunya hamparan sawah. Para petani pun tak mau ketinggalan merayakan Kemerdekaan RI. Meskipun mereka belum sepenuhnya merdeka dari kelangkaan pupuk subsidi.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tak ada upacara dengan ribuan peserta berseragam. Tak ada barisan pasukan pengibar bendera. Tak ada komandan upacara dengan sangkur. Tak ada podium inspektur upacara. Tak ada karpet merah yang digelar. Yang ada hanyalah ratusan petani bercaping yang berjajar membentuk formasi angka 75. Tentunya dengan menerapkan physical distancing.

Inilah yang terlihat di kawasan Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Taruna Bhumi Padepokan Arum Sabil di Dusun Pucukan, Desa Tanggul Kulon, Kecamatan Tanggul, Senin (17/8) kemarin. Ratusan petani, pria dan wanita, yang sebelumnya tengah mencangkul di ladang, langsung menghentikan aktivitas mereka tepat pukul 10.15.

Pukul 10.17 mereka telah siap di sebidang lahan yang memang disiapkan untuk upacara sederhana. Sembari membawa bendera-bendera kecil berukuran 40×20 sentimeter. Di tengah lahan tersebut telah terpasang tiang bendera. Petani yang bertugas sebagai pengibar bendera, sudah bersiap di salah satu sisi lahan.

Diiringi lagu Indonesia Raya, para petani ini mengikuti upacara pengibaran bendera dengan khidmat. Salah satunya Suha, 56, yang mengaku bangga bisa ikut Upacara Peringatan Kemerdekaan RI. “Saya seumur-umur tidak pernah ikut upacara. Baru sekarang ini, sudah tua, bisa ikut bersama sesama buruh pertanian,” ujarnya, seusai upacara berlangsung.

Hal senada juga diungkapkan Sutik, 70. Rasa deg-degan pun muncul saat dia didapuk bertugas sebagai pengibar bendera. “Ngetek kauleh (deg-degan saya, Red) ketika diminta untuk menjadi petugas pengibar bendera. Saya takut putus tali benderanya saat bendera ada di tengah,” kata Sutik.

Arum Sabil, yang bertindak sebagai inspektur upacara, meminta para petani untuk menundukkan kepala demi mengheningkan cipta. Ini juga merupakan bentuk terima kasih kepada pejuang bangsa yang telah mengorbankan jiwa raga demi kemerdekaan Indonesia. “Kita bersama-sama dengan khidmat memperingati Hari Kemerdekaan Ke-75 Republik Indonesia di tengah pandemi Covid-19 ini,” tuturnya.

BERKIBAR DI KEHIJAUAN: Sejumlah petani tembakau turut mengibarkan bendera merah putih di Dusun Krajan Barat, Desa Candijati, Kecamatan Arjasa.

Kibaran bendera merah putih juga tampak di hijaunya hamparan sawah. Para petani pun tak mau ketinggalan merayakan Kemerdekaan RI. Meskipun mereka belum sepenuhnya merdeka dari kelangkaan pupuk subsidi.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tak ada upacara dengan ribuan peserta berseragam. Tak ada barisan pasukan pengibar bendera. Tak ada komandan upacara dengan sangkur. Tak ada podium inspektur upacara. Tak ada karpet merah yang digelar. Yang ada hanyalah ratusan petani bercaping yang berjajar membentuk formasi angka 75. Tentunya dengan menerapkan physical distancing.

Inilah yang terlihat di kawasan Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Taruna Bhumi Padepokan Arum Sabil di Dusun Pucukan, Desa Tanggul Kulon, Kecamatan Tanggul, Senin (17/8) kemarin. Ratusan petani, pria dan wanita, yang sebelumnya tengah mencangkul di ladang, langsung menghentikan aktivitas mereka tepat pukul 10.15.

Pukul 10.17 mereka telah siap di sebidang lahan yang memang disiapkan untuk upacara sederhana. Sembari membawa bendera-bendera kecil berukuran 40×20 sentimeter. Di tengah lahan tersebut telah terpasang tiang bendera. Petani yang bertugas sebagai pengibar bendera, sudah bersiap di salah satu sisi lahan.

Diiringi lagu Indonesia Raya, para petani ini mengikuti upacara pengibaran bendera dengan khidmat. Salah satunya Suha, 56, yang mengaku bangga bisa ikut Upacara Peringatan Kemerdekaan RI. “Saya seumur-umur tidak pernah ikut upacara. Baru sekarang ini, sudah tua, bisa ikut bersama sesama buruh pertanian,” ujarnya, seusai upacara berlangsung.

Hal senada juga diungkapkan Sutik, 70. Rasa deg-degan pun muncul saat dia didapuk bertugas sebagai pengibar bendera. “Ngetek kauleh (deg-degan saya, Red) ketika diminta untuk menjadi petugas pengibar bendera. Saya takut putus tali benderanya saat bendera ada di tengah,” kata Sutik.

Arum Sabil, yang bertindak sebagai inspektur upacara, meminta para petani untuk menundukkan kepala demi mengheningkan cipta. Ini juga merupakan bentuk terima kasih kepada pejuang bangsa yang telah mengorbankan jiwa raga demi kemerdekaan Indonesia. “Kita bersama-sama dengan khidmat memperingati Hari Kemerdekaan Ke-75 Republik Indonesia di tengah pandemi Covid-19 ini,” tuturnya.

BERKIBAR DI KEHIJAUAN: Sejumlah petani tembakau turut mengibarkan bendera merah putih di Dusun Krajan Barat, Desa Candijati, Kecamatan Arjasa.

Kibaran bendera merah putih juga tampak di hijaunya hamparan sawah. Para petani pun tak mau ketinggalan merayakan Kemerdekaan RI. Meskipun mereka belum sepenuhnya merdeka dari kelangkaan pupuk subsidi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/