alexametrics
27.8 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Lari 75 Kilometer untuk HUT Ke-75 RI

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Keringat Firdaus Dellabas seutuhnya belum kering, kala beristirahat di daerah Jembatan Jarwo, Jalan Mastrip, siang kemarin (17/8). Rambutnya masih basah, begitupun dengan jersey yang dia kenakan. Tapi dia bersama anggota Jember Runner lainnya masih semangat membawa bendera merah putih, dan kembali menuntaskan rute menuju Alun-Alun Jember.

Ya, perayaan HUT Kemerdekaan Ke-75 RI memang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Tidak ada upacara bendera di Alun-Alun, akibat pandemi korona. Hanya digelar secara virtual. Tapi bagi para pelari yang tergabung Jember Runner, semangat mereka tidak luntur. Firdaus Dellabas mengatakan, lari sepanjang 75 kilometer tersebut sebagai wujud kami untuk merayakan kemerdekaan.

Menurutnya, 75 kilometer itu tidak jauh. Sebab, para pejuang dulu bisa lebih dari itu untuk berjalan dan berlari, dalam perang gerilya. “Pejuang jalan berhari-hari dari kota A ke kota B, mereka juga bisa menahan lapar, walau penjajah mengikuti dan bisa menyergap mereka bila tidak hati-hati,” jelasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Keringat Firdaus Dellabas seutuhnya belum kering, kala beristirahat di daerah Jembatan Jarwo, Jalan Mastrip, siang kemarin (17/8). Rambutnya masih basah, begitupun dengan jersey yang dia kenakan. Tapi dia bersama anggota Jember Runner lainnya masih semangat membawa bendera merah putih, dan kembali menuntaskan rute menuju Alun-Alun Jember.

Ya, perayaan HUT Kemerdekaan Ke-75 RI memang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Tidak ada upacara bendera di Alun-Alun, akibat pandemi korona. Hanya digelar secara virtual. Tapi bagi para pelari yang tergabung Jember Runner, semangat mereka tidak luntur. Firdaus Dellabas mengatakan, lari sepanjang 75 kilometer tersebut sebagai wujud kami untuk merayakan kemerdekaan.

Menurutnya, 75 kilometer itu tidak jauh. Sebab, para pejuang dulu bisa lebih dari itu untuk berjalan dan berlari, dalam perang gerilya. “Pejuang jalan berhari-hari dari kota A ke kota B, mereka juga bisa menahan lapar, walau penjajah mengikuti dan bisa menyergap mereka bila tidak hati-hati,” jelasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Keringat Firdaus Dellabas seutuhnya belum kering, kala beristirahat di daerah Jembatan Jarwo, Jalan Mastrip, siang kemarin (17/8). Rambutnya masih basah, begitupun dengan jersey yang dia kenakan. Tapi dia bersama anggota Jember Runner lainnya masih semangat membawa bendera merah putih, dan kembali menuntaskan rute menuju Alun-Alun Jember.

Ya, perayaan HUT Kemerdekaan Ke-75 RI memang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Tidak ada upacara bendera di Alun-Alun, akibat pandemi korona. Hanya digelar secara virtual. Tapi bagi para pelari yang tergabung Jember Runner, semangat mereka tidak luntur. Firdaus Dellabas mengatakan, lari sepanjang 75 kilometer tersebut sebagai wujud kami untuk merayakan kemerdekaan.

Menurutnya, 75 kilometer itu tidak jauh. Sebab, para pejuang dulu bisa lebih dari itu untuk berjalan dan berlari, dalam perang gerilya. “Pejuang jalan berhari-hari dari kota A ke kota B, mereka juga bisa menahan lapar, walau penjajah mengikuti dan bisa menyergap mereka bila tidak hati-hati,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/