alexametrics
22.3 C
Jember
Tuesday, 9 August 2022

Garapan Multiyears Molor, Pekerjaan Belum Beres

 Dinas Akui Sudah Beri Extra Time Plus Denda

Mobile_AP_Rectangle 1

UMBULSARI, Radar Jember – Sudah dikasih hati malah minta jantung. Mungkin ini gambaran untuk para rekanan penggarap aspal multiyears yang belakangan terus menuai sorotan. Lantaran hasil pekerjaan aspalnya yang belum beres.

BACA JUGA: Semangat Ajaran Baru, Siswa di Jember Tetap Masuk meski Baru Sembuh

Seperti pada salah satu ruas jalan di Desa Paleran, Kecamatan Umbulsari, yang belum lama ini diketahui hasil perbaikan aspalnya sepanjang sekitar 700 meter baru selesai separo sisi. Namun, alat-alat beratnya sempat diangkut oleh rekanan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Hal itu sempat memicu kegaduhan masyarakat setempat lantaran kondisi perbaikan jalan yang tidak beres, namun ditinggal begitu saja. Terpampang di papan proyek jalan tersebut, PT Tanjung Harapan dengan nilai kontrak Rp 16,7 miliar dan durasi pekerjaan 6 Januari hingga 6 Juli 2022.

Pihak rekanan berdalih, diangkutnya alat berat tersebut selama sekitar satu pekan, karena tengah ada perbaikan pada alat beratnya dan digunakan untuk menyelesaikan suatu proyek lain di Kabupaten Banyuwangi. “Kalau pekerjaan kita sebenarnya kurang 30 persen, hampir selesai. Kalau soal alat berat itu, memang ada servis dan dipakai di Banyuwangi. Habis itu kami kembalikan lagi dan mulai kerja lagi,” beber Amrullah, Direktur PT Tanjung Harapan, kala dikonfirmasi, Jumat (15/7) kemarin.

Pihaknya juga mengakui, kontrak pekerjaan yang seharusnya selesai pada 6 Juli 2022 kemarin telah diusulkan meminta perpanjangan waktu selama dua minggu, dan telah disetujui oleh Dinas PU Bina Marga Jember. “Perpanjangan otomatis disertai denda keterlambatan, dengan melihat kondisinya seperti apa,” imbuh dia.

- Advertisement -

UMBULSARI, Radar Jember – Sudah dikasih hati malah minta jantung. Mungkin ini gambaran untuk para rekanan penggarap aspal multiyears yang belakangan terus menuai sorotan. Lantaran hasil pekerjaan aspalnya yang belum beres.

BACA JUGA: Semangat Ajaran Baru, Siswa di Jember Tetap Masuk meski Baru Sembuh

Seperti pada salah satu ruas jalan di Desa Paleran, Kecamatan Umbulsari, yang belum lama ini diketahui hasil perbaikan aspalnya sepanjang sekitar 700 meter baru selesai separo sisi. Namun, alat-alat beratnya sempat diangkut oleh rekanan.

Hal itu sempat memicu kegaduhan masyarakat setempat lantaran kondisi perbaikan jalan yang tidak beres, namun ditinggal begitu saja. Terpampang di papan proyek jalan tersebut, PT Tanjung Harapan dengan nilai kontrak Rp 16,7 miliar dan durasi pekerjaan 6 Januari hingga 6 Juli 2022.

Pihak rekanan berdalih, diangkutnya alat berat tersebut selama sekitar satu pekan, karena tengah ada perbaikan pada alat beratnya dan digunakan untuk menyelesaikan suatu proyek lain di Kabupaten Banyuwangi. “Kalau pekerjaan kita sebenarnya kurang 30 persen, hampir selesai. Kalau soal alat berat itu, memang ada servis dan dipakai di Banyuwangi. Habis itu kami kembalikan lagi dan mulai kerja lagi,” beber Amrullah, Direktur PT Tanjung Harapan, kala dikonfirmasi, Jumat (15/7) kemarin.

Pihaknya juga mengakui, kontrak pekerjaan yang seharusnya selesai pada 6 Juli 2022 kemarin telah diusulkan meminta perpanjangan waktu selama dua minggu, dan telah disetujui oleh Dinas PU Bina Marga Jember. “Perpanjangan otomatis disertai denda keterlambatan, dengan melihat kondisinya seperti apa,” imbuh dia.

UMBULSARI, Radar Jember – Sudah dikasih hati malah minta jantung. Mungkin ini gambaran untuk para rekanan penggarap aspal multiyears yang belakangan terus menuai sorotan. Lantaran hasil pekerjaan aspalnya yang belum beres.

BACA JUGA: Semangat Ajaran Baru, Siswa di Jember Tetap Masuk meski Baru Sembuh

Seperti pada salah satu ruas jalan di Desa Paleran, Kecamatan Umbulsari, yang belum lama ini diketahui hasil perbaikan aspalnya sepanjang sekitar 700 meter baru selesai separo sisi. Namun, alat-alat beratnya sempat diangkut oleh rekanan.

Hal itu sempat memicu kegaduhan masyarakat setempat lantaran kondisi perbaikan jalan yang tidak beres, namun ditinggal begitu saja. Terpampang di papan proyek jalan tersebut, PT Tanjung Harapan dengan nilai kontrak Rp 16,7 miliar dan durasi pekerjaan 6 Januari hingga 6 Juli 2022.

Pihak rekanan berdalih, diangkutnya alat berat tersebut selama sekitar satu pekan, karena tengah ada perbaikan pada alat beratnya dan digunakan untuk menyelesaikan suatu proyek lain di Kabupaten Banyuwangi. “Kalau pekerjaan kita sebenarnya kurang 30 persen, hampir selesai. Kalau soal alat berat itu, memang ada servis dan dipakai di Banyuwangi. Habis itu kami kembalikan lagi dan mulai kerja lagi,” beber Amrullah, Direktur PT Tanjung Harapan, kala dikonfirmasi, Jumat (15/7) kemarin.

Pihaknya juga mengakui, kontrak pekerjaan yang seharusnya selesai pada 6 Juli 2022 kemarin telah diusulkan meminta perpanjangan waktu selama dua minggu, dan telah disetujui oleh Dinas PU Bina Marga Jember. “Perpanjangan otomatis disertai denda keterlambatan, dengan melihat kondisinya seperti apa,” imbuh dia.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/