alexametrics
28.6 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Jembatan Terapung di Atas Sungai

Mobile_AP_Rectangle 1

RADAR JEMBER.ID – Sungai Bedadung yang mengalir membelah Kota Jember juga melewati sejumlah desa yang. Tiap desa yang dilewati sungai tersebut harus menyiapkan jembatan yang cukup memadai agar masyarakat bisa menyeberang. Namun, ternyata tak semuanya sudah memiliki jembatan memadai. Beberapa di antaranya masih sangat memprihatinkan.

Seperti jembatan yang berada di Dusun Rejosari, Desa Gumelar, Balung. Sebuah jembatan dibangun secara swadaya oleh masyarakat dari kayu, dan hampir mengapung di atas sungai. Tak heran jika masyarakat sekitar lebih sering menyebutnya sebagai jembatan apong. Karena bentuknya yang terbuat dari kayu dan mengapung, pengendara yang hendak melewatinya tentu harus bergantian. Sebab, lebar jembatan hanya dua meter.

Terlepas dari kondisinya yang memprihatinkan, warga Dusun Rejosari ternyata masih menganggap jembatan ini sebagai ikon wilayah mereka. Mereka tak ragu untuk melakukan sejumlah perawatan jika dibutuhkan. Wah, bisa jadi contoh desa-desa lainnya nih. (*)

- Advertisement -

RADAR JEMBER.ID – Sungai Bedadung yang mengalir membelah Kota Jember juga melewati sejumlah desa yang. Tiap desa yang dilewati sungai tersebut harus menyiapkan jembatan yang cukup memadai agar masyarakat bisa menyeberang. Namun, ternyata tak semuanya sudah memiliki jembatan memadai. Beberapa di antaranya masih sangat memprihatinkan.

Seperti jembatan yang berada di Dusun Rejosari, Desa Gumelar, Balung. Sebuah jembatan dibangun secara swadaya oleh masyarakat dari kayu, dan hampir mengapung di atas sungai. Tak heran jika masyarakat sekitar lebih sering menyebutnya sebagai jembatan apong. Karena bentuknya yang terbuat dari kayu dan mengapung, pengendara yang hendak melewatinya tentu harus bergantian. Sebab, lebar jembatan hanya dua meter.

Terlepas dari kondisinya yang memprihatinkan, warga Dusun Rejosari ternyata masih menganggap jembatan ini sebagai ikon wilayah mereka. Mereka tak ragu untuk melakukan sejumlah perawatan jika dibutuhkan. Wah, bisa jadi contoh desa-desa lainnya nih. (*)

RADAR JEMBER.ID – Sungai Bedadung yang mengalir membelah Kota Jember juga melewati sejumlah desa yang. Tiap desa yang dilewati sungai tersebut harus menyiapkan jembatan yang cukup memadai agar masyarakat bisa menyeberang. Namun, ternyata tak semuanya sudah memiliki jembatan memadai. Beberapa di antaranya masih sangat memprihatinkan.

Seperti jembatan yang berada di Dusun Rejosari, Desa Gumelar, Balung. Sebuah jembatan dibangun secara swadaya oleh masyarakat dari kayu, dan hampir mengapung di atas sungai. Tak heran jika masyarakat sekitar lebih sering menyebutnya sebagai jembatan apong. Karena bentuknya yang terbuat dari kayu dan mengapung, pengendara yang hendak melewatinya tentu harus bergantian. Sebab, lebar jembatan hanya dua meter.

Terlepas dari kondisinya yang memprihatinkan, warga Dusun Rejosari ternyata masih menganggap jembatan ini sebagai ikon wilayah mereka. Mereka tak ragu untuk melakukan sejumlah perawatan jika dibutuhkan. Wah, bisa jadi contoh desa-desa lainnya nih. (*)

BERITA TERKINI

Patenkan Target Masuk Final

Hanya Punya Satu Dokter Hewan

Pabrik Pupuk Gagal Dibangun!

Bahagia, Ibadah Bersama Keluarga

Wajib Dibaca

/