alexametrics
23 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

 Nihil Anggaran Tangani PMK

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, Radar Jember – Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak di Jember sudah tembus 1.400-an kasus. Bahkan tujuh hewan ternak di sejumlah titik, dilaporkan mati karena positif terjangkit PMK.

BACA JUGA : Erick Thohir Banyak Diusulkan Maju Capres pada Rakernas NasDem

Kendati wabah tersebut sudah menginfeksi ribuan hewan ternak sapi, kambing, atau domba di Jember ini, namun pemerintah daerah sepertinya masih gagap untuk melakukan upaya penanggulangan. Hal itu diketahui dengan tiadanya sokongan anggaran untuk melakukan penanganan PMK.

Mobile_AP_Rectangle 2

Padahal ketika wabah ini begitu masif tersebar, banyak masyarakat yang justru merugi lantaran harga ternak yang terjun bebas. “Kita belum punya anggaran untuk tangani PMK,” aku Andi Prastowo, kepala Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan Jember kala dikonfirmasi, kemarin.

Muasal tidak siapnya sokongan anggaran penanganan PMK itu sebenarnya disayangkan. Padahal di beberapa kabupaten tetangga, beberapa diantaranya sudah mengalokasikan. Bahkan ada yang sudah mengeksekusi sebagai tanda bahwa pemerintah daerah garcep tangani PMK. Namun untuk di Jember, hal itu diakui Andi tidak semudah demikian.

Menurut dia, belum adanya sokongan anggaran itu karena memang belum dianggarkan. Lantas urusan penanganan di lapangan seperti apa, pihaknya mengandalkan tim lapangan yang setiap harinya memantau perkembangan wabah tersebut, berikut melaporkan suspect terbaru ke dinas.

- Advertisement -

SUMBERSARI, Radar Jember – Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak di Jember sudah tembus 1.400-an kasus. Bahkan tujuh hewan ternak di sejumlah titik, dilaporkan mati karena positif terjangkit PMK.

BACA JUGA : Erick Thohir Banyak Diusulkan Maju Capres pada Rakernas NasDem

Kendati wabah tersebut sudah menginfeksi ribuan hewan ternak sapi, kambing, atau domba di Jember ini, namun pemerintah daerah sepertinya masih gagap untuk melakukan upaya penanggulangan. Hal itu diketahui dengan tiadanya sokongan anggaran untuk melakukan penanganan PMK.

Padahal ketika wabah ini begitu masif tersebar, banyak masyarakat yang justru merugi lantaran harga ternak yang terjun bebas. “Kita belum punya anggaran untuk tangani PMK,” aku Andi Prastowo, kepala Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan Jember kala dikonfirmasi, kemarin.

Muasal tidak siapnya sokongan anggaran penanganan PMK itu sebenarnya disayangkan. Padahal di beberapa kabupaten tetangga, beberapa diantaranya sudah mengalokasikan. Bahkan ada yang sudah mengeksekusi sebagai tanda bahwa pemerintah daerah garcep tangani PMK. Namun untuk di Jember, hal itu diakui Andi tidak semudah demikian.

Menurut dia, belum adanya sokongan anggaran itu karena memang belum dianggarkan. Lantas urusan penanganan di lapangan seperti apa, pihaknya mengandalkan tim lapangan yang setiap harinya memantau perkembangan wabah tersebut, berikut melaporkan suspect terbaru ke dinas.

SUMBERSARI, Radar Jember – Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak di Jember sudah tembus 1.400-an kasus. Bahkan tujuh hewan ternak di sejumlah titik, dilaporkan mati karena positif terjangkit PMK.

BACA JUGA : Erick Thohir Banyak Diusulkan Maju Capres pada Rakernas NasDem

Kendati wabah tersebut sudah menginfeksi ribuan hewan ternak sapi, kambing, atau domba di Jember ini, namun pemerintah daerah sepertinya masih gagap untuk melakukan upaya penanggulangan. Hal itu diketahui dengan tiadanya sokongan anggaran untuk melakukan penanganan PMK.

Padahal ketika wabah ini begitu masif tersebar, banyak masyarakat yang justru merugi lantaran harga ternak yang terjun bebas. “Kita belum punya anggaran untuk tangani PMK,” aku Andi Prastowo, kepala Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan Jember kala dikonfirmasi, kemarin.

Muasal tidak siapnya sokongan anggaran penanganan PMK itu sebenarnya disayangkan. Padahal di beberapa kabupaten tetangga, beberapa diantaranya sudah mengalokasikan. Bahkan ada yang sudah mengeksekusi sebagai tanda bahwa pemerintah daerah garcep tangani PMK. Namun untuk di Jember, hal itu diakui Andi tidak semudah demikian.

Menurut dia, belum adanya sokongan anggaran itu karena memang belum dianggarkan. Lantas urusan penanganan di lapangan seperti apa, pihaknya mengandalkan tim lapangan yang setiap harinya memantau perkembangan wabah tersebut, berikut melaporkan suspect terbaru ke dinas.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/