alexametrics
23 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Petinggi Kampus Diadukan Lecehkan Dosen

Kasus dugaan pencabulan yang melibatkan pejabat kampus kembali terjadi. Kali ini, salah seorang pimpinan di Universitas PGRI Argopuro (Unipar) Jember diadukan melakukan pelecehan seksual terhadap salah satu dosen. Tragedi ini dianggap mencoreng marwah perguruan tinggi.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Siang kemarin (17/6), tepat pukul 11.12, seorang lelaki berkemeja merah berjalan bersama istrinya. Bersama satu rekannya lagi, mereka menuju ruang Perkumpulan Pembinaan Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi (PPLP PT) Unipar Jember. Kedatangan mereka untuk menuntut penyelesaian kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh RS, salah seorang pimpinan di kampus Jalan Jawa itu.
Suami beserta korban ditemui oleh Ketua Yayasan PPLP PT PGRI Ali Syamsuddin.

Pertemuan yang berlangsung tertutup dengan pihak yayasan itu berjalan sekitar satu jam. Usai klarifikasi, internal Unipar masih melakukan rapat tertutup yang diikuti civitas academica. Dalam rapat tersebut, terduga RS tidak hadir. Rapat pun berlangsung hampir dua jam. Mulai pukul 12.00 hingga pukul 13.49.

Mobile_AP_Rectangle 2

Seusai mengikuti rapat, semua civitas academica bungkam. Ketika ditanya mengenai kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan salah seorang petingginya, banyak yang enggan menjawab. “Mohon maaf. Bukan kewenangan saya untuk menjawab. Itu ranah PPLP PT,” kata salah satu tenaga pengajar di Unipar ketika dikonfirmasi seusai mengikuti rapat tersebut.

Jawa Pos Radar Jember berupaya mendapatkan konfirmasi dari RS. Mulai dengan mendatangi kantornya, menghubungi lewat sambungan telepon, hingga berusaha mewawancarai lewat pesan singkat WhatsApp. Namun, upaya itu tak membuahkan hasil. Terduga RS tidak merespons sama sekali upaya konfirmasi itu.

Upaya konfirmasi juga dilakukan kepada Ketua Yayasan PPLP PT. Namun, beberapa pihak menghalangi untuk bertemu. Mereka mengatakan, Ali Syamsuddin tidak di kampus dan telah kembali ke rumah. Padahal, informasi dari beberapa dosen yang lain, ketua yayasan masih berada di ruangannya.

Keterangan baru didapatkan setelah Jawa Pos Radar Jember menemui Wakil Ketua Yayasan PPLP PT Makmuri. Dia mengatakan, pihaknya masih belum bisa memberikan keterangan. Karena masih akan mengadakan rapat internal lagi. “Keputusannya tadi, ada rapat keputusan, Senin (pekan depan, Red). Meski teman-teman minta disegerakan besok (Jumat, Red). Namun, insyaallah (tetap) Senin,” ungkap Makmuri.

Kasus pelecehan seksual ini terkuak ketika beredar surat tuntutan dari M, suami korban. Isi surat itu berkaitan dengan tuntutan penyelesaian kasus pelecehan seksual yang dilakukan RS terhadap istrinya. Pelecehan ini sudah berlangsung sekitar dua pekan lalu, yang terjadi di dua tempat. Mobil dan hotel.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Siang kemarin (17/6), tepat pukul 11.12, seorang lelaki berkemeja merah berjalan bersama istrinya. Bersama satu rekannya lagi, mereka menuju ruang Perkumpulan Pembinaan Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi (PPLP PT) Unipar Jember. Kedatangan mereka untuk menuntut penyelesaian kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh RS, salah seorang pimpinan di kampus Jalan Jawa itu.
Suami beserta korban ditemui oleh Ketua Yayasan PPLP PT PGRI Ali Syamsuddin.

Pertemuan yang berlangsung tertutup dengan pihak yayasan itu berjalan sekitar satu jam. Usai klarifikasi, internal Unipar masih melakukan rapat tertutup yang diikuti civitas academica. Dalam rapat tersebut, terduga RS tidak hadir. Rapat pun berlangsung hampir dua jam. Mulai pukul 12.00 hingga pukul 13.49.

Seusai mengikuti rapat, semua civitas academica bungkam. Ketika ditanya mengenai kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan salah seorang petingginya, banyak yang enggan menjawab. “Mohon maaf. Bukan kewenangan saya untuk menjawab. Itu ranah PPLP PT,” kata salah satu tenaga pengajar di Unipar ketika dikonfirmasi seusai mengikuti rapat tersebut.

Jawa Pos Radar Jember berupaya mendapatkan konfirmasi dari RS. Mulai dengan mendatangi kantornya, menghubungi lewat sambungan telepon, hingga berusaha mewawancarai lewat pesan singkat WhatsApp. Namun, upaya itu tak membuahkan hasil. Terduga RS tidak merespons sama sekali upaya konfirmasi itu.

Upaya konfirmasi juga dilakukan kepada Ketua Yayasan PPLP PT. Namun, beberapa pihak menghalangi untuk bertemu. Mereka mengatakan, Ali Syamsuddin tidak di kampus dan telah kembali ke rumah. Padahal, informasi dari beberapa dosen yang lain, ketua yayasan masih berada di ruangannya.

Keterangan baru didapatkan setelah Jawa Pos Radar Jember menemui Wakil Ketua Yayasan PPLP PT Makmuri. Dia mengatakan, pihaknya masih belum bisa memberikan keterangan. Karena masih akan mengadakan rapat internal lagi. “Keputusannya tadi, ada rapat keputusan, Senin (pekan depan, Red). Meski teman-teman minta disegerakan besok (Jumat, Red). Namun, insyaallah (tetap) Senin,” ungkap Makmuri.

Kasus pelecehan seksual ini terkuak ketika beredar surat tuntutan dari M, suami korban. Isi surat itu berkaitan dengan tuntutan penyelesaian kasus pelecehan seksual yang dilakukan RS terhadap istrinya. Pelecehan ini sudah berlangsung sekitar dua pekan lalu, yang terjadi di dua tempat. Mobil dan hotel.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Siang kemarin (17/6), tepat pukul 11.12, seorang lelaki berkemeja merah berjalan bersama istrinya. Bersama satu rekannya lagi, mereka menuju ruang Perkumpulan Pembinaan Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi (PPLP PT) Unipar Jember. Kedatangan mereka untuk menuntut penyelesaian kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh RS, salah seorang pimpinan di kampus Jalan Jawa itu.
Suami beserta korban ditemui oleh Ketua Yayasan PPLP PT PGRI Ali Syamsuddin.

Pertemuan yang berlangsung tertutup dengan pihak yayasan itu berjalan sekitar satu jam. Usai klarifikasi, internal Unipar masih melakukan rapat tertutup yang diikuti civitas academica. Dalam rapat tersebut, terduga RS tidak hadir. Rapat pun berlangsung hampir dua jam. Mulai pukul 12.00 hingga pukul 13.49.

Seusai mengikuti rapat, semua civitas academica bungkam. Ketika ditanya mengenai kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan salah seorang petingginya, banyak yang enggan menjawab. “Mohon maaf. Bukan kewenangan saya untuk menjawab. Itu ranah PPLP PT,” kata salah satu tenaga pengajar di Unipar ketika dikonfirmasi seusai mengikuti rapat tersebut.

Jawa Pos Radar Jember berupaya mendapatkan konfirmasi dari RS. Mulai dengan mendatangi kantornya, menghubungi lewat sambungan telepon, hingga berusaha mewawancarai lewat pesan singkat WhatsApp. Namun, upaya itu tak membuahkan hasil. Terduga RS tidak merespons sama sekali upaya konfirmasi itu.

Upaya konfirmasi juga dilakukan kepada Ketua Yayasan PPLP PT. Namun, beberapa pihak menghalangi untuk bertemu. Mereka mengatakan, Ali Syamsuddin tidak di kampus dan telah kembali ke rumah. Padahal, informasi dari beberapa dosen yang lain, ketua yayasan masih berada di ruangannya.

Keterangan baru didapatkan setelah Jawa Pos Radar Jember menemui Wakil Ketua Yayasan PPLP PT Makmuri. Dia mengatakan, pihaknya masih belum bisa memberikan keterangan. Karena masih akan mengadakan rapat internal lagi. “Keputusannya tadi, ada rapat keputusan, Senin (pekan depan, Red). Meski teman-teman minta disegerakan besok (Jumat, Red). Namun, insyaallah (tetap) Senin,” ungkap Makmuri.

Kasus pelecehan seksual ini terkuak ketika beredar surat tuntutan dari M, suami korban. Isi surat itu berkaitan dengan tuntutan penyelesaian kasus pelecehan seksual yang dilakukan RS terhadap istrinya. Pelecehan ini sudah berlangsung sekitar dua pekan lalu, yang terjadi di dua tempat. Mobil dan hotel.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/