alexametrics
32.5 C
Jember
Friday, 22 October 2021

Lemot, Ganggu Pendaftaran PPDB Zonasi

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Proses pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur zonasi sempat terganggu. Sebab, sejumlah orang tua dan guru pendamping yang melakukan pendaftaran daring mengalami kesulitan lantaran gagal memasukkan data di laman pendaftaran. Diduga, website Dinas Pendidikan Jember itu overload, sehingga proses pendaftaran menjadi lemot.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember di SMPN 7 Jember, semula pendaftaran yang dimulai sejak pukul 07.00 itu tidak ada masalah. Tapi satu setengah jam kemudian, tepatnya pukul 08.30, akses ke laman pendaftaran mulai terganggu. Kondisi baru normal sekitar pukul 11.30. Sehingga sekitar tiga jam, para orang tua kesulitan mengisi data calon siswa. Seperti alamat, foto, dan tanggal lahir anaknya.

Bermasalahnya website Diknas itu berakibat terjadinya penumpukan jumlah orang yang mendaftar. Apalagi, para siswa tak datang sendiri, mereka juga ditemani orang tua masing-masing. Sementara guru pendamping berusaha membantu agar proses itu berjalan lancar.

Mobile_AP_Rectangle 2

Fitri, orang tua dari salah seorang calon siswa, mengaku, sejak pagi dirinya sudah datang ke sekolah. Bahkan, mulai pukul 07.00 dia sudah berusaha mengakses. Hanya saja, saat mengentri data dan foto untuk melengkapi formulir pendaftaran, jaringannya terganggu. Sehingga prosesnya memakan waktu lebih lama. Hal serupa juga dialami Suryadi. Dia juga mengaku mengalami gangguan saat melakukan pendaftaran.

Tulus, guru IPA SMPN 7 Jember, mengungkapkan, kendati sempat terganggu, namun pendaftaran jalur zonasi di hari pertama itu lancar sampai terakhir penutupan. “Tadi di layar monitor muncul tulisan mohon maaf, traffic sedang ramai. Silakan tunggu beberapa saat lagi,” ucapnya, menceritakan kendala yang dialami.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jember Edy Budi Susilo mengatakan, sebenarnya secara umum untuk proses pendaftaran hari pertama PPDB tidak ada masalah. Tapi karena hari pertama, banyak orang tua yang berbondong-bondong mendaftarkan anaknya di sekolah. “Tadi saya cek langsung ke posko tidak ada persoalan,” tuturnya.

Edy menjelaskan, sampai pendaftaran ditutup pada pukul 14.00, sudah tercatat ada 6.136 calon siswa yang mendaftar. Hal ini, kata dia, menunjukkan jika proses pendaftaran itu sebenarnya tak ada persoalan serius. “Memang ada orang tua calon siswa yang datang ke Diknas, dia mengaku kesulitan saat meng-input. Ternyata, saat mendaftar belum menulis alamat dan tanggal lahir, tapi sudah di-enter,” ujarnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Proses pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur zonasi sempat terganggu. Sebab, sejumlah orang tua dan guru pendamping yang melakukan pendaftaran daring mengalami kesulitan lantaran gagal memasukkan data di laman pendaftaran. Diduga, website Dinas Pendidikan Jember itu overload, sehingga proses pendaftaran menjadi lemot.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember di SMPN 7 Jember, semula pendaftaran yang dimulai sejak pukul 07.00 itu tidak ada masalah. Tapi satu setengah jam kemudian, tepatnya pukul 08.30, akses ke laman pendaftaran mulai terganggu. Kondisi baru normal sekitar pukul 11.30. Sehingga sekitar tiga jam, para orang tua kesulitan mengisi data calon siswa. Seperti alamat, foto, dan tanggal lahir anaknya.

Bermasalahnya website Diknas itu berakibat terjadinya penumpukan jumlah orang yang mendaftar. Apalagi, para siswa tak datang sendiri, mereka juga ditemani orang tua masing-masing. Sementara guru pendamping berusaha membantu agar proses itu berjalan lancar.

Fitri, orang tua dari salah seorang calon siswa, mengaku, sejak pagi dirinya sudah datang ke sekolah. Bahkan, mulai pukul 07.00 dia sudah berusaha mengakses. Hanya saja, saat mengentri data dan foto untuk melengkapi formulir pendaftaran, jaringannya terganggu. Sehingga prosesnya memakan waktu lebih lama. Hal serupa juga dialami Suryadi. Dia juga mengaku mengalami gangguan saat melakukan pendaftaran.

Tulus, guru IPA SMPN 7 Jember, mengungkapkan, kendati sempat terganggu, namun pendaftaran jalur zonasi di hari pertama itu lancar sampai terakhir penutupan. “Tadi di layar monitor muncul tulisan mohon maaf, traffic sedang ramai. Silakan tunggu beberapa saat lagi,” ucapnya, menceritakan kendala yang dialami.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jember Edy Budi Susilo mengatakan, sebenarnya secara umum untuk proses pendaftaran hari pertama PPDB tidak ada masalah. Tapi karena hari pertama, banyak orang tua yang berbondong-bondong mendaftarkan anaknya di sekolah. “Tadi saya cek langsung ke posko tidak ada persoalan,” tuturnya.

Edy menjelaskan, sampai pendaftaran ditutup pada pukul 14.00, sudah tercatat ada 6.136 calon siswa yang mendaftar. Hal ini, kata dia, menunjukkan jika proses pendaftaran itu sebenarnya tak ada persoalan serius. “Memang ada orang tua calon siswa yang datang ke Diknas, dia mengaku kesulitan saat meng-input. Ternyata, saat mendaftar belum menulis alamat dan tanggal lahir, tapi sudah di-enter,” ujarnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Proses pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur zonasi sempat terganggu. Sebab, sejumlah orang tua dan guru pendamping yang melakukan pendaftaran daring mengalami kesulitan lantaran gagal memasukkan data di laman pendaftaran. Diduga, website Dinas Pendidikan Jember itu overload, sehingga proses pendaftaran menjadi lemot.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember di SMPN 7 Jember, semula pendaftaran yang dimulai sejak pukul 07.00 itu tidak ada masalah. Tapi satu setengah jam kemudian, tepatnya pukul 08.30, akses ke laman pendaftaran mulai terganggu. Kondisi baru normal sekitar pukul 11.30. Sehingga sekitar tiga jam, para orang tua kesulitan mengisi data calon siswa. Seperti alamat, foto, dan tanggal lahir anaknya.

Bermasalahnya website Diknas itu berakibat terjadinya penumpukan jumlah orang yang mendaftar. Apalagi, para siswa tak datang sendiri, mereka juga ditemani orang tua masing-masing. Sementara guru pendamping berusaha membantu agar proses itu berjalan lancar.

Fitri, orang tua dari salah seorang calon siswa, mengaku, sejak pagi dirinya sudah datang ke sekolah. Bahkan, mulai pukul 07.00 dia sudah berusaha mengakses. Hanya saja, saat mengentri data dan foto untuk melengkapi formulir pendaftaran, jaringannya terganggu. Sehingga prosesnya memakan waktu lebih lama. Hal serupa juga dialami Suryadi. Dia juga mengaku mengalami gangguan saat melakukan pendaftaran.

Tulus, guru IPA SMPN 7 Jember, mengungkapkan, kendati sempat terganggu, namun pendaftaran jalur zonasi di hari pertama itu lancar sampai terakhir penutupan. “Tadi di layar monitor muncul tulisan mohon maaf, traffic sedang ramai. Silakan tunggu beberapa saat lagi,” ucapnya, menceritakan kendala yang dialami.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jember Edy Budi Susilo mengatakan, sebenarnya secara umum untuk proses pendaftaran hari pertama PPDB tidak ada masalah. Tapi karena hari pertama, banyak orang tua yang berbondong-bondong mendaftarkan anaknya di sekolah. “Tadi saya cek langsung ke posko tidak ada persoalan,” tuturnya.

Edy menjelaskan, sampai pendaftaran ditutup pada pukul 14.00, sudah tercatat ada 6.136 calon siswa yang mendaftar. Hal ini, kata dia, menunjukkan jika proses pendaftaran itu sebenarnya tak ada persoalan serius. “Memang ada orang tua calon siswa yang datang ke Diknas, dia mengaku kesulitan saat meng-input. Ternyata, saat mendaftar belum menulis alamat dan tanggal lahir, tapi sudah di-enter,” ujarnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca