alexametrics
22.4 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Meski Tua Renta, Awe-Awe sampai Malam

KKN Desa Penari di Desa Sidomulyo Part 2

Mobile_AP_Rectangle 1
Tidak dimungkiri, orang yang beraktivitas meminta-minta di pinggir jalan seperti cerita KKN Desa Penari jarang ada di luar Jember. Namun, di jalur Gumitir, orang bisa dengan mudah menemukannya.

 

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Suasana sejuk dapat dirasakan siapa saja yang datang ke Gumitir. Apalagi bagi warga yang menyempatkan diri untuk beristirahat di pinggir jalan maupun di warung-warung. Di tempat inilah orang akan dengan mudah menemukan orang awe-awe alias melambai-lambaikan tangan meminta sedekah.

BACA JUGA : Beredar Poster Film KKN di Desa Penari Versi Extended

Mobile_AP_Rectangle 2

Jalur Gumitir yang merupakan penghubung Jawa–Bali jalur selatan saat ini memiliki kemiripan dengan apa yang diceritakan dalam kisah KKN Desa Penari. Ada sejumlah orang tua yang sudah renta awe-awe di pinggir jalan. Bahkan, hampir setiap tikungan tajam ada saja warga yang awe-awe. Ada yang sudah sangat tua, ada yang usia matang, bahkan anak-anak pun saat libur sekolah tak sedikit yang “diajak” awe-awe.

Memang, di Jawa Timur, bisa dibilang tidak ada lokasi seperti di jalan nasional jalur Gumitir. Hal ini semakin menguatkan dugaan lokasi KKN Desa Penari ada di Desa Sidomulyo. Sejumlah kemiripan seperti suara gamelan dari atas bukit dan adanya orang awe-awe seakan tak terbantahkan.

Penelusuran wartawan Jawa Pos Radar Jember untuk menemukan lokasi KKN Desa Penari, sinyal beberapa orang tua renta yang awe-awe di pinggir jalan raya menambah keyakinan latar lokasi cerita film horor yang banyak diketahui orang tersebut. Ada orang tua renta, melambaikan tangannya kepada setiap kendaraan yang lewat. Mereka berada di pinggiran jalan raya di tengah Alas Gumitir. Beberapa pengendara pun dengan iba melempar koin, sesekali lembaran rupiah ribuan juga dilemparkan pengendara dari atas kendaraannya.

Sore hari, di Alas Gumitir semakin terasa sejuk dan dingin. Kami pun sempat berhenti dan mengobrol dengan salah seorang yang sudah renta. Dia menjadi salah seorang yang rutin awe-awe di Gumitir.

- Advertisement -
Tidak dimungkiri, orang yang beraktivitas meminta-minta di pinggir jalan seperti cerita KKN Desa Penari jarang ada di luar Jember. Namun, di jalur Gumitir, orang bisa dengan mudah menemukannya.

 

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Suasana sejuk dapat dirasakan siapa saja yang datang ke Gumitir. Apalagi bagi warga yang menyempatkan diri untuk beristirahat di pinggir jalan maupun di warung-warung. Di tempat inilah orang akan dengan mudah menemukan orang awe-awe alias melambai-lambaikan tangan meminta sedekah.

BACA JUGA : Beredar Poster Film KKN di Desa Penari Versi Extended

Jalur Gumitir yang merupakan penghubung Jawa–Bali jalur selatan saat ini memiliki kemiripan dengan apa yang diceritakan dalam kisah KKN Desa Penari. Ada sejumlah orang tua yang sudah renta awe-awe di pinggir jalan. Bahkan, hampir setiap tikungan tajam ada saja warga yang awe-awe. Ada yang sudah sangat tua, ada yang usia matang, bahkan anak-anak pun saat libur sekolah tak sedikit yang “diajak” awe-awe.

Memang, di Jawa Timur, bisa dibilang tidak ada lokasi seperti di jalan nasional jalur Gumitir. Hal ini semakin menguatkan dugaan lokasi KKN Desa Penari ada di Desa Sidomulyo. Sejumlah kemiripan seperti suara gamelan dari atas bukit dan adanya orang awe-awe seakan tak terbantahkan.

Penelusuran wartawan Jawa Pos Radar Jember untuk menemukan lokasi KKN Desa Penari, sinyal beberapa orang tua renta yang awe-awe di pinggir jalan raya menambah keyakinan latar lokasi cerita film horor yang banyak diketahui orang tersebut. Ada orang tua renta, melambaikan tangannya kepada setiap kendaraan yang lewat. Mereka berada di pinggiran jalan raya di tengah Alas Gumitir. Beberapa pengendara pun dengan iba melempar koin, sesekali lembaran rupiah ribuan juga dilemparkan pengendara dari atas kendaraannya.

Sore hari, di Alas Gumitir semakin terasa sejuk dan dingin. Kami pun sempat berhenti dan mengobrol dengan salah seorang yang sudah renta. Dia menjadi salah seorang yang rutin awe-awe di Gumitir.

Tidak dimungkiri, orang yang beraktivitas meminta-minta di pinggir jalan seperti cerita KKN Desa Penari jarang ada di luar Jember. Namun, di jalur Gumitir, orang bisa dengan mudah menemukannya.

 

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Suasana sejuk dapat dirasakan siapa saja yang datang ke Gumitir. Apalagi bagi warga yang menyempatkan diri untuk beristirahat di pinggir jalan maupun di warung-warung. Di tempat inilah orang akan dengan mudah menemukan orang awe-awe alias melambai-lambaikan tangan meminta sedekah.

BACA JUGA : Beredar Poster Film KKN di Desa Penari Versi Extended

Jalur Gumitir yang merupakan penghubung Jawa–Bali jalur selatan saat ini memiliki kemiripan dengan apa yang diceritakan dalam kisah KKN Desa Penari. Ada sejumlah orang tua yang sudah renta awe-awe di pinggir jalan. Bahkan, hampir setiap tikungan tajam ada saja warga yang awe-awe. Ada yang sudah sangat tua, ada yang usia matang, bahkan anak-anak pun saat libur sekolah tak sedikit yang “diajak” awe-awe.

Memang, di Jawa Timur, bisa dibilang tidak ada lokasi seperti di jalan nasional jalur Gumitir. Hal ini semakin menguatkan dugaan lokasi KKN Desa Penari ada di Desa Sidomulyo. Sejumlah kemiripan seperti suara gamelan dari atas bukit dan adanya orang awe-awe seakan tak terbantahkan.

Penelusuran wartawan Jawa Pos Radar Jember untuk menemukan lokasi KKN Desa Penari, sinyal beberapa orang tua renta yang awe-awe di pinggir jalan raya menambah keyakinan latar lokasi cerita film horor yang banyak diketahui orang tersebut. Ada orang tua renta, melambaikan tangannya kepada setiap kendaraan yang lewat. Mereka berada di pinggiran jalan raya di tengah Alas Gumitir. Beberapa pengendara pun dengan iba melempar koin, sesekali lembaran rupiah ribuan juga dilemparkan pengendara dari atas kendaraannya.

Sore hari, di Alas Gumitir semakin terasa sejuk dan dingin. Kami pun sempat berhenti dan mengobrol dengan salah seorang yang sudah renta. Dia menjadi salah seorang yang rutin awe-awe di Gumitir.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/