alexametrics
22 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Jumat Kliwon, Alunan Gamelan Bikin Merinding

KKN Desa Penari di Desa Sidomulyo Part 1

Mobile_AP_Rectangle 1
Jalan terjal dan berliku harus dilalui untuk bisa sampai di Dusun Sidodadi, Desa Sidomulyo. Di tempat ini, cerita menggelegar tentang cerita KKN Desa Penari yang sampai sekarang masih menjadi tanda tanya.

 

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Suasana di Desa Sidomulyo secara keseluruhan masih terbilang sangat asri. Keramahan warganya yang menjadi adat ketimuran juga terjaga dengan baik. Tempat inilah yang disebut-sebut paling representatif mewakili latar lokasi cerita KKN Desa Penari yang penuh misteri.

BACA JUGA : Beredar Poster Film KKN di Desa Penari Versi Extended

Mobile_AP_Rectangle 2

Memang, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, menyimpan kepercayaan mistis yang sudah ada sejak zaman dahulu. Terkhusus, di Dusun Sidodadi. Lokasinya berada di tengah Alas Gumitir. Banyak cerita tentang keanehan-keanehan yang sulit dinalar.

Masyarakat di sana pun kerap mendengar alunan gamelan. Sumber suara dipercaya datang dari puncak Gumitir. Suara gamelan, diakui rutin sampai ke telinga warga setiap malam Jumat Kliwon. Hal itulah yang membuat sangat mirip dengan cerita KKN Desa Penari yang sebenarnya maupun seperti cerita yang ada dalam film.

Desa ini dikenal sebagai penghasil kopi terbesar di Jember. Lokasinya berbatasan dengan Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi. Desa ini mempunyai sejarah panjang higga pada kehidupan kerajaan Majapahit dahulu.

Pagi itu, angin sepoi-sepoi berembus membuat seluruh tubuh menjadi sejuk. Seakan mengobati penat setelah perjalanan jauh dari Kota Jember ke Kantor Desa Sidomulyo. Jaraknya dari kota Jember sekitar 33 kilometer. Sementara itu, dari kantor desa, jaraknya sekitar dua kilometer. Namun, butuh waktu sekitar 25 menit untuk sampai ke Dusun Sidodadi karena jalan yang rusak. Saat Jawa Pos Radar Jember turun ke lokasi harus melewati kuburan, sawah, pepohonan, dan hutan. Dusun itu berlokasi di dalam hutan.

- Advertisement -
Jalan terjal dan berliku harus dilalui untuk bisa sampai di Dusun Sidodadi, Desa Sidomulyo. Di tempat ini, cerita menggelegar tentang cerita KKN Desa Penari yang sampai sekarang masih menjadi tanda tanya.

 

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Suasana di Desa Sidomulyo secara keseluruhan masih terbilang sangat asri. Keramahan warganya yang menjadi adat ketimuran juga terjaga dengan baik. Tempat inilah yang disebut-sebut paling representatif mewakili latar lokasi cerita KKN Desa Penari yang penuh misteri.

BACA JUGA : Beredar Poster Film KKN di Desa Penari Versi Extended

Memang, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, menyimpan kepercayaan mistis yang sudah ada sejak zaman dahulu. Terkhusus, di Dusun Sidodadi. Lokasinya berada di tengah Alas Gumitir. Banyak cerita tentang keanehan-keanehan yang sulit dinalar.

Masyarakat di sana pun kerap mendengar alunan gamelan. Sumber suara dipercaya datang dari puncak Gumitir. Suara gamelan, diakui rutin sampai ke telinga warga setiap malam Jumat Kliwon. Hal itulah yang membuat sangat mirip dengan cerita KKN Desa Penari yang sebenarnya maupun seperti cerita yang ada dalam film.

Desa ini dikenal sebagai penghasil kopi terbesar di Jember. Lokasinya berbatasan dengan Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi. Desa ini mempunyai sejarah panjang higga pada kehidupan kerajaan Majapahit dahulu.

Pagi itu, angin sepoi-sepoi berembus membuat seluruh tubuh menjadi sejuk. Seakan mengobati penat setelah perjalanan jauh dari Kota Jember ke Kantor Desa Sidomulyo. Jaraknya dari kota Jember sekitar 33 kilometer. Sementara itu, dari kantor desa, jaraknya sekitar dua kilometer. Namun, butuh waktu sekitar 25 menit untuk sampai ke Dusun Sidodadi karena jalan yang rusak. Saat Jawa Pos Radar Jember turun ke lokasi harus melewati kuburan, sawah, pepohonan, dan hutan. Dusun itu berlokasi di dalam hutan.

Jalan terjal dan berliku harus dilalui untuk bisa sampai di Dusun Sidodadi, Desa Sidomulyo. Di tempat ini, cerita menggelegar tentang cerita KKN Desa Penari yang sampai sekarang masih menjadi tanda tanya.

 

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Suasana di Desa Sidomulyo secara keseluruhan masih terbilang sangat asri. Keramahan warganya yang menjadi adat ketimuran juga terjaga dengan baik. Tempat inilah yang disebut-sebut paling representatif mewakili latar lokasi cerita KKN Desa Penari yang penuh misteri.

BACA JUGA : Beredar Poster Film KKN di Desa Penari Versi Extended

Memang, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, menyimpan kepercayaan mistis yang sudah ada sejak zaman dahulu. Terkhusus, di Dusun Sidodadi. Lokasinya berada di tengah Alas Gumitir. Banyak cerita tentang keanehan-keanehan yang sulit dinalar.

Masyarakat di sana pun kerap mendengar alunan gamelan. Sumber suara dipercaya datang dari puncak Gumitir. Suara gamelan, diakui rutin sampai ke telinga warga setiap malam Jumat Kliwon. Hal itulah yang membuat sangat mirip dengan cerita KKN Desa Penari yang sebenarnya maupun seperti cerita yang ada dalam film.

Desa ini dikenal sebagai penghasil kopi terbesar di Jember. Lokasinya berbatasan dengan Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi. Desa ini mempunyai sejarah panjang higga pada kehidupan kerajaan Majapahit dahulu.

Pagi itu, angin sepoi-sepoi berembus membuat seluruh tubuh menjadi sejuk. Seakan mengobati penat setelah perjalanan jauh dari Kota Jember ke Kantor Desa Sidomulyo. Jaraknya dari kota Jember sekitar 33 kilometer. Sementara itu, dari kantor desa, jaraknya sekitar dua kilometer. Namun, butuh waktu sekitar 25 menit untuk sampai ke Dusun Sidodadi karena jalan yang rusak. Saat Jawa Pos Radar Jember turun ke lokasi harus melewati kuburan, sawah, pepohonan, dan hutan. Dusun itu berlokasi di dalam hutan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/