alexametrics
31.6 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

50 Persen Napi Terima Remisi

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Senyum semringah sejumlah narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Jember seketika lepas saat mendengar namanya ditetapkan sebagai penerima pengurangan masa tahanan atau remisi langsung bebas. Beberapa dari mereka dinyatakan bebas setelah Kemenkumham RI menerbitkan SK terkait remisi khusus Idul Fitri 1442 Hijriah kepada sekitar 451 napi dari berbagai jenis perkara.

Kepala Lapas Kelas II A Jember Yandi Suyandi mengatakan, pemberian remisi tahun ini diberikan kepada sekitar 451 napi dari total 809 napi yang ada, atau lebih dari 50 persen. Masing-masing mendapat remisi yang bervariasi. Dari paling sedikit 15 hari, sampai terbanyak dua bulan. “Dari total yang mendapat remisi, 393 napi dengan pidana umum, lalu 58 napi pidana khusus,” jelasnya.

Dia menambahkan, napi dengan pidana khusus itu merupakan napi jenis perkara seperti narkotika dengan pidana lima tahun lebih, korupsi, dan terorisme. Kemudian, napi dalam kasus illegal logging dan human trafficking.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurutnya, pemberian remisi itu didasarkan pada syarat administratif dan substantif yang diberlakukan ke setiap napi atau warga binaan. Selain itu, pertimbangan juga memperhatikan kelakuan napi selama menjalani binaan di dalam lapas. “Dengan harapan juga, mereka segera kembali ke keluarga dan masyarakat. Menjadi lebih baik,” imbuhnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Senyum semringah sejumlah narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Jember seketika lepas saat mendengar namanya ditetapkan sebagai penerima pengurangan masa tahanan atau remisi langsung bebas. Beberapa dari mereka dinyatakan bebas setelah Kemenkumham RI menerbitkan SK terkait remisi khusus Idul Fitri 1442 Hijriah kepada sekitar 451 napi dari berbagai jenis perkara.

Kepala Lapas Kelas II A Jember Yandi Suyandi mengatakan, pemberian remisi tahun ini diberikan kepada sekitar 451 napi dari total 809 napi yang ada, atau lebih dari 50 persen. Masing-masing mendapat remisi yang bervariasi. Dari paling sedikit 15 hari, sampai terbanyak dua bulan. “Dari total yang mendapat remisi, 393 napi dengan pidana umum, lalu 58 napi pidana khusus,” jelasnya.

Dia menambahkan, napi dengan pidana khusus itu merupakan napi jenis perkara seperti narkotika dengan pidana lima tahun lebih, korupsi, dan terorisme. Kemudian, napi dalam kasus illegal logging dan human trafficking.

Menurutnya, pemberian remisi itu didasarkan pada syarat administratif dan substantif yang diberlakukan ke setiap napi atau warga binaan. Selain itu, pertimbangan juga memperhatikan kelakuan napi selama menjalani binaan di dalam lapas. “Dengan harapan juga, mereka segera kembali ke keluarga dan masyarakat. Menjadi lebih baik,” imbuhnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Senyum semringah sejumlah narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Jember seketika lepas saat mendengar namanya ditetapkan sebagai penerima pengurangan masa tahanan atau remisi langsung bebas. Beberapa dari mereka dinyatakan bebas setelah Kemenkumham RI menerbitkan SK terkait remisi khusus Idul Fitri 1442 Hijriah kepada sekitar 451 napi dari berbagai jenis perkara.

Kepala Lapas Kelas II A Jember Yandi Suyandi mengatakan, pemberian remisi tahun ini diberikan kepada sekitar 451 napi dari total 809 napi yang ada, atau lebih dari 50 persen. Masing-masing mendapat remisi yang bervariasi. Dari paling sedikit 15 hari, sampai terbanyak dua bulan. “Dari total yang mendapat remisi, 393 napi dengan pidana umum, lalu 58 napi pidana khusus,” jelasnya.

Dia menambahkan, napi dengan pidana khusus itu merupakan napi jenis perkara seperti narkotika dengan pidana lima tahun lebih, korupsi, dan terorisme. Kemudian, napi dalam kasus illegal logging dan human trafficking.

Menurutnya, pemberian remisi itu didasarkan pada syarat administratif dan substantif yang diberlakukan ke setiap napi atau warga binaan. Selain itu, pertimbangan juga memperhatikan kelakuan napi selama menjalani binaan di dalam lapas. “Dengan harapan juga, mereka segera kembali ke keluarga dan masyarakat. Menjadi lebih baik,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/