alexametrics
23.6 C
Jember
Saturday, 25 June 2022

Tak Sekadar Tempat Baca Biasa

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tantangan terbesar bagi orang tua di era milenial ini salah satunya adalah menumbuhkan kembali minat baca bagi anaknya. Sebab, lama-lama mata anak menghadap gawai (gadget) pun tak baik. Apalagi, hanya untuk bermain game saja. Kembali membaca buku bacaan anak-anak, memang harus dilakukan. Tak hanya di sekolah juga. Tetapi, orang tua harus mengarahkan anaknya ke minat baca lagi.

Di daerah kota Jember, ternyata ada sebuah tempat yang disediakan khusus untuk menggugah kembali minat baca anak-anak. Tepatnya di Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang. Kampoeng Batja namanya. Didirikan sejak tahun 2009 silam, hingga sekarang ini Kampoeng Batja milik Iman Suligi terus berkembang.

Tak sekadar perpustakaan dengan banyak buku bagi anak-anak saja, di tempat ini juga terdapat museum literasi, area outbound kecil-kecilan, dan rumah pohon. Bahkan, di museum literasinya, ada koleksi buku pelajaran tahun 1950-1960. Serta koleksi mesin ketik, mesin stensil, mesin OHP, serta benda kuno lainnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Dulu saya memang hobi membaca. Setelah pensiun jadi guru dari SMKN 3 Jember tahun 2009, akhirnya saya mendirikan kampung baca ini,” ujar Iman Suligi.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tantangan terbesar bagi orang tua di era milenial ini salah satunya adalah menumbuhkan kembali minat baca bagi anaknya. Sebab, lama-lama mata anak menghadap gawai (gadget) pun tak baik. Apalagi, hanya untuk bermain game saja. Kembali membaca buku bacaan anak-anak, memang harus dilakukan. Tak hanya di sekolah juga. Tetapi, orang tua harus mengarahkan anaknya ke minat baca lagi.

Di daerah kota Jember, ternyata ada sebuah tempat yang disediakan khusus untuk menggugah kembali minat baca anak-anak. Tepatnya di Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang. Kampoeng Batja namanya. Didirikan sejak tahun 2009 silam, hingga sekarang ini Kampoeng Batja milik Iman Suligi terus berkembang.

Tak sekadar perpustakaan dengan banyak buku bagi anak-anak saja, di tempat ini juga terdapat museum literasi, area outbound kecil-kecilan, dan rumah pohon. Bahkan, di museum literasinya, ada koleksi buku pelajaran tahun 1950-1960. Serta koleksi mesin ketik, mesin stensil, mesin OHP, serta benda kuno lainnya.

“Dulu saya memang hobi membaca. Setelah pensiun jadi guru dari SMKN 3 Jember tahun 2009, akhirnya saya mendirikan kampung baca ini,” ujar Iman Suligi.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tantangan terbesar bagi orang tua di era milenial ini salah satunya adalah menumbuhkan kembali minat baca bagi anaknya. Sebab, lama-lama mata anak menghadap gawai (gadget) pun tak baik. Apalagi, hanya untuk bermain game saja. Kembali membaca buku bacaan anak-anak, memang harus dilakukan. Tak hanya di sekolah juga. Tetapi, orang tua harus mengarahkan anaknya ke minat baca lagi.

Di daerah kota Jember, ternyata ada sebuah tempat yang disediakan khusus untuk menggugah kembali minat baca anak-anak. Tepatnya di Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang. Kampoeng Batja namanya. Didirikan sejak tahun 2009 silam, hingga sekarang ini Kampoeng Batja milik Iman Suligi terus berkembang.

Tak sekadar perpustakaan dengan banyak buku bagi anak-anak saja, di tempat ini juga terdapat museum literasi, area outbound kecil-kecilan, dan rumah pohon. Bahkan, di museum literasinya, ada koleksi buku pelajaran tahun 1950-1960. Serta koleksi mesin ketik, mesin stensil, mesin OHP, serta benda kuno lainnya.

“Dulu saya memang hobi membaca. Setelah pensiun jadi guru dari SMKN 3 Jember tahun 2009, akhirnya saya mendirikan kampung baca ini,” ujar Iman Suligi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/