alexametrics
24 C
Jember
Saturday, 2 July 2022

Zakat Dapat Mengurangi Pajak

Mobile_AP_Rectangle 1

Tapi, yang perlu diketahui oleh masyarakat adalah terdapat syarat tertentu agar kemudian zakat tersebut dapat mengurangi surat pemberitahuan tahunan (SPT) pajak, seperti yang telah diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-06/PJ/2011 tentang Pelaksanaan Pembayaran dan Pembuatan Bukti Pembayaran atas Zakat. Pada Pasal 2 disebut, zakat tersebut harus dikeluarkan melalui badan amil resmi seperti BAZNAS atau lembaga amil zakat yang didirikan oleh masyarakat dan mendapatkan legalitas dari pemerintah.

“Sehingga ketemu penghasilan bruto setelah dikurangi pajak, maka itulah yang dipersentasekan dari pajak yang harus dikeluarkan. Jadi, semangatnya supaya masyarakat tidak terbebani dengan pungutan ganda,” pungkasnya.

Jadi, lanjutnya, ketika zakat diberikan secara langsung, tidak bisa menjadi pengurang pajak. Sebab, bukti pengurang pajak adalah bukti resmi dari lembaga amil zakat. (mg6/c2/nur)

- Advertisement -

Tapi, yang perlu diketahui oleh masyarakat adalah terdapat syarat tertentu agar kemudian zakat tersebut dapat mengurangi surat pemberitahuan tahunan (SPT) pajak, seperti yang telah diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-06/PJ/2011 tentang Pelaksanaan Pembayaran dan Pembuatan Bukti Pembayaran atas Zakat. Pada Pasal 2 disebut, zakat tersebut harus dikeluarkan melalui badan amil resmi seperti BAZNAS atau lembaga amil zakat yang didirikan oleh masyarakat dan mendapatkan legalitas dari pemerintah.

“Sehingga ketemu penghasilan bruto setelah dikurangi pajak, maka itulah yang dipersentasekan dari pajak yang harus dikeluarkan. Jadi, semangatnya supaya masyarakat tidak terbebani dengan pungutan ganda,” pungkasnya.

Jadi, lanjutnya, ketika zakat diberikan secara langsung, tidak bisa menjadi pengurang pajak. Sebab, bukti pengurang pajak adalah bukti resmi dari lembaga amil zakat. (mg6/c2/nur)

Tapi, yang perlu diketahui oleh masyarakat adalah terdapat syarat tertentu agar kemudian zakat tersebut dapat mengurangi surat pemberitahuan tahunan (SPT) pajak, seperti yang telah diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-06/PJ/2011 tentang Pelaksanaan Pembayaran dan Pembuatan Bukti Pembayaran atas Zakat. Pada Pasal 2 disebut, zakat tersebut harus dikeluarkan melalui badan amil resmi seperti BAZNAS atau lembaga amil zakat yang didirikan oleh masyarakat dan mendapatkan legalitas dari pemerintah.

“Sehingga ketemu penghasilan bruto setelah dikurangi pajak, maka itulah yang dipersentasekan dari pajak yang harus dikeluarkan. Jadi, semangatnya supaya masyarakat tidak terbebani dengan pungutan ganda,” pungkasnya.

Jadi, lanjutnya, ketika zakat diberikan secara langsung, tidak bisa menjadi pengurang pajak. Sebab, bukti pengurang pajak adalah bukti resmi dari lembaga amil zakat. (mg6/c2/nur)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/