alexametrics
23.1 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Bekas Pengadilan Kuno yang Telah Hilang Jejaknya

Tak banyak yang tahu bangunan apa yang berdiri sebelum dikenal mejadi eks Gedung BHS atau Bank Harapan Sentosa (BHS). Hanya saja, bangunan itu kerap dikaitkan dengan hal-hal mistis yang disajikan lewat dunia maya. Ternyata, dari sejarahnya, eks Gedung BHS adalah pengadilan yang dalam bahasa Belanda disebut landradd.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Peta Jember tahun 1922 dari National Library of Australia kembali dibuka oleh Yohanes Setyo Hadi. Sebagai sejarawan dan pengelola info sejarah Boemi Puger Persada, sepemahaman pria yang akrab Yopi ini, eks Gedung BHS adalah pengadilan. “Seingat saya, eks Gedung BHS itu dulunya kantor pengadilan. Tapi, coba lihat dan belajar bareng-bareng peta tahun 1922 ini,” ujarnya.

Peta yang sudah berbentuk digital tersebut, kemudian di-zoom lebih dekat di daerah Alun-Alun Jember. Telunjuk Yopi langsung menuju peta yang bertulisakan Post Kantoor. “Post Kantoor ini adalah Kantor Pos. Sekarang masih ada kan?” kata Yopi kepada Jawa Pos Radar Jember.

Sedikit bergeser ke barat, ada tulisan Afd Bank. Menurut Yopi, Afd Bank itu ibarat bank daerah atau bank pemerintah pada saat kekuasaan kolonial Belanda, waktu itu. Saat ini, Afd Bank dipakai Bank BNI 46. Tapi bangunannya sudah jauh berbeda dengan Afd Bank tahun 1922.

Mobile_AP_Rectangle 2

Jawaban eks Gedung BHS dulu itu apa, mulai terjawab setelah membahas Afd Bank. “Sisi barat Bank BNI 46 itu eks Gedung BHS. Setelah itu, baru lapas,” jelas Yopi. Setelah tulisan Afd Bank di peta keluaran 1922 ini, ada Landraad, setelahnya Gevangenis. Gevangenis adalah bahasa Belanda yang artinya penjara atau lembaga pemasyarakatan (lapas). “Sekarang tetap ada. Lokasinya juga sama di peta itu,” tuturnya.

Karena itu, kata dia, jika ditinjau dari peta keluaran 1922 tersebut, eks Gedung BHS adalah pengadilan. Yopi yang juga pernah menulis artikel tentang sejarah Pengadilan Negeri (PN) Jember ini mengaku, masyarakat Jember sudah banyak yang lupa dan banyak yang tak paham di mana letak PN Jember kuno tersebut. “Banyak yang mengira tetap di Jalan Kalimantan,” jelasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Peta Jember tahun 1922 dari National Library of Australia kembali dibuka oleh Yohanes Setyo Hadi. Sebagai sejarawan dan pengelola info sejarah Boemi Puger Persada, sepemahaman pria yang akrab Yopi ini, eks Gedung BHS adalah pengadilan. “Seingat saya, eks Gedung BHS itu dulunya kantor pengadilan. Tapi, coba lihat dan belajar bareng-bareng peta tahun 1922 ini,” ujarnya.

Peta yang sudah berbentuk digital tersebut, kemudian di-zoom lebih dekat di daerah Alun-Alun Jember. Telunjuk Yopi langsung menuju peta yang bertulisakan Post Kantoor. “Post Kantoor ini adalah Kantor Pos. Sekarang masih ada kan?” kata Yopi kepada Jawa Pos Radar Jember.

Sedikit bergeser ke barat, ada tulisan Afd Bank. Menurut Yopi, Afd Bank itu ibarat bank daerah atau bank pemerintah pada saat kekuasaan kolonial Belanda, waktu itu. Saat ini, Afd Bank dipakai Bank BNI 46. Tapi bangunannya sudah jauh berbeda dengan Afd Bank tahun 1922.

Jawaban eks Gedung BHS dulu itu apa, mulai terjawab setelah membahas Afd Bank. “Sisi barat Bank BNI 46 itu eks Gedung BHS. Setelah itu, baru lapas,” jelas Yopi. Setelah tulisan Afd Bank di peta keluaran 1922 ini, ada Landraad, setelahnya Gevangenis. Gevangenis adalah bahasa Belanda yang artinya penjara atau lembaga pemasyarakatan (lapas). “Sekarang tetap ada. Lokasinya juga sama di peta itu,” tuturnya.

Karena itu, kata dia, jika ditinjau dari peta keluaran 1922 tersebut, eks Gedung BHS adalah pengadilan. Yopi yang juga pernah menulis artikel tentang sejarah Pengadilan Negeri (PN) Jember ini mengaku, masyarakat Jember sudah banyak yang lupa dan banyak yang tak paham di mana letak PN Jember kuno tersebut. “Banyak yang mengira tetap di Jalan Kalimantan,” jelasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Peta Jember tahun 1922 dari National Library of Australia kembali dibuka oleh Yohanes Setyo Hadi. Sebagai sejarawan dan pengelola info sejarah Boemi Puger Persada, sepemahaman pria yang akrab Yopi ini, eks Gedung BHS adalah pengadilan. “Seingat saya, eks Gedung BHS itu dulunya kantor pengadilan. Tapi, coba lihat dan belajar bareng-bareng peta tahun 1922 ini,” ujarnya.

Peta yang sudah berbentuk digital tersebut, kemudian di-zoom lebih dekat di daerah Alun-Alun Jember. Telunjuk Yopi langsung menuju peta yang bertulisakan Post Kantoor. “Post Kantoor ini adalah Kantor Pos. Sekarang masih ada kan?” kata Yopi kepada Jawa Pos Radar Jember.

Sedikit bergeser ke barat, ada tulisan Afd Bank. Menurut Yopi, Afd Bank itu ibarat bank daerah atau bank pemerintah pada saat kekuasaan kolonial Belanda, waktu itu. Saat ini, Afd Bank dipakai Bank BNI 46. Tapi bangunannya sudah jauh berbeda dengan Afd Bank tahun 1922.

Jawaban eks Gedung BHS dulu itu apa, mulai terjawab setelah membahas Afd Bank. “Sisi barat Bank BNI 46 itu eks Gedung BHS. Setelah itu, baru lapas,” jelas Yopi. Setelah tulisan Afd Bank di peta keluaran 1922 ini, ada Landraad, setelahnya Gevangenis. Gevangenis adalah bahasa Belanda yang artinya penjara atau lembaga pemasyarakatan (lapas). “Sekarang tetap ada. Lokasinya juga sama di peta itu,” tuturnya.

Karena itu, kata dia, jika ditinjau dari peta keluaran 1922 tersebut, eks Gedung BHS adalah pengadilan. Yopi yang juga pernah menulis artikel tentang sejarah Pengadilan Negeri (PN) Jember ini mengaku, masyarakat Jember sudah banyak yang lupa dan banyak yang tak paham di mana letak PN Jember kuno tersebut. “Banyak yang mengira tetap di Jalan Kalimantan,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/