alexametrics
22.9 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Wacana Tol Lumajang-Jember-Situbondo Bersemi Kembali

Gerindra: Jangan Kesampingkan Kajian Dampaknya

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJMBER.ID – Wacana pembangunan ruas jalan tol di Kabupaten Jember bersemi kembali. Setelah lama tanpa kabar, jalan tol yang sempat trending pada medio 2019-2020 itu ramai dibahas lagi oleh sejumlah pihak.

Ramainya perbincangan mengenai jalan tol bukan tanpa alasan. Hal ini menyusul setelah Pemkab Jember mengundang para kepala desa berikut BPD-nya, serta masyarakat. Kali pertama pembahasan jalan tol dilakukan di Pendapa Kantor Kecamatan Tanggul, Selasa (15/2) lalu, untuk pembahasan ruas jalan tol Jember-Lumajang. Dan kedua di Pendapa Kantor Kecamatan Kalisat, Kamis (17/2) kemarin, untuk pembahasan ruas tol Jember-Situbondo.

Ruas Tol Jember-Situbondo melewati:

  1. Sumbersari (Wirolegi, Antirogo, Karangrejo (masuk ke 2 ruas jalan tol), Kranjingan (Tol Lumajang – Jember)
  2. Patrang (Baratan)
  3. Pakusari (Sumberpinang, Bedadung, Patemon)
  4. Kalisat (Sumberkalong, Patempuran, Sukoreno)
  5. Sukowono (Mojogemi)
Mobile_AP_Rectangle 2

Agenda tersebut merupakan konsultasi publik yang disebut-sebut sebagai langkah awal pembangunan tol. Kegiatan itu pula disebut sebagai studi kelayakan untuk memuluskan proyek yang diprediksi bakal menelan anggaran triliunan rupiah tersebut.

“Kita ingin masukan saran dan pendapat dari masyarakat, khususnya masyarakat yang terdampak, agar pembangunan nanti yang direncanakan berjalan dengan baik,” kata A Fauzy, Kabid Tata Lingkungan Hidup Jember, saat ditemui di Pendapa Kecamatan Tanggul.

Tenaga Ahli PT Perencana Jaya, Ahmad Yani, mengatakan, proyeksi pembiayaan pekerjaan tol itu bakal menggunakan pendanaan skema kerja sama antara pemerintah dengan badan usaha atau KPBU. Dia menguraikan, dalam lima tahun ke depan bisa selesai dan bisa digunakan. “Kita menanti setelah dokumennya selesai, lalu dilelangkan untuk menentukan pemenangnya untuk pelaksanaan jalan tol ini, perkiraan per kilometernya sekitar Rp 20 miliar,” kata Ahmad Yani.

Rencana pembangunan proyek tol itu jelas bakal menjadi megaproyek yang terealisasi di Jember dalam beberapa tahun terakhir. Mengenai rencana pembukaan ruas tol itu, Bupati Jember Hendy Siswanto membenarkan demikian. Menurut Hendy, rencana pembangunan jalan tol itu memang merupakan salah satu program dari Kementerian PUPR pusat.

Kendati begitu, untuk realisasi di Jember, dia masih menantikan tol yang menghubungkan Probolinggo dengan Lumajang yang hari ini menjadi prioritas pemerintah pusat. “Tol yang di Jember ini masih lama, karena masih menunggu tol penghubung Probolinggo-Lumajang yang jadi skala prioritas itu selesai dulu,” kata bupati saat dikonfirmasi, kemarin.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJMBER.ID – Wacana pembangunan ruas jalan tol di Kabupaten Jember bersemi kembali. Setelah lama tanpa kabar, jalan tol yang sempat trending pada medio 2019-2020 itu ramai dibahas lagi oleh sejumlah pihak.

Ramainya perbincangan mengenai jalan tol bukan tanpa alasan. Hal ini menyusul setelah Pemkab Jember mengundang para kepala desa berikut BPD-nya, serta masyarakat. Kali pertama pembahasan jalan tol dilakukan di Pendapa Kantor Kecamatan Tanggul, Selasa (15/2) lalu, untuk pembahasan ruas jalan tol Jember-Lumajang. Dan kedua di Pendapa Kantor Kecamatan Kalisat, Kamis (17/2) kemarin, untuk pembahasan ruas tol Jember-Situbondo.

Ruas Tol Jember-Situbondo melewati:

  1. Sumbersari (Wirolegi, Antirogo, Karangrejo (masuk ke 2 ruas jalan tol), Kranjingan (Tol Lumajang – Jember)
  2. Patrang (Baratan)
  3. Pakusari (Sumberpinang, Bedadung, Patemon)
  4. Kalisat (Sumberkalong, Patempuran, Sukoreno)
  5. Sukowono (Mojogemi)

Agenda tersebut merupakan konsultasi publik yang disebut-sebut sebagai langkah awal pembangunan tol. Kegiatan itu pula disebut sebagai studi kelayakan untuk memuluskan proyek yang diprediksi bakal menelan anggaran triliunan rupiah tersebut.

“Kita ingin masukan saran dan pendapat dari masyarakat, khususnya masyarakat yang terdampak, agar pembangunan nanti yang direncanakan berjalan dengan baik,” kata A Fauzy, Kabid Tata Lingkungan Hidup Jember, saat ditemui di Pendapa Kecamatan Tanggul.

Tenaga Ahli PT Perencana Jaya, Ahmad Yani, mengatakan, proyeksi pembiayaan pekerjaan tol itu bakal menggunakan pendanaan skema kerja sama antara pemerintah dengan badan usaha atau KPBU. Dia menguraikan, dalam lima tahun ke depan bisa selesai dan bisa digunakan. “Kita menanti setelah dokumennya selesai, lalu dilelangkan untuk menentukan pemenangnya untuk pelaksanaan jalan tol ini, perkiraan per kilometernya sekitar Rp 20 miliar,” kata Ahmad Yani.

Rencana pembangunan proyek tol itu jelas bakal menjadi megaproyek yang terealisasi di Jember dalam beberapa tahun terakhir. Mengenai rencana pembukaan ruas tol itu, Bupati Jember Hendy Siswanto membenarkan demikian. Menurut Hendy, rencana pembangunan jalan tol itu memang merupakan salah satu program dari Kementerian PUPR pusat.

Kendati begitu, untuk realisasi di Jember, dia masih menantikan tol yang menghubungkan Probolinggo dengan Lumajang yang hari ini menjadi prioritas pemerintah pusat. “Tol yang di Jember ini masih lama, karena masih menunggu tol penghubung Probolinggo-Lumajang yang jadi skala prioritas itu selesai dulu,” kata bupati saat dikonfirmasi, kemarin.

JEMBER, RADARJMBER.ID – Wacana pembangunan ruas jalan tol di Kabupaten Jember bersemi kembali. Setelah lama tanpa kabar, jalan tol yang sempat trending pada medio 2019-2020 itu ramai dibahas lagi oleh sejumlah pihak.

Ramainya perbincangan mengenai jalan tol bukan tanpa alasan. Hal ini menyusul setelah Pemkab Jember mengundang para kepala desa berikut BPD-nya, serta masyarakat. Kali pertama pembahasan jalan tol dilakukan di Pendapa Kantor Kecamatan Tanggul, Selasa (15/2) lalu, untuk pembahasan ruas jalan tol Jember-Lumajang. Dan kedua di Pendapa Kantor Kecamatan Kalisat, Kamis (17/2) kemarin, untuk pembahasan ruas tol Jember-Situbondo.

Ruas Tol Jember-Situbondo melewati:

  1. Sumbersari (Wirolegi, Antirogo, Karangrejo (masuk ke 2 ruas jalan tol), Kranjingan (Tol Lumajang – Jember)
  2. Patrang (Baratan)
  3. Pakusari (Sumberpinang, Bedadung, Patemon)
  4. Kalisat (Sumberkalong, Patempuran, Sukoreno)
  5. Sukowono (Mojogemi)

Agenda tersebut merupakan konsultasi publik yang disebut-sebut sebagai langkah awal pembangunan tol. Kegiatan itu pula disebut sebagai studi kelayakan untuk memuluskan proyek yang diprediksi bakal menelan anggaran triliunan rupiah tersebut.

“Kita ingin masukan saran dan pendapat dari masyarakat, khususnya masyarakat yang terdampak, agar pembangunan nanti yang direncanakan berjalan dengan baik,” kata A Fauzy, Kabid Tata Lingkungan Hidup Jember, saat ditemui di Pendapa Kecamatan Tanggul.

Tenaga Ahli PT Perencana Jaya, Ahmad Yani, mengatakan, proyeksi pembiayaan pekerjaan tol itu bakal menggunakan pendanaan skema kerja sama antara pemerintah dengan badan usaha atau KPBU. Dia menguraikan, dalam lima tahun ke depan bisa selesai dan bisa digunakan. “Kita menanti setelah dokumennya selesai, lalu dilelangkan untuk menentukan pemenangnya untuk pelaksanaan jalan tol ini, perkiraan per kilometernya sekitar Rp 20 miliar,” kata Ahmad Yani.

Rencana pembangunan proyek tol itu jelas bakal menjadi megaproyek yang terealisasi di Jember dalam beberapa tahun terakhir. Mengenai rencana pembukaan ruas tol itu, Bupati Jember Hendy Siswanto membenarkan demikian. Menurut Hendy, rencana pembangunan jalan tol itu memang merupakan salah satu program dari Kementerian PUPR pusat.

Kendati begitu, untuk realisasi di Jember, dia masih menantikan tol yang menghubungkan Probolinggo dengan Lumajang yang hari ini menjadi prioritas pemerintah pusat. “Tol yang di Jember ini masih lama, karena masih menunggu tol penghubung Probolinggo-Lumajang yang jadi skala prioritas itu selesai dulu,” kata bupati saat dikonfirmasi, kemarin.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/