alexametrics
21.8 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Pemerintah Keteteran, Minyak Goreng Menghilang dari Pasar Tradisional

Mobile_AP_Rectangle 1

Terpisah, Owner Dira Grup Balung Ponimin Tohari menjelaskan, video yang beredar di medsos yang mengambarkan warga berebut minyak goreng, memang terjadi di toko miliknya. Terutama yang diunggah oleh akun Facebook bernama Heru Subagio. “Memang minyak goreng itu sekarang ini lagi diburu oleh masyarakat. Kasihan ibu-ibu untuk mendapatkannya hingga berebut seperti itu,” jelasnya.

Pengusaha yang akrab disapa Haji Ponimin ini memastikan, terkait pemenuhan kebutuhan minyak goreng, pihaknya akan melayani masyarakat dengan baik. Oleh karena itu, dia menegaskan, setiap kiriman minyak goreng dari distributor tiba, pihaknya langsung menjual dengan harga standar pemerintah. “Kami tidak pernah menyetok. Dapat minyak goreng berapapun dari distributor, langsung kami jual dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah. Per liternya Rp 14 ribu,” paparnya.

Hanya saja, Haji Ponimin menambahkan, selama ini masyarakat banyak berburu minyak goreng di beberapa toko ritel saja, termasuk toko miliknya. Padahal, dia mengungkapkan, biasanya pengiriman minyak goreng dari distributor itu sudah ada jatahnya masing-masing. Baik di pasar tradisional maupun toko-toko modern. “Namun kenyataannya, di pasaran minyak goreng langka, sehingga untuk mendapatkannya masyarakat berebut di beberapa toko saja. Termasuk di toko milik kami,” pungkasnya. (*)

Mobile_AP_Rectangle 2

Reporter: Mahrus Sholih

Fotografer: Setyo for Radar Jember

Editor: Nur Hariri

- Advertisement -

Terpisah, Owner Dira Grup Balung Ponimin Tohari menjelaskan, video yang beredar di medsos yang mengambarkan warga berebut minyak goreng, memang terjadi di toko miliknya. Terutama yang diunggah oleh akun Facebook bernama Heru Subagio. “Memang minyak goreng itu sekarang ini lagi diburu oleh masyarakat. Kasihan ibu-ibu untuk mendapatkannya hingga berebut seperti itu,” jelasnya.

Pengusaha yang akrab disapa Haji Ponimin ini memastikan, terkait pemenuhan kebutuhan minyak goreng, pihaknya akan melayani masyarakat dengan baik. Oleh karena itu, dia menegaskan, setiap kiriman minyak goreng dari distributor tiba, pihaknya langsung menjual dengan harga standar pemerintah. “Kami tidak pernah menyetok. Dapat minyak goreng berapapun dari distributor, langsung kami jual dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah. Per liternya Rp 14 ribu,” paparnya.

Hanya saja, Haji Ponimin menambahkan, selama ini masyarakat banyak berburu minyak goreng di beberapa toko ritel saja, termasuk toko miliknya. Padahal, dia mengungkapkan, biasanya pengiriman minyak goreng dari distributor itu sudah ada jatahnya masing-masing. Baik di pasar tradisional maupun toko-toko modern. “Namun kenyataannya, di pasaran minyak goreng langka, sehingga untuk mendapatkannya masyarakat berebut di beberapa toko saja. Termasuk di toko milik kami,” pungkasnya. (*)

Reporter: Mahrus Sholih

Fotografer: Setyo for Radar Jember

Editor: Nur Hariri

Terpisah, Owner Dira Grup Balung Ponimin Tohari menjelaskan, video yang beredar di medsos yang mengambarkan warga berebut minyak goreng, memang terjadi di toko miliknya. Terutama yang diunggah oleh akun Facebook bernama Heru Subagio. “Memang minyak goreng itu sekarang ini lagi diburu oleh masyarakat. Kasihan ibu-ibu untuk mendapatkannya hingga berebut seperti itu,” jelasnya.

Pengusaha yang akrab disapa Haji Ponimin ini memastikan, terkait pemenuhan kebutuhan minyak goreng, pihaknya akan melayani masyarakat dengan baik. Oleh karena itu, dia menegaskan, setiap kiriman minyak goreng dari distributor tiba, pihaknya langsung menjual dengan harga standar pemerintah. “Kami tidak pernah menyetok. Dapat minyak goreng berapapun dari distributor, langsung kami jual dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah. Per liternya Rp 14 ribu,” paparnya.

Hanya saja, Haji Ponimin menambahkan, selama ini masyarakat banyak berburu minyak goreng di beberapa toko ritel saja, termasuk toko miliknya. Padahal, dia mengungkapkan, biasanya pengiriman minyak goreng dari distributor itu sudah ada jatahnya masing-masing. Baik di pasar tradisional maupun toko-toko modern. “Namun kenyataannya, di pasaran minyak goreng langka, sehingga untuk mendapatkannya masyarakat berebut di beberapa toko saja. Termasuk di toko milik kami,” pungkasnya. (*)

Reporter: Mahrus Sholih

Fotografer: Setyo for Radar Jember

Editor: Nur Hariri

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

Kempo Mulai Tanding Hari Ini

Naik Kursi Roda demi Naik Haji

Belum Tentukan Arah Koalisi

/