30.4 C
Jember
Friday, 24 March 2023

Lampu Jalan di Kawasan Jember Kota Perlu Dipertanyakan Fungsinya

Mobile_AP_Rectangle 1

KALIWATES, RADARJEMBER.ID – Lampu penerangan jalan umum (PJU) di sejumlah lokasi sudah banyak diganti. Sinar yang dulunya berwarna kuning, diubah menjadi lampu LED dengan sinarnya yang putih. Sayangnya, sebagian besar lampu yang telah dipasang justru hanya menerangi langit.

Pengamatan Jawa Pos Radar Jember, kondisi PJU dengan sasaran menerangi langit terjadi di sejumlah lokasi. Bagaimana tidak, lampu yang di pasang untuk tujuan PJU justru terhalangi oleh ranting pohon serta dedaunan.

Salah satu PJU yang tertutup oleh pohon ada di jantung Kota Jember, tepatnya di jalan Sultan Agung. Di beberapa deretan pertokoan itu, lampu jalan nyaris tidak tembus ke aspal karena terhalang oleh pohon. Lantas, apa gunanya jika lampu lebih banyak menerangi langit?

Mobile_AP_Rectangle 2

Pemasangan lampu jalan ini pun dinilai warga setengah hati. Bagaimana tidak, lampu yang posisinya berada di dalam dan di atas rimbunan daun justru dibiarkan. Tidak ada pemangkasan atau langkah lain agar pemasangan lampu benar-benar bermanfaat bagi banyak warga di Jember. “Kalau lampu seperti ini, mungkin mau menerangi jalan pesawat,” kata Sanusi, warga asal Mangli yang sempat berhenti di sekitar lokasi.

Lampu baru bukan hanya di wilayah perkotaan. Lampu jalan nasional yang ada di setiap kecamatan juga diganti baru. Namun, lampu yang ada di jalan-jalan desa masih warna kuning. Tetapi banyak yang sudah mati.

Menurut Asiz, warga lain asal Dusun Paguan, Desa Petung, Kecamatan Bangsalsari, penggantian lampu selayaknya bisa lebih terang. Namun, karena ranting pohon tetap menghalangi, maka pemasangan lampu seperti muspro.

“Paling tidak, ranting pohon yang menutupi lampu dikepras. Kalau dipotong, jalan masih terlihat gelap, kan percuma,” kata Asiz, Rabu (16/2) malam lalu.

Beberapa ruas jalan lain yang lampunya tertutup ranting pohon terjadi di Jalan Rambipuji, jalan menuju arah Balung, serta di Jalan Sultan Agung dekat simpang tiga Jalan Diponegoro.

Sementara itu, beberapa lampu yang ada di jalan kecamatan dan desa sebagian besar ada yang padam. Bahkan, di beberapa lokasi informasinya ada kabel yang putus karena tertimpa kayu atau ranting pohon. (jum/c2/nur).

- Advertisement -

KALIWATES, RADARJEMBER.ID – Lampu penerangan jalan umum (PJU) di sejumlah lokasi sudah banyak diganti. Sinar yang dulunya berwarna kuning, diubah menjadi lampu LED dengan sinarnya yang putih. Sayangnya, sebagian besar lampu yang telah dipasang justru hanya menerangi langit.

Pengamatan Jawa Pos Radar Jember, kondisi PJU dengan sasaran menerangi langit terjadi di sejumlah lokasi. Bagaimana tidak, lampu yang di pasang untuk tujuan PJU justru terhalangi oleh ranting pohon serta dedaunan.

Salah satu PJU yang tertutup oleh pohon ada di jantung Kota Jember, tepatnya di jalan Sultan Agung. Di beberapa deretan pertokoan itu, lampu jalan nyaris tidak tembus ke aspal karena terhalang oleh pohon. Lantas, apa gunanya jika lampu lebih banyak menerangi langit?

Pemasangan lampu jalan ini pun dinilai warga setengah hati. Bagaimana tidak, lampu yang posisinya berada di dalam dan di atas rimbunan daun justru dibiarkan. Tidak ada pemangkasan atau langkah lain agar pemasangan lampu benar-benar bermanfaat bagi banyak warga di Jember. “Kalau lampu seperti ini, mungkin mau menerangi jalan pesawat,” kata Sanusi, warga asal Mangli yang sempat berhenti di sekitar lokasi.

Lampu baru bukan hanya di wilayah perkotaan. Lampu jalan nasional yang ada di setiap kecamatan juga diganti baru. Namun, lampu yang ada di jalan-jalan desa masih warna kuning. Tetapi banyak yang sudah mati.

Menurut Asiz, warga lain asal Dusun Paguan, Desa Petung, Kecamatan Bangsalsari, penggantian lampu selayaknya bisa lebih terang. Namun, karena ranting pohon tetap menghalangi, maka pemasangan lampu seperti muspro.

“Paling tidak, ranting pohon yang menutupi lampu dikepras. Kalau dipotong, jalan masih terlihat gelap, kan percuma,” kata Asiz, Rabu (16/2) malam lalu.

Beberapa ruas jalan lain yang lampunya tertutup ranting pohon terjadi di Jalan Rambipuji, jalan menuju arah Balung, serta di Jalan Sultan Agung dekat simpang tiga Jalan Diponegoro.

Sementara itu, beberapa lampu yang ada di jalan kecamatan dan desa sebagian besar ada yang padam. Bahkan, di beberapa lokasi informasinya ada kabel yang putus karena tertimpa kayu atau ranting pohon. (jum/c2/nur).

KALIWATES, RADARJEMBER.ID – Lampu penerangan jalan umum (PJU) di sejumlah lokasi sudah banyak diganti. Sinar yang dulunya berwarna kuning, diubah menjadi lampu LED dengan sinarnya yang putih. Sayangnya, sebagian besar lampu yang telah dipasang justru hanya menerangi langit.

Pengamatan Jawa Pos Radar Jember, kondisi PJU dengan sasaran menerangi langit terjadi di sejumlah lokasi. Bagaimana tidak, lampu yang di pasang untuk tujuan PJU justru terhalangi oleh ranting pohon serta dedaunan.

Salah satu PJU yang tertutup oleh pohon ada di jantung Kota Jember, tepatnya di jalan Sultan Agung. Di beberapa deretan pertokoan itu, lampu jalan nyaris tidak tembus ke aspal karena terhalang oleh pohon. Lantas, apa gunanya jika lampu lebih banyak menerangi langit?

Pemasangan lampu jalan ini pun dinilai warga setengah hati. Bagaimana tidak, lampu yang posisinya berada di dalam dan di atas rimbunan daun justru dibiarkan. Tidak ada pemangkasan atau langkah lain agar pemasangan lampu benar-benar bermanfaat bagi banyak warga di Jember. “Kalau lampu seperti ini, mungkin mau menerangi jalan pesawat,” kata Sanusi, warga asal Mangli yang sempat berhenti di sekitar lokasi.

Lampu baru bukan hanya di wilayah perkotaan. Lampu jalan nasional yang ada di setiap kecamatan juga diganti baru. Namun, lampu yang ada di jalan-jalan desa masih warna kuning. Tetapi banyak yang sudah mati.

Menurut Asiz, warga lain asal Dusun Paguan, Desa Petung, Kecamatan Bangsalsari, penggantian lampu selayaknya bisa lebih terang. Namun, karena ranting pohon tetap menghalangi, maka pemasangan lampu seperti muspro.

“Paling tidak, ranting pohon yang menutupi lampu dikepras. Kalau dipotong, jalan masih terlihat gelap, kan percuma,” kata Asiz, Rabu (16/2) malam lalu.

Beberapa ruas jalan lain yang lampunya tertutup ranting pohon terjadi di Jalan Rambipuji, jalan menuju arah Balung, serta di Jalan Sultan Agung dekat simpang tiga Jalan Diponegoro.

Sementara itu, beberapa lampu yang ada di jalan kecamatan dan desa sebagian besar ada yang padam. Bahkan, di beberapa lokasi informasinya ada kabel yang putus karena tertimpa kayu atau ranting pohon. (jum/c2/nur).

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca