alexametrics
28.4 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Cendekiawan Jember itu Berpulang, Dunia Pendidikan dan ISNU Berduka

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER.RADARJEMBER.ID – Duka kembali menyelimuti Jember. Sosok pemikir sekaligus cendekiawan di dunia pendidikan, Dr Hobri, berpulang. Pria kelahiran Sumenep yang menakhodai Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jember ini mengembuskan napas terakhirnya di RS Jember Klinik, Kamis (17/2) malam, sekitar pukul 20.00, karena menderita penyakit jantung.

Kepergian lelaki yang juga Ketua Dewan Pendidikan Jember ini, meninggalkan duka mendalam. Padahal, beberapa hari sebelumnya, mendiang masih sempat kontak dan berkomunikasi dengan sejumlah koleganya. “Selasa lalu, kami sempat ada rapat yayasan membahas inisiasi pendirian Pascasarjana UIJ yang diketuai beliau. Acara pukul dua, beliau pukul satu sudah datang,” kenang Shodiq Syarif, Wakil Rektor III Universitas Islam Jember (UIJ).

Di mata Shodiq, almarhum yang juga mantan Rektor UIJ ini dikenal sebagai sosok yang disiplin, sekaligus humoris. Bahkan, dia mengakui, setiap kali acara atau agenda tanpa kehadiran almarhum, dirasa ada yang kurang. Salah satu kiprahnya itu, almarhum sempat membuka Kampung Ahl Sunnah Waljamaah (Aswaja) di daerah Kalisat, Ramadan tahun lalu.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Sosoknya memiliki semangat dan kepedulian tinggi terhadap cendekiawan. Dia ingin mengorbitkan para cendekiawan agar senantiasa berkibar di masyarakat,” tambah pria yang mendampingi almarhum di ISNU, sebagai Wakil Sekretaris ISNU Jember ini.

Sepak terjangnya yang banyak berkiprah dimana-mana, membuat namanya juga sangat dikenal. Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur, Prof KH Abd Halim Soebahar menuturkan demikian. Dia mengaku sangat terpukul begitu mendengar kabar duka tersebut. “Baru kemarin siang (Kamis 17/2,Red), saya WA-an sama beliau untuk mempersiapkan sebuah acara,” kenangnya.

Menurut Prof Halim, selama hidupnya almarhum menjadi salah satu sahabat kala berdiskusi. Karena itu, kepergiannya yang tiba-tiba seketika meninggalkan duka bagi keluarga dan kolega. “Almarhum adalah sosok yang sangat akrab, sahabat yang menyenangkan. Tutur katanya, sikapnya, perilakunya, santun dan terpuji,” kenang pengasuh Ponpes Shafa Marwa Pakusari ini.

- Advertisement -

JEMBER.RADARJEMBER.ID – Duka kembali menyelimuti Jember. Sosok pemikir sekaligus cendekiawan di dunia pendidikan, Dr Hobri, berpulang. Pria kelahiran Sumenep yang menakhodai Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jember ini mengembuskan napas terakhirnya di RS Jember Klinik, Kamis (17/2) malam, sekitar pukul 20.00, karena menderita penyakit jantung.

Kepergian lelaki yang juga Ketua Dewan Pendidikan Jember ini, meninggalkan duka mendalam. Padahal, beberapa hari sebelumnya, mendiang masih sempat kontak dan berkomunikasi dengan sejumlah koleganya. “Selasa lalu, kami sempat ada rapat yayasan membahas inisiasi pendirian Pascasarjana UIJ yang diketuai beliau. Acara pukul dua, beliau pukul satu sudah datang,” kenang Shodiq Syarif, Wakil Rektor III Universitas Islam Jember (UIJ).

Di mata Shodiq, almarhum yang juga mantan Rektor UIJ ini dikenal sebagai sosok yang disiplin, sekaligus humoris. Bahkan, dia mengakui, setiap kali acara atau agenda tanpa kehadiran almarhum, dirasa ada yang kurang. Salah satu kiprahnya itu, almarhum sempat membuka Kampung Ahl Sunnah Waljamaah (Aswaja) di daerah Kalisat, Ramadan tahun lalu.

“Sosoknya memiliki semangat dan kepedulian tinggi terhadap cendekiawan. Dia ingin mengorbitkan para cendekiawan agar senantiasa berkibar di masyarakat,” tambah pria yang mendampingi almarhum di ISNU, sebagai Wakil Sekretaris ISNU Jember ini.

Sepak terjangnya yang banyak berkiprah dimana-mana, membuat namanya juga sangat dikenal. Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur, Prof KH Abd Halim Soebahar menuturkan demikian. Dia mengaku sangat terpukul begitu mendengar kabar duka tersebut. “Baru kemarin siang (Kamis 17/2,Red), saya WA-an sama beliau untuk mempersiapkan sebuah acara,” kenangnya.

Menurut Prof Halim, selama hidupnya almarhum menjadi salah satu sahabat kala berdiskusi. Karena itu, kepergiannya yang tiba-tiba seketika meninggalkan duka bagi keluarga dan kolega. “Almarhum adalah sosok yang sangat akrab, sahabat yang menyenangkan. Tutur katanya, sikapnya, perilakunya, santun dan terpuji,” kenang pengasuh Ponpes Shafa Marwa Pakusari ini.

JEMBER.RADARJEMBER.ID – Duka kembali menyelimuti Jember. Sosok pemikir sekaligus cendekiawan di dunia pendidikan, Dr Hobri, berpulang. Pria kelahiran Sumenep yang menakhodai Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jember ini mengembuskan napas terakhirnya di RS Jember Klinik, Kamis (17/2) malam, sekitar pukul 20.00, karena menderita penyakit jantung.

Kepergian lelaki yang juga Ketua Dewan Pendidikan Jember ini, meninggalkan duka mendalam. Padahal, beberapa hari sebelumnya, mendiang masih sempat kontak dan berkomunikasi dengan sejumlah koleganya. “Selasa lalu, kami sempat ada rapat yayasan membahas inisiasi pendirian Pascasarjana UIJ yang diketuai beliau. Acara pukul dua, beliau pukul satu sudah datang,” kenang Shodiq Syarif, Wakil Rektor III Universitas Islam Jember (UIJ).

Di mata Shodiq, almarhum yang juga mantan Rektor UIJ ini dikenal sebagai sosok yang disiplin, sekaligus humoris. Bahkan, dia mengakui, setiap kali acara atau agenda tanpa kehadiran almarhum, dirasa ada yang kurang. Salah satu kiprahnya itu, almarhum sempat membuka Kampung Ahl Sunnah Waljamaah (Aswaja) di daerah Kalisat, Ramadan tahun lalu.

“Sosoknya memiliki semangat dan kepedulian tinggi terhadap cendekiawan. Dia ingin mengorbitkan para cendekiawan agar senantiasa berkibar di masyarakat,” tambah pria yang mendampingi almarhum di ISNU, sebagai Wakil Sekretaris ISNU Jember ini.

Sepak terjangnya yang banyak berkiprah dimana-mana, membuat namanya juga sangat dikenal. Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur, Prof KH Abd Halim Soebahar menuturkan demikian. Dia mengaku sangat terpukul begitu mendengar kabar duka tersebut. “Baru kemarin siang (Kamis 17/2,Red), saya WA-an sama beliau untuk mempersiapkan sebuah acara,” kenangnya.

Menurut Prof Halim, selama hidupnya almarhum menjadi salah satu sahabat kala berdiskusi. Karena itu, kepergiannya yang tiba-tiba seketika meninggalkan duka bagi keluarga dan kolega. “Almarhum adalah sosok yang sangat akrab, sahabat yang menyenangkan. Tutur katanya, sikapnya, perilakunya, santun dan terpuji,” kenang pengasuh Ponpes Shafa Marwa Pakusari ini.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/