alexametrics
23 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Titip Kesejahteraan Rakyat Jember

Dokter Faida dan Kiai Muqit Pamit

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID –  Tak ada tampilan power point yang menjadi andalannya. Tak ada contekan kertas berisi data seperti biasanya. Siang kemarin (17/2), tanpa berbekal apa-apa, Bupati Jember (purna tugas) Faida berpidato di depan khalayak sesuai dengan apa yang dia rasakan saat itu.

Sesekali, ucapannya meninggi lalu melandai. Tak jarang, sempat tersendat pada beberapa kata yang berat untuk diucapkan. “Terima kasih. Selama lima tahun ini sudah membantu saya memimpin Jember,” tuturnya kepada khalayak yang hadir di Pendapa Wahyawibawagraha dalam acara serah terima jabatan Bupati Jember periode 2016-2021 kepada Plh Bupati Jember Hadi Sulistyo.

“Saya berharap, teman-teman mau memaafkan saya jika ada kesalahan saat kita bekerja selama lima tahun,” pintanya. “Terima kasih sekali lagi saya ucapkan atas semua dukungan dan bantuan, serta kerja sama yang baik,” lanjutnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia berucap, hal baik itu diharapkan bisa menjadi semangat para abdi masyarakat untuk terus berjalan. Sedangkan yang kurang baik dilupakan. Secara administratif, Faida menjelaskan bahwa tugasnya sudah tuntas. “Saya berikan jabatan ini kepada Plh Bupati Jember. Saya mohon, teman-teman sekalian mau membantu tugas Plh bupati dalam membangun Jember. Demi Jember dan masyarakat Jember,” katanya.

Ditanya tentang apa yang berkesan baginya selama memimpin Jember, dia mengungkapkan bahwa masyarakat Jember sangat beragam. Masyarakat Jember disebutnya merupakan masyarakat yang luar biasa. Mereka patut mendapatkan pelayanan dan diperjuangkan. “Saya titip masyarakat Jember. Utamakan kesejahteraan mereka,” ucapnya.

Selanjutnya, apa yang bakal dilakukan setelah masa jabatannya berakhir? Faida menuturkan, dirinya akan menikmati masa-masa berkumpul dengan keluarga. “Mereka sudah lama saya tinggalkan dan banyak berkorban selama saya menjabat menjadi bupati,” jelasnya.

Selain itu, Faida menambahkan, dirinya tetap konsisten bergelut di dunia kemanusiaan seperti yang dilakukannya jauh sebelum menjadi bupati. “Baik di dunia kesehatan, sosial, maupun pendidikan,” paparnya.

Wakil Bupati Abdul Muqit Arief sudah berpamitan lebih dulu, Kamis (11/2) lalu. Dengan mengadakan acara sederhana di rumah dinas, dia mengundang beberapa orang untuk menyaksikan kilas balik kepemimpinannya selama lima tahun belakangan. “Ini sekadar selamatan kecil-kecilan, sekaligus pamitan,” tuturnya kepada beberapa tokoh masyarakat yang hadir kala itu.

Meski kelak tak menjabat menjadi orang nomor dua di Jember, Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Desa Karangharjo, Kecamatan Silo, ini berharap, jalinan silaturahmi tetap berlanjut. Didampingi istrinya, Maimunah Muqit, dia menyampaikan terima kasih lantaran sudah dibantu dalam memimpin Jember selama lima tahun. “Kami mohon maaf bila ada kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak,” tandasnya.

 

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID –  Tak ada tampilan power point yang menjadi andalannya. Tak ada contekan kertas berisi data seperti biasanya. Siang kemarin (17/2), tanpa berbekal apa-apa, Bupati Jember (purna tugas) Faida berpidato di depan khalayak sesuai dengan apa yang dia rasakan saat itu.

Sesekali, ucapannya meninggi lalu melandai. Tak jarang, sempat tersendat pada beberapa kata yang berat untuk diucapkan. “Terima kasih. Selama lima tahun ini sudah membantu saya memimpin Jember,” tuturnya kepada khalayak yang hadir di Pendapa Wahyawibawagraha dalam acara serah terima jabatan Bupati Jember periode 2016-2021 kepada Plh Bupati Jember Hadi Sulistyo.

“Saya berharap, teman-teman mau memaafkan saya jika ada kesalahan saat kita bekerja selama lima tahun,” pintanya. “Terima kasih sekali lagi saya ucapkan atas semua dukungan dan bantuan, serta kerja sama yang baik,” lanjutnya.

Dia berucap, hal baik itu diharapkan bisa menjadi semangat para abdi masyarakat untuk terus berjalan. Sedangkan yang kurang baik dilupakan. Secara administratif, Faida menjelaskan bahwa tugasnya sudah tuntas. “Saya berikan jabatan ini kepada Plh Bupati Jember. Saya mohon, teman-teman sekalian mau membantu tugas Plh bupati dalam membangun Jember. Demi Jember dan masyarakat Jember,” katanya.

Ditanya tentang apa yang berkesan baginya selama memimpin Jember, dia mengungkapkan bahwa masyarakat Jember sangat beragam. Masyarakat Jember disebutnya merupakan masyarakat yang luar biasa. Mereka patut mendapatkan pelayanan dan diperjuangkan. “Saya titip masyarakat Jember. Utamakan kesejahteraan mereka,” ucapnya.

Selanjutnya, apa yang bakal dilakukan setelah masa jabatannya berakhir? Faida menuturkan, dirinya akan menikmati masa-masa berkumpul dengan keluarga. “Mereka sudah lama saya tinggalkan dan banyak berkorban selama saya menjabat menjadi bupati,” jelasnya.

Selain itu, Faida menambahkan, dirinya tetap konsisten bergelut di dunia kemanusiaan seperti yang dilakukannya jauh sebelum menjadi bupati. “Baik di dunia kesehatan, sosial, maupun pendidikan,” paparnya.

Wakil Bupati Abdul Muqit Arief sudah berpamitan lebih dulu, Kamis (11/2) lalu. Dengan mengadakan acara sederhana di rumah dinas, dia mengundang beberapa orang untuk menyaksikan kilas balik kepemimpinannya selama lima tahun belakangan. “Ini sekadar selamatan kecil-kecilan, sekaligus pamitan,” tuturnya kepada beberapa tokoh masyarakat yang hadir kala itu.

Meski kelak tak menjabat menjadi orang nomor dua di Jember, Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Desa Karangharjo, Kecamatan Silo, ini berharap, jalinan silaturahmi tetap berlanjut. Didampingi istrinya, Maimunah Muqit, dia menyampaikan terima kasih lantaran sudah dibantu dalam memimpin Jember selama lima tahun. “Kami mohon maaf bila ada kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak,” tandasnya.

 

JEMBER, RADARJEMBER.ID –  Tak ada tampilan power point yang menjadi andalannya. Tak ada contekan kertas berisi data seperti biasanya. Siang kemarin (17/2), tanpa berbekal apa-apa, Bupati Jember (purna tugas) Faida berpidato di depan khalayak sesuai dengan apa yang dia rasakan saat itu.

Sesekali, ucapannya meninggi lalu melandai. Tak jarang, sempat tersendat pada beberapa kata yang berat untuk diucapkan. “Terima kasih. Selama lima tahun ini sudah membantu saya memimpin Jember,” tuturnya kepada khalayak yang hadir di Pendapa Wahyawibawagraha dalam acara serah terima jabatan Bupati Jember periode 2016-2021 kepada Plh Bupati Jember Hadi Sulistyo.

“Saya berharap, teman-teman mau memaafkan saya jika ada kesalahan saat kita bekerja selama lima tahun,” pintanya. “Terima kasih sekali lagi saya ucapkan atas semua dukungan dan bantuan, serta kerja sama yang baik,” lanjutnya.

Dia berucap, hal baik itu diharapkan bisa menjadi semangat para abdi masyarakat untuk terus berjalan. Sedangkan yang kurang baik dilupakan. Secara administratif, Faida menjelaskan bahwa tugasnya sudah tuntas. “Saya berikan jabatan ini kepada Plh Bupati Jember. Saya mohon, teman-teman sekalian mau membantu tugas Plh bupati dalam membangun Jember. Demi Jember dan masyarakat Jember,” katanya.

Ditanya tentang apa yang berkesan baginya selama memimpin Jember, dia mengungkapkan bahwa masyarakat Jember sangat beragam. Masyarakat Jember disebutnya merupakan masyarakat yang luar biasa. Mereka patut mendapatkan pelayanan dan diperjuangkan. “Saya titip masyarakat Jember. Utamakan kesejahteraan mereka,” ucapnya.

Selanjutnya, apa yang bakal dilakukan setelah masa jabatannya berakhir? Faida menuturkan, dirinya akan menikmati masa-masa berkumpul dengan keluarga. “Mereka sudah lama saya tinggalkan dan banyak berkorban selama saya menjabat menjadi bupati,” jelasnya.

Selain itu, Faida menambahkan, dirinya tetap konsisten bergelut di dunia kemanusiaan seperti yang dilakukannya jauh sebelum menjadi bupati. “Baik di dunia kesehatan, sosial, maupun pendidikan,” paparnya.

Wakil Bupati Abdul Muqit Arief sudah berpamitan lebih dulu, Kamis (11/2) lalu. Dengan mengadakan acara sederhana di rumah dinas, dia mengundang beberapa orang untuk menyaksikan kilas balik kepemimpinannya selama lima tahun belakangan. “Ini sekadar selamatan kecil-kecilan, sekaligus pamitan,” tuturnya kepada beberapa tokoh masyarakat yang hadir kala itu.

Meski kelak tak menjabat menjadi orang nomor dua di Jember, Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Desa Karangharjo, Kecamatan Silo, ini berharap, jalinan silaturahmi tetap berlanjut. Didampingi istrinya, Maimunah Muqit, dia menyampaikan terima kasih lantaran sudah dibantu dalam memimpin Jember selama lima tahun. “Kami mohon maaf bila ada kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak,” tandasnya.

 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/