alexametrics
24.6 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Bersiap Pakai Seragam Sekolah Lagi

Simulasi Belajar Tatap Muka Dilakukan Akhir Februari

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID –  Rencana pembelajaran tatap muka yang dimulai awal maret ini mendapat respons positif sejumlah pihak. Sebab, kebijakan itu dinilai memecah kejenuhan siswa dan para orang tua selama masa pembelajaran daring berlangsung. Sebagai langkah persiapan, Dinas Pendidikan Jember berencana melakukan simulasi, akhir Februari ini. Simulasi itu melibatkan beberapa sekolah untuk menguji kesiapan penerapan protokol kesehatan (prokes).

Kemarin (17/2), Dinas Pendidikan bersama sejumlah kepala SD dan SMP se-Jember menggelar rapat sosialisasi di SMP Negeri 7 Jember. Meski belum ada kepastian kapan tanggal pelaksanaannya simulasi itu, tapi kemungkinan besar akan dilakukan setelah 22 Februari.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Syaiful Bahri menjelaskan, rencana pembelajaran tatap muka tidak bisa dilakukan secara mendadak. Perlu persiapan yang matang. Mulai dari sosialisasi kepada murid mengenai teknis pelaksanaannya, hingga pemenuhan aturan sesuai standar prokes Covid-19 yang berlaku. “Untuk waktu pelaksanaannya, kami tidak tahu. Masih menunggu tanggal,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pada tingkat SMP, Syaiful mengungkapkan, bakal ada 35 sekolah yang akan mengikuti simulasi. Skemanya, simulasi akan dilakukan dalam tiga hari berturut-turut untuk semua jenjang kelas. Setiap harinya, satu kelas di tiap sekolah akan melaksanakan simulasi tatap muka dalam satu hari. Berikutnya, dilanjutkan untuk kelas lain.

Sementara, untuk SD, simulasi bakal diikuti oleh SD yang telah didelegasikan oleh kecamatan. Setiap kecamatan dapat mendelegasikan dua lembaga yang akan mengikuti simulasi tatap muka.

Kepala Dinas Pendidikan Jember melalui Kepala Bidang TK-SD Dhebora Krisnowati memaparkan, simulasi pembelajaran tatap muka itu akan diikuti oleh semua sekolah. Baik yang berada di kota maupun di desa. “Ini hanya sosialisasi persiapan simulasi. Setelah simulasi nanti akan uji coba,” jelasnya. Rencananya, uji coba akan dilakukan pada Maret mendatang. Karena itu, sebelum dilakukan uji coba, sekolah harus melakukan persiapan pemenuhan protokol Covid-19.

Menjawab Kegalauan Warga

Ketua Yayasan Pendidikan Islam Riyadus Sholihin Jember Madini Farouq menilai, penerapan sekolah tatap muka masih menjadi cara terbaik untuk mendidik anak-anak. Untuk itu, perlu persiapan matang sebelum dilangsungkan. “Sebagai ketua yayasan, saya sangat mendukung dan menyambut baik rencana uji coba sekolah tatap muka di Jember per 1 Maret 2021,” kata pria yang akrab dipanggil Gus Mamak ini.

Dia menyebut, pendidikan melalui daring selama setahun terakhir dinilai tidak maksimal. Sebab, sistem pembelajaran tidak cukup dengan pertemuan jarak jauh. Perlu bertemu langsung agar transfer ilmu dan pengetahuan tersalurkan dengan baik.

Tak hanya itu, pria yang juga menjabat Ketua DPC PPP Jember ini mengungkapkan, selama setahun terakhir banyak orang tua siswa yang mengeluh kesulitan membantu putra putrinya yang melaksanakan sekolah daring di rumah. Belum lagi harus membantu mengerjakan soal anak-anak lantaran anak mereka banyak yang bermain.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID –  Rencana pembelajaran tatap muka yang dimulai awal maret ini mendapat respons positif sejumlah pihak. Sebab, kebijakan itu dinilai memecah kejenuhan siswa dan para orang tua selama masa pembelajaran daring berlangsung. Sebagai langkah persiapan, Dinas Pendidikan Jember berencana melakukan simulasi, akhir Februari ini. Simulasi itu melibatkan beberapa sekolah untuk menguji kesiapan penerapan protokol kesehatan (prokes).

Kemarin (17/2), Dinas Pendidikan bersama sejumlah kepala SD dan SMP se-Jember menggelar rapat sosialisasi di SMP Negeri 7 Jember. Meski belum ada kepastian kapan tanggal pelaksanaannya simulasi itu, tapi kemungkinan besar akan dilakukan setelah 22 Februari.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Syaiful Bahri menjelaskan, rencana pembelajaran tatap muka tidak bisa dilakukan secara mendadak. Perlu persiapan yang matang. Mulai dari sosialisasi kepada murid mengenai teknis pelaksanaannya, hingga pemenuhan aturan sesuai standar prokes Covid-19 yang berlaku. “Untuk waktu pelaksanaannya, kami tidak tahu. Masih menunggu tanggal,” katanya.

Pada tingkat SMP, Syaiful mengungkapkan, bakal ada 35 sekolah yang akan mengikuti simulasi. Skemanya, simulasi akan dilakukan dalam tiga hari berturut-turut untuk semua jenjang kelas. Setiap harinya, satu kelas di tiap sekolah akan melaksanakan simulasi tatap muka dalam satu hari. Berikutnya, dilanjutkan untuk kelas lain.

Sementara, untuk SD, simulasi bakal diikuti oleh SD yang telah didelegasikan oleh kecamatan. Setiap kecamatan dapat mendelegasikan dua lembaga yang akan mengikuti simulasi tatap muka.

Kepala Dinas Pendidikan Jember melalui Kepala Bidang TK-SD Dhebora Krisnowati memaparkan, simulasi pembelajaran tatap muka itu akan diikuti oleh semua sekolah. Baik yang berada di kota maupun di desa. “Ini hanya sosialisasi persiapan simulasi. Setelah simulasi nanti akan uji coba,” jelasnya. Rencananya, uji coba akan dilakukan pada Maret mendatang. Karena itu, sebelum dilakukan uji coba, sekolah harus melakukan persiapan pemenuhan protokol Covid-19.

Menjawab Kegalauan Warga

Ketua Yayasan Pendidikan Islam Riyadus Sholihin Jember Madini Farouq menilai, penerapan sekolah tatap muka masih menjadi cara terbaik untuk mendidik anak-anak. Untuk itu, perlu persiapan matang sebelum dilangsungkan. “Sebagai ketua yayasan, saya sangat mendukung dan menyambut baik rencana uji coba sekolah tatap muka di Jember per 1 Maret 2021,” kata pria yang akrab dipanggil Gus Mamak ini.

Dia menyebut, pendidikan melalui daring selama setahun terakhir dinilai tidak maksimal. Sebab, sistem pembelajaran tidak cukup dengan pertemuan jarak jauh. Perlu bertemu langsung agar transfer ilmu dan pengetahuan tersalurkan dengan baik.

Tak hanya itu, pria yang juga menjabat Ketua DPC PPP Jember ini mengungkapkan, selama setahun terakhir banyak orang tua siswa yang mengeluh kesulitan membantu putra putrinya yang melaksanakan sekolah daring di rumah. Belum lagi harus membantu mengerjakan soal anak-anak lantaran anak mereka banyak yang bermain.

JEMBER, RADARJEMBER.ID –  Rencana pembelajaran tatap muka yang dimulai awal maret ini mendapat respons positif sejumlah pihak. Sebab, kebijakan itu dinilai memecah kejenuhan siswa dan para orang tua selama masa pembelajaran daring berlangsung. Sebagai langkah persiapan, Dinas Pendidikan Jember berencana melakukan simulasi, akhir Februari ini. Simulasi itu melibatkan beberapa sekolah untuk menguji kesiapan penerapan protokol kesehatan (prokes).

Kemarin (17/2), Dinas Pendidikan bersama sejumlah kepala SD dan SMP se-Jember menggelar rapat sosialisasi di SMP Negeri 7 Jember. Meski belum ada kepastian kapan tanggal pelaksanaannya simulasi itu, tapi kemungkinan besar akan dilakukan setelah 22 Februari.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Syaiful Bahri menjelaskan, rencana pembelajaran tatap muka tidak bisa dilakukan secara mendadak. Perlu persiapan yang matang. Mulai dari sosialisasi kepada murid mengenai teknis pelaksanaannya, hingga pemenuhan aturan sesuai standar prokes Covid-19 yang berlaku. “Untuk waktu pelaksanaannya, kami tidak tahu. Masih menunggu tanggal,” katanya.

Pada tingkat SMP, Syaiful mengungkapkan, bakal ada 35 sekolah yang akan mengikuti simulasi. Skemanya, simulasi akan dilakukan dalam tiga hari berturut-turut untuk semua jenjang kelas. Setiap harinya, satu kelas di tiap sekolah akan melaksanakan simulasi tatap muka dalam satu hari. Berikutnya, dilanjutkan untuk kelas lain.

Sementara, untuk SD, simulasi bakal diikuti oleh SD yang telah didelegasikan oleh kecamatan. Setiap kecamatan dapat mendelegasikan dua lembaga yang akan mengikuti simulasi tatap muka.

Kepala Dinas Pendidikan Jember melalui Kepala Bidang TK-SD Dhebora Krisnowati memaparkan, simulasi pembelajaran tatap muka itu akan diikuti oleh semua sekolah. Baik yang berada di kota maupun di desa. “Ini hanya sosialisasi persiapan simulasi. Setelah simulasi nanti akan uji coba,” jelasnya. Rencananya, uji coba akan dilakukan pada Maret mendatang. Karena itu, sebelum dilakukan uji coba, sekolah harus melakukan persiapan pemenuhan protokol Covid-19.

Menjawab Kegalauan Warga

Ketua Yayasan Pendidikan Islam Riyadus Sholihin Jember Madini Farouq menilai, penerapan sekolah tatap muka masih menjadi cara terbaik untuk mendidik anak-anak. Untuk itu, perlu persiapan matang sebelum dilangsungkan. “Sebagai ketua yayasan, saya sangat mendukung dan menyambut baik rencana uji coba sekolah tatap muka di Jember per 1 Maret 2021,” kata pria yang akrab dipanggil Gus Mamak ini.

Dia menyebut, pendidikan melalui daring selama setahun terakhir dinilai tidak maksimal. Sebab, sistem pembelajaran tidak cukup dengan pertemuan jarak jauh. Perlu bertemu langsung agar transfer ilmu dan pengetahuan tersalurkan dengan baik.

Tak hanya itu, pria yang juga menjabat Ketua DPC PPP Jember ini mengungkapkan, selama setahun terakhir banyak orang tua siswa yang mengeluh kesulitan membantu putra putrinya yang melaksanakan sekolah daring di rumah. Belum lagi harus membantu mengerjakan soal anak-anak lantaran anak mereka banyak yang bermain.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/