alexametrics
23.4 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Bangkitkan Ekonomi dengan Kedisiplinan Tinggi

Mobile_AP_Rectangle 1

Pihaknya juga menyampaikan, upaya penanganan Covid-19 seperti mematuhi protokol kesehatan tidak boleh ditinggal. Tak hanya itu, Hendy juga mengajak agar menghadapi pandemi juga ada upaya kepada Sang Pencipta. “Nanti saya akan ajak masyarakat untuk berdoa bersama. Misalnya setelah salat atau waktu lain. Menangani Covid-19 ini tidak cukup sekadar hablumminannas (hubungan antarmanusia, Red) tetapi perlu melakukan hablumminallah (hubungan dengan Sang Pencipta, Red),” tutur Hendy.

Hal senada juga disampaikan Muhammad Balya Firjaun Barlaman. Upaya penanganan Covid-19 serentak dilakukan secara lahiriah seperti melakukan penerapan 3M. “Ada satu hal yang akan kami lakukan agar juga menyeluruh di Jember, yaitu upaya batiniah. Apa pun yang menjalankan dan mengatur kehidupan di bumi ini adalah Allah SWT. Upaya 99 persen lahiriah sudah kita tempuh, kita tidak boleh meninggalkan satu persennya, yaitu upaya batiniah,” ucapnya.

Kaitan dengan perekonomian di Jember, menurut pria yang akrab disapa Gus Firjaun ini, perlu upaya untuk menaikkan taraf hidup masyarakat. Terganggunya kesehatan akibat wabah perlu dihadapi dengan imun yang kuat.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Imun bisa menjadi kuat antara lain dengan makan. Ketika masyarakat Jember sulit makan akibat pekerjaan sulit dan aktivitas dibatasi, maka 60-70 persen penghasilan banyak warga tersendat. Pekerja yang menjual jasa seperti pengusaha sound system, penyewaan terop (tenda, Red), serta jasa lain sangat merasakan itu,” katanya.

Untuk itu, dibutuhkan terobosan agar ekonomi warga tidak terus-terusan anjlok di masa pandemi seperti sekarang. Apalagi, mayoritas warga bukanlah penerima gaji tetap seperti aparatur sipil negara (ASN).

Jika warga berdiam di rumah tanpa melakukan pekerjaan, maka tak akan mendapat upah seperti pegawai pemerintah. “Perlu kiat-kiat untuk meningkatkan penghasilan masyarakat. Dengan menyinergikan upaya lahiriyah dan batiniah, semoga Covid-19 diangkat oleh Allah SWT,” pungkas Firjaun.

Sementara itu, pada tahun 2021 ini, nantinya Hendy-Firjaun akan menjadikan bidang kesehatan salah satu fokus penanganan demi membangkitkan perekonomian seluruh warga. Bantuan-bantuan akan tetap diberikan, tetapi akan ditata kembali dengan data yang lebih valid.

 

Jurnalis : Nur Hariri
Fotografer : DOKUMENTASI RADAR JEMBER
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

- Advertisement -

Pihaknya juga menyampaikan, upaya penanganan Covid-19 seperti mematuhi protokol kesehatan tidak boleh ditinggal. Tak hanya itu, Hendy juga mengajak agar menghadapi pandemi juga ada upaya kepada Sang Pencipta. “Nanti saya akan ajak masyarakat untuk berdoa bersama. Misalnya setelah salat atau waktu lain. Menangani Covid-19 ini tidak cukup sekadar hablumminannas (hubungan antarmanusia, Red) tetapi perlu melakukan hablumminallah (hubungan dengan Sang Pencipta, Red),” tutur Hendy.

Hal senada juga disampaikan Muhammad Balya Firjaun Barlaman. Upaya penanganan Covid-19 serentak dilakukan secara lahiriah seperti melakukan penerapan 3M. “Ada satu hal yang akan kami lakukan agar juga menyeluruh di Jember, yaitu upaya batiniah. Apa pun yang menjalankan dan mengatur kehidupan di bumi ini adalah Allah SWT. Upaya 99 persen lahiriah sudah kita tempuh, kita tidak boleh meninggalkan satu persennya, yaitu upaya batiniah,” ucapnya.

Kaitan dengan perekonomian di Jember, menurut pria yang akrab disapa Gus Firjaun ini, perlu upaya untuk menaikkan taraf hidup masyarakat. Terganggunya kesehatan akibat wabah perlu dihadapi dengan imun yang kuat.

“Imun bisa menjadi kuat antara lain dengan makan. Ketika masyarakat Jember sulit makan akibat pekerjaan sulit dan aktivitas dibatasi, maka 60-70 persen penghasilan banyak warga tersendat. Pekerja yang menjual jasa seperti pengusaha sound system, penyewaan terop (tenda, Red), serta jasa lain sangat merasakan itu,” katanya.

Untuk itu, dibutuhkan terobosan agar ekonomi warga tidak terus-terusan anjlok di masa pandemi seperti sekarang. Apalagi, mayoritas warga bukanlah penerima gaji tetap seperti aparatur sipil negara (ASN).

Jika warga berdiam di rumah tanpa melakukan pekerjaan, maka tak akan mendapat upah seperti pegawai pemerintah. “Perlu kiat-kiat untuk meningkatkan penghasilan masyarakat. Dengan menyinergikan upaya lahiriyah dan batiniah, semoga Covid-19 diangkat oleh Allah SWT,” pungkas Firjaun.

Sementara itu, pada tahun 2021 ini, nantinya Hendy-Firjaun akan menjadikan bidang kesehatan salah satu fokus penanganan demi membangkitkan perekonomian seluruh warga. Bantuan-bantuan akan tetap diberikan, tetapi akan ditata kembali dengan data yang lebih valid.

 

Jurnalis : Nur Hariri
Fotografer : DOKUMENTASI RADAR JEMBER
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

Pihaknya juga menyampaikan, upaya penanganan Covid-19 seperti mematuhi protokol kesehatan tidak boleh ditinggal. Tak hanya itu, Hendy juga mengajak agar menghadapi pandemi juga ada upaya kepada Sang Pencipta. “Nanti saya akan ajak masyarakat untuk berdoa bersama. Misalnya setelah salat atau waktu lain. Menangani Covid-19 ini tidak cukup sekadar hablumminannas (hubungan antarmanusia, Red) tetapi perlu melakukan hablumminallah (hubungan dengan Sang Pencipta, Red),” tutur Hendy.

Hal senada juga disampaikan Muhammad Balya Firjaun Barlaman. Upaya penanganan Covid-19 serentak dilakukan secara lahiriah seperti melakukan penerapan 3M. “Ada satu hal yang akan kami lakukan agar juga menyeluruh di Jember, yaitu upaya batiniah. Apa pun yang menjalankan dan mengatur kehidupan di bumi ini adalah Allah SWT. Upaya 99 persen lahiriah sudah kita tempuh, kita tidak boleh meninggalkan satu persennya, yaitu upaya batiniah,” ucapnya.

Kaitan dengan perekonomian di Jember, menurut pria yang akrab disapa Gus Firjaun ini, perlu upaya untuk menaikkan taraf hidup masyarakat. Terganggunya kesehatan akibat wabah perlu dihadapi dengan imun yang kuat.

“Imun bisa menjadi kuat antara lain dengan makan. Ketika masyarakat Jember sulit makan akibat pekerjaan sulit dan aktivitas dibatasi, maka 60-70 persen penghasilan banyak warga tersendat. Pekerja yang menjual jasa seperti pengusaha sound system, penyewaan terop (tenda, Red), serta jasa lain sangat merasakan itu,” katanya.

Untuk itu, dibutuhkan terobosan agar ekonomi warga tidak terus-terusan anjlok di masa pandemi seperti sekarang. Apalagi, mayoritas warga bukanlah penerima gaji tetap seperti aparatur sipil negara (ASN).

Jika warga berdiam di rumah tanpa melakukan pekerjaan, maka tak akan mendapat upah seperti pegawai pemerintah. “Perlu kiat-kiat untuk meningkatkan penghasilan masyarakat. Dengan menyinergikan upaya lahiriyah dan batiniah, semoga Covid-19 diangkat oleh Allah SWT,” pungkas Firjaun.

Sementara itu, pada tahun 2021 ini, nantinya Hendy-Firjaun akan menjadikan bidang kesehatan salah satu fokus penanganan demi membangkitkan perekonomian seluruh warga. Bantuan-bantuan akan tetap diberikan, tetapi akan ditata kembali dengan data yang lebih valid.

 

Jurnalis : Nur Hariri
Fotografer : DOKUMENTASI RADAR JEMBER
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/