alexametrics
23.5 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Bangkitkan Ekonomi dengan Kedisiplinan Tinggi

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Jatuhnya perekonomian di Kabupaten Jember dan Indonesia belum sepenuhnya pulih. Terganggunya dunia kesehatan setahun terakhir menjadi penyebab utama yang tidak kita mungkiri. Munculnya wabah Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) saat itu membuat banyak aktivitas dibatasi, sehingga pendapatan mayoritas orang anjlok.

Jawa Pos Radar Jember membahas khusus apa yang akan dilakukan Bupati dan Wakil Bupati Jember terpilih Hendy Siswanto dan Muhammad Balya Firjaun Barlaman untuk mengatasi terganggunya dunia kesehatan akibat korona. Termasuk strategi pembangkitan ekonomi.

Hendy mengatakan, hadirnya pandemi korona sangat berdampak pada dua hal. Pertama adalah terhadap pendidikan anak. Dan yang kedua adalah dampak pandemi terhadap ekonomi warga Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

Berdasarkan pengalaman setahun terakhir dalam penanganan wabah korona, menurut Hendy, ada beberapa hal yang dinilai kurang tepat. Kekurangan-kekurangan itu nanti yang akan dilengkapi setelah resmi menjabat sebagai bupati.

Hendy mengungkap, penerapan protokol kesehatan sejatinya sudah pas untuk mencegah penyebaran wabah korona. Namun, realisasi di lapangan, banyak orang yang terkadang menganggap enteng. Akibatnya, protokol kesehatan yang dalam praktiknya menerapkan 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun) belum dilakukan secara maksimal.

“Perlu peningkatan kedisiplinan dalam mematuhi protokol kesehatan. Paling tidak, di era new normal ini, kita sama-sama membiasakan diri untuk melakukan 3M. Dengan meningkatkan kedisiplinan ini, kita bisa melakukan aktivitas seperti bekerja, berdagang, atau kegiatan lain,” papar Hendy, belum lama ini.

Peningkatan kedisiplinan melakukan 3M, menurut mantan pegawai Kementerian Perhubungan ini, menjadi kunci guna menuju kebangkitan ekonomi Jember. Seluruh warga yang mematuhi protokol kesehatan bisa berbuat apa saja, termasuk bekerja seperti sedia kala.

“Kalau kegiatan terus-terusan dibatasi, apalagi sampai melarang pedagang berjualan, kasihan warga. Mereka butuh makan, dan itu hanya bisa didapat dengan bekerja. Setelah saya resmi menjabat nanti, semua orang boleh bekerja. Tidak akan ada yang dilarang karena semua butuh makan. Akan tetapi, semua kegiatan itu boleh dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan 3M dengan disiplin,” ungkap Hendy.

Pembatasan-pembatasan kegiatan nantinya hanya berlaku bagi kegiatan yang melibatkan kerumunan banyak orang atau dalam skala besar. “Perlu penanganan kesehatan termasuk Covid-19 secara tepat, demi membangkitkan perekonomian di Jember,” ucapnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Jatuhnya perekonomian di Kabupaten Jember dan Indonesia belum sepenuhnya pulih. Terganggunya dunia kesehatan setahun terakhir menjadi penyebab utama yang tidak kita mungkiri. Munculnya wabah Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) saat itu membuat banyak aktivitas dibatasi, sehingga pendapatan mayoritas orang anjlok.

Jawa Pos Radar Jember membahas khusus apa yang akan dilakukan Bupati dan Wakil Bupati Jember terpilih Hendy Siswanto dan Muhammad Balya Firjaun Barlaman untuk mengatasi terganggunya dunia kesehatan akibat korona. Termasuk strategi pembangkitan ekonomi.

Hendy mengatakan, hadirnya pandemi korona sangat berdampak pada dua hal. Pertama adalah terhadap pendidikan anak. Dan yang kedua adalah dampak pandemi terhadap ekonomi warga Jember.

Berdasarkan pengalaman setahun terakhir dalam penanganan wabah korona, menurut Hendy, ada beberapa hal yang dinilai kurang tepat. Kekurangan-kekurangan itu nanti yang akan dilengkapi setelah resmi menjabat sebagai bupati.

Hendy mengungkap, penerapan protokol kesehatan sejatinya sudah pas untuk mencegah penyebaran wabah korona. Namun, realisasi di lapangan, banyak orang yang terkadang menganggap enteng. Akibatnya, protokol kesehatan yang dalam praktiknya menerapkan 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun) belum dilakukan secara maksimal.

“Perlu peningkatan kedisiplinan dalam mematuhi protokol kesehatan. Paling tidak, di era new normal ini, kita sama-sama membiasakan diri untuk melakukan 3M. Dengan meningkatkan kedisiplinan ini, kita bisa melakukan aktivitas seperti bekerja, berdagang, atau kegiatan lain,” papar Hendy, belum lama ini.

Peningkatan kedisiplinan melakukan 3M, menurut mantan pegawai Kementerian Perhubungan ini, menjadi kunci guna menuju kebangkitan ekonomi Jember. Seluruh warga yang mematuhi protokol kesehatan bisa berbuat apa saja, termasuk bekerja seperti sedia kala.

“Kalau kegiatan terus-terusan dibatasi, apalagi sampai melarang pedagang berjualan, kasihan warga. Mereka butuh makan, dan itu hanya bisa didapat dengan bekerja. Setelah saya resmi menjabat nanti, semua orang boleh bekerja. Tidak akan ada yang dilarang karena semua butuh makan. Akan tetapi, semua kegiatan itu boleh dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan 3M dengan disiplin,” ungkap Hendy.

Pembatasan-pembatasan kegiatan nantinya hanya berlaku bagi kegiatan yang melibatkan kerumunan banyak orang atau dalam skala besar. “Perlu penanganan kesehatan termasuk Covid-19 secara tepat, demi membangkitkan perekonomian di Jember,” ucapnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Jatuhnya perekonomian di Kabupaten Jember dan Indonesia belum sepenuhnya pulih. Terganggunya dunia kesehatan setahun terakhir menjadi penyebab utama yang tidak kita mungkiri. Munculnya wabah Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) saat itu membuat banyak aktivitas dibatasi, sehingga pendapatan mayoritas orang anjlok.

Jawa Pos Radar Jember membahas khusus apa yang akan dilakukan Bupati dan Wakil Bupati Jember terpilih Hendy Siswanto dan Muhammad Balya Firjaun Barlaman untuk mengatasi terganggunya dunia kesehatan akibat korona. Termasuk strategi pembangkitan ekonomi.

Hendy mengatakan, hadirnya pandemi korona sangat berdampak pada dua hal. Pertama adalah terhadap pendidikan anak. Dan yang kedua adalah dampak pandemi terhadap ekonomi warga Jember.

Berdasarkan pengalaman setahun terakhir dalam penanganan wabah korona, menurut Hendy, ada beberapa hal yang dinilai kurang tepat. Kekurangan-kekurangan itu nanti yang akan dilengkapi setelah resmi menjabat sebagai bupati.

Hendy mengungkap, penerapan protokol kesehatan sejatinya sudah pas untuk mencegah penyebaran wabah korona. Namun, realisasi di lapangan, banyak orang yang terkadang menganggap enteng. Akibatnya, protokol kesehatan yang dalam praktiknya menerapkan 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun) belum dilakukan secara maksimal.

“Perlu peningkatan kedisiplinan dalam mematuhi protokol kesehatan. Paling tidak, di era new normal ini, kita sama-sama membiasakan diri untuk melakukan 3M. Dengan meningkatkan kedisiplinan ini, kita bisa melakukan aktivitas seperti bekerja, berdagang, atau kegiatan lain,” papar Hendy, belum lama ini.

Peningkatan kedisiplinan melakukan 3M, menurut mantan pegawai Kementerian Perhubungan ini, menjadi kunci guna menuju kebangkitan ekonomi Jember. Seluruh warga yang mematuhi protokol kesehatan bisa berbuat apa saja, termasuk bekerja seperti sedia kala.

“Kalau kegiatan terus-terusan dibatasi, apalagi sampai melarang pedagang berjualan, kasihan warga. Mereka butuh makan, dan itu hanya bisa didapat dengan bekerja. Setelah saya resmi menjabat nanti, semua orang boleh bekerja. Tidak akan ada yang dilarang karena semua butuh makan. Akan tetapi, semua kegiatan itu boleh dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan 3M dengan disiplin,” ungkap Hendy.

Pembatasan-pembatasan kegiatan nantinya hanya berlaku bagi kegiatan yang melibatkan kerumunan banyak orang atau dalam skala besar. “Perlu penanganan kesehatan termasuk Covid-19 secara tepat, demi membangkitkan perekonomian di Jember,” ucapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/