alexametrics
24.1 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Bakal Digusur Oleh PT KAI, Pedagang Pinggir Rel Roxy Jember Bereaksi

Pedagang Pinggir Rel Roxy Jember Diberi SP-3 Oleh PT KAI

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejumlah pedagang yang menempati kawasan pinggir rel kereta api di Kecamatan Kaliwates menerima surat peringatan tiga (SP-3) dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 9 Jember. Mereka diminta agar segera mengosongkan lapak mereka. Belasan kios yang berjajar di bantaran rel rencananya akan dibongkar dan dijadikan lahan kosong oleh PT KAI berdasarkan Putusan Mahkamah Agung yang telah berkekuatan hukum tetap.

Camat Kaliwates Nurul Hafid Yasin mengatakan, peringatan oleh PT KAI itu bertujuan agar warga sukarela membersihkan barang-barang dan membongkarnya secara mandiri. Sehingga saat eksekusi yang dilakukan oleh PT KAI tidak ada barang dagangan atau perlengkapan yang tercecer. Hal itu juga bertujuan meminimalisasi adanya konflik antara pedagang dengan PT KAI.

Selama ini, pihak kelurahan juga melakukan pendataan pedagang yang terdampak. Nantinya, pihak-pihak terkait akan melakukan musyawarah soal relokasi pedagang. Namun, ia tidak bisa memastikan atau menjanjikan hal tersebut. “Kami dari Pemkab Jember memberikan pendampingan pihak PT KAI untuk menyosialisasikan putusan itu,” kata Hafid, kemarin (17/1).

Mobile_AP_Rectangle 2

Pedagang pun memprotes keputusan tersebut. Mereka sampai menggelar aksi untuk menolak penggusuran. Pedagang juga akan berusaha mempertahankan kios tersebut. Sebab, kata mereka, lapak itu adalah sumber penghasilan utama. Di sisi lain, pedagang juga sudah mengomunikasikan dengan pihak Roxy, lurah, dan camat untuk lahan relokasi. Namun, hingga saat ini belum ada kejelasan.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejumlah pedagang yang menempati kawasan pinggir rel kereta api di Kecamatan Kaliwates menerima surat peringatan tiga (SP-3) dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 9 Jember. Mereka diminta agar segera mengosongkan lapak mereka. Belasan kios yang berjajar di bantaran rel rencananya akan dibongkar dan dijadikan lahan kosong oleh PT KAI berdasarkan Putusan Mahkamah Agung yang telah berkekuatan hukum tetap.

Camat Kaliwates Nurul Hafid Yasin mengatakan, peringatan oleh PT KAI itu bertujuan agar warga sukarela membersihkan barang-barang dan membongkarnya secara mandiri. Sehingga saat eksekusi yang dilakukan oleh PT KAI tidak ada barang dagangan atau perlengkapan yang tercecer. Hal itu juga bertujuan meminimalisasi adanya konflik antara pedagang dengan PT KAI.

Selama ini, pihak kelurahan juga melakukan pendataan pedagang yang terdampak. Nantinya, pihak-pihak terkait akan melakukan musyawarah soal relokasi pedagang. Namun, ia tidak bisa memastikan atau menjanjikan hal tersebut. “Kami dari Pemkab Jember memberikan pendampingan pihak PT KAI untuk menyosialisasikan putusan itu,” kata Hafid, kemarin (17/1).

Pedagang pun memprotes keputusan tersebut. Mereka sampai menggelar aksi untuk menolak penggusuran. Pedagang juga akan berusaha mempertahankan kios tersebut. Sebab, kata mereka, lapak itu adalah sumber penghasilan utama. Di sisi lain, pedagang juga sudah mengomunikasikan dengan pihak Roxy, lurah, dan camat untuk lahan relokasi. Namun, hingga saat ini belum ada kejelasan.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejumlah pedagang yang menempati kawasan pinggir rel kereta api di Kecamatan Kaliwates menerima surat peringatan tiga (SP-3) dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 9 Jember. Mereka diminta agar segera mengosongkan lapak mereka. Belasan kios yang berjajar di bantaran rel rencananya akan dibongkar dan dijadikan lahan kosong oleh PT KAI berdasarkan Putusan Mahkamah Agung yang telah berkekuatan hukum tetap.

Camat Kaliwates Nurul Hafid Yasin mengatakan, peringatan oleh PT KAI itu bertujuan agar warga sukarela membersihkan barang-barang dan membongkarnya secara mandiri. Sehingga saat eksekusi yang dilakukan oleh PT KAI tidak ada barang dagangan atau perlengkapan yang tercecer. Hal itu juga bertujuan meminimalisasi adanya konflik antara pedagang dengan PT KAI.

Selama ini, pihak kelurahan juga melakukan pendataan pedagang yang terdampak. Nantinya, pihak-pihak terkait akan melakukan musyawarah soal relokasi pedagang. Namun, ia tidak bisa memastikan atau menjanjikan hal tersebut. “Kami dari Pemkab Jember memberikan pendampingan pihak PT KAI untuk menyosialisasikan putusan itu,” kata Hafid, kemarin (17/1).

Pedagang pun memprotes keputusan tersebut. Mereka sampai menggelar aksi untuk menolak penggusuran. Pedagang juga akan berusaha mempertahankan kios tersebut. Sebab, kata mereka, lapak itu adalah sumber penghasilan utama. Di sisi lain, pedagang juga sudah mengomunikasikan dengan pihak Roxy, lurah, dan camat untuk lahan relokasi. Namun, hingga saat ini belum ada kejelasan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/