alexametrics
24.1 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

Sabunnya kok Tidak Keluar Busa?

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tak lama dari suara peringatan itu, satu per satu calon penumpang mulai cuci tangan. Putri Dwi salah satunya. Dia bersama saudaranya hendak ke Situbondo memakai bus umum. Lantas bagaimana fasilitas cuci tangan di terminal? Baginya sudah cukup baik. Terpenting adalah air mengalir dan terdapat sabun. “Ada sabun dan air mengalir itu sudah cukup,” katanya.

TAK BERFUNGSI: Satu titik cuci tangan sederhana dari empat titik di Terminal Arjasa rusak.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember di terminal tipe B ini, terdapat empat lokasi fasilitas cuci tangan. Satu titik masing-masing di musala dan tempat tunggu bus, selanjutnya dua titik lainnya berada di ruang tunggu angkutan kota (angkot). Namun, ada satu titik yang rusak, yaitu di ruang tunggu angkot. Sementara sisanya masih berfungsi. Air mengalir dan ada sabun cair. Namun, bentuknya sangat sederhana. Tidak ada wastafel, hanya ada pipa paralon yang menempel di tembok. Sementara, saluran pembuangan air juga langsung ke bawah.

Agus Salim menjelaskan, tempat cuci tangan tersebut setiap pagi selalu dicek oleh office boy (OB). Baik mengecek kondisi air maupun ketersediaan sabun. Sementara, alat cuci tangan yang rusak tersebut akan segera diperbaiki.

Mobile_AP_Rectangle 2

Bila cuci tangan di Terminal Arjasa sangat sederhana, berbeda jauh dengan Terminal Pakusari. Terminal tipe C yang berada di bawah Dishub Jember tersebut terdapat wastafel, hingga tandon air di atasnya. Berdasarkan pengamatan, Jumat (15/1), terdapat dua titik cuci tangan. Pertama di ruang tunggu yang berada dekat toilet umum, sedangkan titik kedua ada di dekat Kantor Terminal Pakusari.

Walau tempat cuci tangan di Terminal Pakusari lebih bagus, tapi kenyataannya satu titik lokasi cuci tangan tersebut sabun cairnya bermasalah. Tidak ada busa sama sekali. Justru lebih mirip diisi air saja.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tak lama dari suara peringatan itu, satu per satu calon penumpang mulai cuci tangan. Putri Dwi salah satunya. Dia bersama saudaranya hendak ke Situbondo memakai bus umum. Lantas bagaimana fasilitas cuci tangan di terminal? Baginya sudah cukup baik. Terpenting adalah air mengalir dan terdapat sabun. “Ada sabun dan air mengalir itu sudah cukup,” katanya.

TAK BERFUNGSI: Satu titik cuci tangan sederhana dari empat titik di Terminal Arjasa rusak.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember di terminal tipe B ini, terdapat empat lokasi fasilitas cuci tangan. Satu titik masing-masing di musala dan tempat tunggu bus, selanjutnya dua titik lainnya berada di ruang tunggu angkutan kota (angkot). Namun, ada satu titik yang rusak, yaitu di ruang tunggu angkot. Sementara sisanya masih berfungsi. Air mengalir dan ada sabun cair. Namun, bentuknya sangat sederhana. Tidak ada wastafel, hanya ada pipa paralon yang menempel di tembok. Sementara, saluran pembuangan air juga langsung ke bawah.

Agus Salim menjelaskan, tempat cuci tangan tersebut setiap pagi selalu dicek oleh office boy (OB). Baik mengecek kondisi air maupun ketersediaan sabun. Sementara, alat cuci tangan yang rusak tersebut akan segera diperbaiki.

Bila cuci tangan di Terminal Arjasa sangat sederhana, berbeda jauh dengan Terminal Pakusari. Terminal tipe C yang berada di bawah Dishub Jember tersebut terdapat wastafel, hingga tandon air di atasnya. Berdasarkan pengamatan, Jumat (15/1), terdapat dua titik cuci tangan. Pertama di ruang tunggu yang berada dekat toilet umum, sedangkan titik kedua ada di dekat Kantor Terminal Pakusari.

Walau tempat cuci tangan di Terminal Pakusari lebih bagus, tapi kenyataannya satu titik lokasi cuci tangan tersebut sabun cairnya bermasalah. Tidak ada busa sama sekali. Justru lebih mirip diisi air saja.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tak lama dari suara peringatan itu, satu per satu calon penumpang mulai cuci tangan. Putri Dwi salah satunya. Dia bersama saudaranya hendak ke Situbondo memakai bus umum. Lantas bagaimana fasilitas cuci tangan di terminal? Baginya sudah cukup baik. Terpenting adalah air mengalir dan terdapat sabun. “Ada sabun dan air mengalir itu sudah cukup,” katanya.

TAK BERFUNGSI: Satu titik cuci tangan sederhana dari empat titik di Terminal Arjasa rusak.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember di terminal tipe B ini, terdapat empat lokasi fasilitas cuci tangan. Satu titik masing-masing di musala dan tempat tunggu bus, selanjutnya dua titik lainnya berada di ruang tunggu angkutan kota (angkot). Namun, ada satu titik yang rusak, yaitu di ruang tunggu angkot. Sementara sisanya masih berfungsi. Air mengalir dan ada sabun cair. Namun, bentuknya sangat sederhana. Tidak ada wastafel, hanya ada pipa paralon yang menempel di tembok. Sementara, saluran pembuangan air juga langsung ke bawah.

Agus Salim menjelaskan, tempat cuci tangan tersebut setiap pagi selalu dicek oleh office boy (OB). Baik mengecek kondisi air maupun ketersediaan sabun. Sementara, alat cuci tangan yang rusak tersebut akan segera diperbaiki.

Bila cuci tangan di Terminal Arjasa sangat sederhana, berbeda jauh dengan Terminal Pakusari. Terminal tipe C yang berada di bawah Dishub Jember tersebut terdapat wastafel, hingga tandon air di atasnya. Berdasarkan pengamatan, Jumat (15/1), terdapat dua titik cuci tangan. Pertama di ruang tunggu yang berada dekat toilet umum, sedangkan titik kedua ada di dekat Kantor Terminal Pakusari.

Walau tempat cuci tangan di Terminal Pakusari lebih bagus, tapi kenyataannya satu titik lokasi cuci tangan tersebut sabun cairnya bermasalah. Tidak ada busa sama sekali. Justru lebih mirip diisi air saja.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/