alexametrics
28 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

Mangkrak sejak Pertama Tiba

Mobile_AP_Rectangle 1

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, keenam wastafel di Pasar Jenggawah tersebut kondisinya sama-sama tak terawat dan kotor. Tampak banyak bekas sisa-sisa makanan di dalam bak cuci tangan itu. Bahkan, ada wastafel yang kerannya hilang. Tak ada tempat sabun dan tisu.

Kondisi tak jauh berbeda juga terlihat di Pasar Mangli. Walau tandonnya sering terisi air, tapi banyak pedagang yang kerap menyalahgunakan wastafel tersebut. “Soalnya, sering dibuat mencuci piring dan serbet,” kata Nur, perempuan penjual palawija.

Selain itu, ada tiga wastafel di bagian luar yang jarang diperhatikan hingga banyak wadah sabun yang hilang. “Kalaupun ada, susah dipencet,” tutur ucap Sulaiman, pegawai salah satu tempat makan di Pasar Mangli.

Mobile_AP_Rectangle 2

Jawa Pos Radar Jember juga mengecek wastafel di Pasar Kepatihan. Rupanya, dari empat wastafel yang tersedia, sama sekali tak tersedia air, sabun, ataupun tisu. “Sekarang memang sudah jarang diisi air. Apa korona sudah selesai mungkin ya?” sindir Taufiq, tukang becak di seputaran Pasar Kepatihan.

- Advertisement -

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, keenam wastafel di Pasar Jenggawah tersebut kondisinya sama-sama tak terawat dan kotor. Tampak banyak bekas sisa-sisa makanan di dalam bak cuci tangan itu. Bahkan, ada wastafel yang kerannya hilang. Tak ada tempat sabun dan tisu.

Kondisi tak jauh berbeda juga terlihat di Pasar Mangli. Walau tandonnya sering terisi air, tapi banyak pedagang yang kerap menyalahgunakan wastafel tersebut. “Soalnya, sering dibuat mencuci piring dan serbet,” kata Nur, perempuan penjual palawija.

Selain itu, ada tiga wastafel di bagian luar yang jarang diperhatikan hingga banyak wadah sabun yang hilang. “Kalaupun ada, susah dipencet,” tutur ucap Sulaiman, pegawai salah satu tempat makan di Pasar Mangli.

Jawa Pos Radar Jember juga mengecek wastafel di Pasar Kepatihan. Rupanya, dari empat wastafel yang tersedia, sama sekali tak tersedia air, sabun, ataupun tisu. “Sekarang memang sudah jarang diisi air. Apa korona sudah selesai mungkin ya?” sindir Taufiq, tukang becak di seputaran Pasar Kepatihan.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, keenam wastafel di Pasar Jenggawah tersebut kondisinya sama-sama tak terawat dan kotor. Tampak banyak bekas sisa-sisa makanan di dalam bak cuci tangan itu. Bahkan, ada wastafel yang kerannya hilang. Tak ada tempat sabun dan tisu.

Kondisi tak jauh berbeda juga terlihat di Pasar Mangli. Walau tandonnya sering terisi air, tapi banyak pedagang yang kerap menyalahgunakan wastafel tersebut. “Soalnya, sering dibuat mencuci piring dan serbet,” kata Nur, perempuan penjual palawija.

Selain itu, ada tiga wastafel di bagian luar yang jarang diperhatikan hingga banyak wadah sabun yang hilang. “Kalaupun ada, susah dipencet,” tutur ucap Sulaiman, pegawai salah satu tempat makan di Pasar Mangli.

Jawa Pos Radar Jember juga mengecek wastafel di Pasar Kepatihan. Rupanya, dari empat wastafel yang tersedia, sama sekali tak tersedia air, sabun, ataupun tisu. “Sekarang memang sudah jarang diisi air. Apa korona sudah selesai mungkin ya?” sindir Taufiq, tukang becak di seputaran Pasar Kepatihan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/