alexametrics
24.4 C
Jember
Sunday, 3 July 2022

Mangkrak sejak Pertama Tiba

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Penyediaan wastafel di pasar tradisional kondisinya tak jauh berbeda dengan bak cuci tangan di fasilitas umum lainnya. Bahkan, di Pasar Jenggawah, dua dari enam wastafel yang tersedia sama sekali tak berfungsi. Kondisi itu sejak sarana pendukung penerapan protokol kesehatan (prokes) tersebut disediakan oleh pemerintah di pasar setempat.

Pasar tradisional merupakan salah satu tempat yang rentan menjadi tempat penyebaran Covid-19. Ini didukung dengan data yang dikeluarkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Jember. Sebanyak 39 pedagang pasar terkonfirmasi positif Covid-19. Dari jumlah itu, dua di antaranya meninggal dunia.

Romli, salah seorang juru parkir di Pasar Jenggawah, mengatakan, di pasar kecamatan itu ada enam wastafel yang tersedia. Tiga di antaranya berada di luar pasar, sisanya di dalam. Namun, airnya tidak selalu tersedia.

Mobile_AP_Rectangle 2

Beberapa kali, Romli mengungkapkan, truk bermuatan air terlihat mengisi tandon air di Pasar Jenggawah. Namun, hanya bagian luar. Sementara, tandon di dalam, sama sekali tak pernah tersentuh. Selang dari truk tangki tak sampai ke lokasi tandon. “Dan beberapa hari belakangan ini, yang mengisi tandon luar adalah petugas pasar. Jadi, nunggu sempatnya. Kalau petugasnya sibuk, ya tidak ada airnya,” imbuhnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Penyediaan wastafel di pasar tradisional kondisinya tak jauh berbeda dengan bak cuci tangan di fasilitas umum lainnya. Bahkan, di Pasar Jenggawah, dua dari enam wastafel yang tersedia sama sekali tak berfungsi. Kondisi itu sejak sarana pendukung penerapan protokol kesehatan (prokes) tersebut disediakan oleh pemerintah di pasar setempat.

Pasar tradisional merupakan salah satu tempat yang rentan menjadi tempat penyebaran Covid-19. Ini didukung dengan data yang dikeluarkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Jember. Sebanyak 39 pedagang pasar terkonfirmasi positif Covid-19. Dari jumlah itu, dua di antaranya meninggal dunia.

Romli, salah seorang juru parkir di Pasar Jenggawah, mengatakan, di pasar kecamatan itu ada enam wastafel yang tersedia. Tiga di antaranya berada di luar pasar, sisanya di dalam. Namun, airnya tidak selalu tersedia.

Beberapa kali, Romli mengungkapkan, truk bermuatan air terlihat mengisi tandon air di Pasar Jenggawah. Namun, hanya bagian luar. Sementara, tandon di dalam, sama sekali tak pernah tersentuh. Selang dari truk tangki tak sampai ke lokasi tandon. “Dan beberapa hari belakangan ini, yang mengisi tandon luar adalah petugas pasar. Jadi, nunggu sempatnya. Kalau petugasnya sibuk, ya tidak ada airnya,” imbuhnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Penyediaan wastafel di pasar tradisional kondisinya tak jauh berbeda dengan bak cuci tangan di fasilitas umum lainnya. Bahkan, di Pasar Jenggawah, dua dari enam wastafel yang tersedia sama sekali tak berfungsi. Kondisi itu sejak sarana pendukung penerapan protokol kesehatan (prokes) tersebut disediakan oleh pemerintah di pasar setempat.

Pasar tradisional merupakan salah satu tempat yang rentan menjadi tempat penyebaran Covid-19. Ini didukung dengan data yang dikeluarkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Jember. Sebanyak 39 pedagang pasar terkonfirmasi positif Covid-19. Dari jumlah itu, dua di antaranya meninggal dunia.

Romli, salah seorang juru parkir di Pasar Jenggawah, mengatakan, di pasar kecamatan itu ada enam wastafel yang tersedia. Tiga di antaranya berada di luar pasar, sisanya di dalam. Namun, airnya tidak selalu tersedia.

Beberapa kali, Romli mengungkapkan, truk bermuatan air terlihat mengisi tandon air di Pasar Jenggawah. Namun, hanya bagian luar. Sementara, tandon di dalam, sama sekali tak pernah tersentuh. Selang dari truk tangki tak sampai ke lokasi tandon. “Dan beberapa hari belakangan ini, yang mengisi tandon luar adalah petugas pasar. Jadi, nunggu sempatnya. Kalau petugasnya sibuk, ya tidak ada airnya,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/