alexametrics
23.1 C
Jember
Monday, 27 June 2022

Gempa 5,1 SR Guncang Jember, Enam Luka, 38 Rumah Rusak

Mobile_AP_Rectangle 1

 

Patah Tulang

SATU dari enam korban luka adalah Dewi Mar’atus Sholihah. Remaja 13 tahun di Jember itu kini hanya bisa berbaring lemah di rumahnya. Sebagian tubuhnya terluka dan tangan kanannya patah. Ia tinggal di Dusun Bregoh, RT 1 RW 28, Desa Sumberejo Jember. Pagi itu, sebelum gempa Jember melanda, dia sedang bersiap-siap berangkat sekolah.

Mobile_AP_Rectangle 2

Tiba-tiba terdengar bunyi perabotan rumah yang berjatuhan dan teriakan warga sekitar bahwa sedang terjadi gempa Jember. Dewi melihat warga berhamburan, ia sendiri berusaha keluar dari rumahnya. Sebagian tembok rumahnya retak dan runtuh. Karena panik, ia pun berlari kencang. Semua keluarganya sudah di luar. Sementara, dia tertinggal akibat terjatuh di emperan. Tanpa disangka, tangan kanannya tidak dapat digerakkan. Bagian tangannya luka dan tulangnya patah. “Waktu gempa dia itu lari dan cuma dia yang tertinggal di belakang. Akhirnya dia jatuh dan patah tulang,” ungkap Alfiatun, 51, bibi Dewi.

Saat terjatuh, Dewi hanya bisa menjerit dan tak bisa menyelamatkan dirinya sendiri. Dia segera dibantu oleh ayahnya. Mendengar kabar tersebut, Alfiatun yang memiliki tensi darah rendah menceritakan bahwa dia juga sempat ngedrop hingga pingsan dua kali. “Sangat syok melihat keponakan sampai parah begitu. Akhirnya saya pingsan. Kepikiran,” akunya.

Meski telah dilakukan pengobatan, hingga menjelang siang hari, Dewi masih enggan berbicara. Sementara itu, di saat yang bersamaan beberapa relawan BPBD hadir membantu membersihkan sisa reruntuhan bangunan dan memberi pendampingan kepada Dewi. “Alhamdulillah, anaknya sudah mau bicara. Sudah bisa ketawa juga. Tadi sampai nggak berhenti nangis-nangis. Mungkin karena dihibur relawan, dia bisa tersenyum,” ungkap Alfiatun. Saat ini, Dewi dan keluarganya kembali menempati rumahnya yang masih tersisa.

Reporter : Maulana/Radar Jember dan Delfi Nihayah/Radar Jember

Fotografer : Dokumentasi Radar Jember

Editor : Mahrus Sholih/Radar Jember

- Advertisement -

 

Patah Tulang

SATU dari enam korban luka adalah Dewi Mar’atus Sholihah. Remaja 13 tahun di Jember itu kini hanya bisa berbaring lemah di rumahnya. Sebagian tubuhnya terluka dan tangan kanannya patah. Ia tinggal di Dusun Bregoh, RT 1 RW 28, Desa Sumberejo Jember. Pagi itu, sebelum gempa Jember melanda, dia sedang bersiap-siap berangkat sekolah.

Tiba-tiba terdengar bunyi perabotan rumah yang berjatuhan dan teriakan warga sekitar bahwa sedang terjadi gempa Jember. Dewi melihat warga berhamburan, ia sendiri berusaha keluar dari rumahnya. Sebagian tembok rumahnya retak dan runtuh. Karena panik, ia pun berlari kencang. Semua keluarganya sudah di luar. Sementara, dia tertinggal akibat terjatuh di emperan. Tanpa disangka, tangan kanannya tidak dapat digerakkan. Bagian tangannya luka dan tulangnya patah. “Waktu gempa dia itu lari dan cuma dia yang tertinggal di belakang. Akhirnya dia jatuh dan patah tulang,” ungkap Alfiatun, 51, bibi Dewi.

Saat terjatuh, Dewi hanya bisa menjerit dan tak bisa menyelamatkan dirinya sendiri. Dia segera dibantu oleh ayahnya. Mendengar kabar tersebut, Alfiatun yang memiliki tensi darah rendah menceritakan bahwa dia juga sempat ngedrop hingga pingsan dua kali. “Sangat syok melihat keponakan sampai parah begitu. Akhirnya saya pingsan. Kepikiran,” akunya.

Meski telah dilakukan pengobatan, hingga menjelang siang hari, Dewi masih enggan berbicara. Sementara itu, di saat yang bersamaan beberapa relawan BPBD hadir membantu membersihkan sisa reruntuhan bangunan dan memberi pendampingan kepada Dewi. “Alhamdulillah, anaknya sudah mau bicara. Sudah bisa ketawa juga. Tadi sampai nggak berhenti nangis-nangis. Mungkin karena dihibur relawan, dia bisa tersenyum,” ungkap Alfiatun. Saat ini, Dewi dan keluarganya kembali menempati rumahnya yang masih tersisa.

Reporter : Maulana/Radar Jember dan Delfi Nihayah/Radar Jember

Fotografer : Dokumentasi Radar Jember

Editor : Mahrus Sholih/Radar Jember

 

Patah Tulang

SATU dari enam korban luka adalah Dewi Mar’atus Sholihah. Remaja 13 tahun di Jember itu kini hanya bisa berbaring lemah di rumahnya. Sebagian tubuhnya terluka dan tangan kanannya patah. Ia tinggal di Dusun Bregoh, RT 1 RW 28, Desa Sumberejo Jember. Pagi itu, sebelum gempa Jember melanda, dia sedang bersiap-siap berangkat sekolah.

Tiba-tiba terdengar bunyi perabotan rumah yang berjatuhan dan teriakan warga sekitar bahwa sedang terjadi gempa Jember. Dewi melihat warga berhamburan, ia sendiri berusaha keluar dari rumahnya. Sebagian tembok rumahnya retak dan runtuh. Karena panik, ia pun berlari kencang. Semua keluarganya sudah di luar. Sementara, dia tertinggal akibat terjatuh di emperan. Tanpa disangka, tangan kanannya tidak dapat digerakkan. Bagian tangannya luka dan tulangnya patah. “Waktu gempa dia itu lari dan cuma dia yang tertinggal di belakang. Akhirnya dia jatuh dan patah tulang,” ungkap Alfiatun, 51, bibi Dewi.

Saat terjatuh, Dewi hanya bisa menjerit dan tak bisa menyelamatkan dirinya sendiri. Dia segera dibantu oleh ayahnya. Mendengar kabar tersebut, Alfiatun yang memiliki tensi darah rendah menceritakan bahwa dia juga sempat ngedrop hingga pingsan dua kali. “Sangat syok melihat keponakan sampai parah begitu. Akhirnya saya pingsan. Kepikiran,” akunya.

Meski telah dilakukan pengobatan, hingga menjelang siang hari, Dewi masih enggan berbicara. Sementara itu, di saat yang bersamaan beberapa relawan BPBD hadir membantu membersihkan sisa reruntuhan bangunan dan memberi pendampingan kepada Dewi. “Alhamdulillah, anaknya sudah mau bicara. Sudah bisa ketawa juga. Tadi sampai nggak berhenti nangis-nangis. Mungkin karena dihibur relawan, dia bisa tersenyum,” ungkap Alfiatun. Saat ini, Dewi dan keluarganya kembali menempati rumahnya yang masih tersisa.

Reporter : Maulana/Radar Jember dan Delfi Nihayah/Radar Jember

Fotografer : Dokumentasi Radar Jember

Editor : Mahrus Sholih/Radar Jember

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/