alexametrics
23.3 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Gempa 5,1 SR Guncang Jember, Enam Luka, 38 Rumah Rusak

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Siapa sangka, pagi sekitar pukul 06.00 kemarin Jember menjadi begitu menegangkan. Gempa Jember berkekuatan 5,1 skala Richter (SR) itu tiba-tiba datang dan seketika memorakporandakan bangunan rumah warga Jember. Tercatat ada 38 rumah dan dua fasilitas umum yang rusak. Selain itu, enam orang dilaporkan mengalami luka-luka. Empat luka ringan dan sisanya luka sedang. Dampak gempa Jember tersebut menyebar pada 14 desa di enam kecamatan di Jember.

Tak hanya menimbulkan kerusakan, dampak gempa Jember juga memicu kepanikan warga. Utamanya warga di sejumlah desa di Kecamatan Ambulu Jember. Berdasarkan asesmen Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, Desa Sumberejo, Ambulu, menjadi daerah yang paling banyak kerusakannya akibat gempa Jember kemarin. Mulai dari dinding retak, genting melorot, hingga rumah ambrol.

Sejumlah warga di sana mengaku demikian. Warga yang telah bersiap-siap untuk melakukan aktivitas dikejutkan dengan getaran bumi. Pagi kemarin, suasana Jember menjadi penuh dengan teriakan. “Seketika kaget. Saya tarik dan menggendong anak saya, langsung berhamburan keluar rumah menyelamatkan diri,” aku Erfan Aminullah, warga Ambulu, yang sesaat sebelum kejadian tengah bersama keluarga di dalam rumah.

Mobile_AP_Rectangle 2

Saat itu, lanjut Erfan, kepanikan akibat gempa Jember dirasakan banyak orang di kampungnya. Dia bersama hampir semua tetangganya keluar dari rumah. Dia juga turut melihat sejumlah bangunan milik tetangga, apakah ada yang rusak atau tidak. Beruntung, di lingkungannya masih aman dari dampak gempa Jember. “Ada bagian sisi rumah saya yang agak retak dindingnya. Tapi sedikit,” sambung dia.

Namun, rumah saudaranya yang berada di sebuah dusun di Desa Sabrang, Ambulu, hampir separuh gentingnya ambrol. Tidak ada korban jiwa di sana. “Informasi dari WhatsApp grup, ada rumah saudara yang terdampak. Teman-teman Banser Ambulu Jember seketika meninjau dan membantu membersihkan reruntuhan genting itu,” tambahnya.

Itu belum seberapa. Di Desa Sumberejo Jember, dampak gempa terpantau cukup banyak. Tak hanya merusak rumah warga, dampak gempa juga membuat sejumlah warga mengalami luka-luka. “Ada enam warga yang mengalami luka-luka akibat gempa Jember ini. Semuanya warga Desa Sumberejo,” terang dr Sonia, dokter di Puskesmas Sabrang, Ambulu. Setelah mendapat perawatan dan obat, warga yang mengalami luka-luka itu kemudian bisa dibawa pulang.

Sementara itu, di lokasi lain, beberapa kecamatan di Jember yang juga berada di bibir pantai merasakan dampak gempa Jember. Namun, tidak ada dampak kerusakan yang ditimbulkan. “Tidak ada, retak atau rumah ambruk juga tidak ada. Padahal jarak dari pesisir pantai hanya sekitar 800 meteran,” ungkap Fahrur Rozi, warga Dusun Jadugan, Desa Mojosari, Kecamatan Puger, yang saat itu harus pontang-panting menyelamatkan diri bersama keluarganya.

Menurut dia, gempa Jember yang terjadi itu memang dirasakan masyarakat dan menimbulkan kepanikan. Hampir tetangga kanan-kiri saat itu seketika berhamburan keluar rumah menyelamatkan diri. Padahal, berdasarkan pantauan, gempa itu berpusat di 42 kilometer barat daya Jember dengan kedalaman sekitar 10 kilometer. Bahkan, jika ditarik garis lurus, lokasi atau pusat gempa tidak jauh dari Pulau Nusa Barong. “Alhamdulillah, meski sebenarnya yang paling dekat dengan pusat gempa, tapi warga sini aman semua dari kerusakan,” tambah Fahrur lega.

Jika bergeser sedikit ke arah barat, tepatnya di Kecamatan Gumukmas Jember, juga tidak jauh berbeda. Menurut keterangan warga di sana, dampak gempa itu mengakibatkan kaca bergetar. Suara gesekan pada atap-atap rumah juga terdengar cukup lantang. “Panik. Tapi, dari informasi WhatsApp grup, itu biasanya cepat. Tapi, sejak sore ini (kemarin, Red) belum ada kabar-kabar bahwa ada kerusakan serius di wilayah Kecamatan Gumukmas Jember. Alhamdulillah, semuanya aman di sini,” ucap Muhammad Nur, warga Gumukmas.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Siapa sangka, pagi sekitar pukul 06.00 kemarin Jember menjadi begitu menegangkan. Gempa Jember berkekuatan 5,1 skala Richter (SR) itu tiba-tiba datang dan seketika memorakporandakan bangunan rumah warga Jember. Tercatat ada 38 rumah dan dua fasilitas umum yang rusak. Selain itu, enam orang dilaporkan mengalami luka-luka. Empat luka ringan dan sisanya luka sedang. Dampak gempa Jember tersebut menyebar pada 14 desa di enam kecamatan di Jember.

Tak hanya menimbulkan kerusakan, dampak gempa Jember juga memicu kepanikan warga. Utamanya warga di sejumlah desa di Kecamatan Ambulu Jember. Berdasarkan asesmen Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, Desa Sumberejo, Ambulu, menjadi daerah yang paling banyak kerusakannya akibat gempa Jember kemarin. Mulai dari dinding retak, genting melorot, hingga rumah ambrol.

Sejumlah warga di sana mengaku demikian. Warga yang telah bersiap-siap untuk melakukan aktivitas dikejutkan dengan getaran bumi. Pagi kemarin, suasana Jember menjadi penuh dengan teriakan. “Seketika kaget. Saya tarik dan menggendong anak saya, langsung berhamburan keluar rumah menyelamatkan diri,” aku Erfan Aminullah, warga Ambulu, yang sesaat sebelum kejadian tengah bersama keluarga di dalam rumah.

Saat itu, lanjut Erfan, kepanikan akibat gempa Jember dirasakan banyak orang di kampungnya. Dia bersama hampir semua tetangganya keluar dari rumah. Dia juga turut melihat sejumlah bangunan milik tetangga, apakah ada yang rusak atau tidak. Beruntung, di lingkungannya masih aman dari dampak gempa Jember. “Ada bagian sisi rumah saya yang agak retak dindingnya. Tapi sedikit,” sambung dia.

Namun, rumah saudaranya yang berada di sebuah dusun di Desa Sabrang, Ambulu, hampir separuh gentingnya ambrol. Tidak ada korban jiwa di sana. “Informasi dari WhatsApp grup, ada rumah saudara yang terdampak. Teman-teman Banser Ambulu Jember seketika meninjau dan membantu membersihkan reruntuhan genting itu,” tambahnya.

Itu belum seberapa. Di Desa Sumberejo Jember, dampak gempa terpantau cukup banyak. Tak hanya merusak rumah warga, dampak gempa juga membuat sejumlah warga mengalami luka-luka. “Ada enam warga yang mengalami luka-luka akibat gempa Jember ini. Semuanya warga Desa Sumberejo,” terang dr Sonia, dokter di Puskesmas Sabrang, Ambulu. Setelah mendapat perawatan dan obat, warga yang mengalami luka-luka itu kemudian bisa dibawa pulang.

Sementara itu, di lokasi lain, beberapa kecamatan di Jember yang juga berada di bibir pantai merasakan dampak gempa Jember. Namun, tidak ada dampak kerusakan yang ditimbulkan. “Tidak ada, retak atau rumah ambruk juga tidak ada. Padahal jarak dari pesisir pantai hanya sekitar 800 meteran,” ungkap Fahrur Rozi, warga Dusun Jadugan, Desa Mojosari, Kecamatan Puger, yang saat itu harus pontang-panting menyelamatkan diri bersama keluarganya.

Menurut dia, gempa Jember yang terjadi itu memang dirasakan masyarakat dan menimbulkan kepanikan. Hampir tetangga kanan-kiri saat itu seketika berhamburan keluar rumah menyelamatkan diri. Padahal, berdasarkan pantauan, gempa itu berpusat di 42 kilometer barat daya Jember dengan kedalaman sekitar 10 kilometer. Bahkan, jika ditarik garis lurus, lokasi atau pusat gempa tidak jauh dari Pulau Nusa Barong. “Alhamdulillah, meski sebenarnya yang paling dekat dengan pusat gempa, tapi warga sini aman semua dari kerusakan,” tambah Fahrur lega.

Jika bergeser sedikit ke arah barat, tepatnya di Kecamatan Gumukmas Jember, juga tidak jauh berbeda. Menurut keterangan warga di sana, dampak gempa itu mengakibatkan kaca bergetar. Suara gesekan pada atap-atap rumah juga terdengar cukup lantang. “Panik. Tapi, dari informasi WhatsApp grup, itu biasanya cepat. Tapi, sejak sore ini (kemarin, Red) belum ada kabar-kabar bahwa ada kerusakan serius di wilayah Kecamatan Gumukmas Jember. Alhamdulillah, semuanya aman di sini,” ucap Muhammad Nur, warga Gumukmas.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Siapa sangka, pagi sekitar pukul 06.00 kemarin Jember menjadi begitu menegangkan. Gempa Jember berkekuatan 5,1 skala Richter (SR) itu tiba-tiba datang dan seketika memorakporandakan bangunan rumah warga Jember. Tercatat ada 38 rumah dan dua fasilitas umum yang rusak. Selain itu, enam orang dilaporkan mengalami luka-luka. Empat luka ringan dan sisanya luka sedang. Dampak gempa Jember tersebut menyebar pada 14 desa di enam kecamatan di Jember.

Tak hanya menimbulkan kerusakan, dampak gempa Jember juga memicu kepanikan warga. Utamanya warga di sejumlah desa di Kecamatan Ambulu Jember. Berdasarkan asesmen Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, Desa Sumberejo, Ambulu, menjadi daerah yang paling banyak kerusakannya akibat gempa Jember kemarin. Mulai dari dinding retak, genting melorot, hingga rumah ambrol.

Sejumlah warga di sana mengaku demikian. Warga yang telah bersiap-siap untuk melakukan aktivitas dikejutkan dengan getaran bumi. Pagi kemarin, suasana Jember menjadi penuh dengan teriakan. “Seketika kaget. Saya tarik dan menggendong anak saya, langsung berhamburan keluar rumah menyelamatkan diri,” aku Erfan Aminullah, warga Ambulu, yang sesaat sebelum kejadian tengah bersama keluarga di dalam rumah.

Saat itu, lanjut Erfan, kepanikan akibat gempa Jember dirasakan banyak orang di kampungnya. Dia bersama hampir semua tetangganya keluar dari rumah. Dia juga turut melihat sejumlah bangunan milik tetangga, apakah ada yang rusak atau tidak. Beruntung, di lingkungannya masih aman dari dampak gempa Jember. “Ada bagian sisi rumah saya yang agak retak dindingnya. Tapi sedikit,” sambung dia.

Namun, rumah saudaranya yang berada di sebuah dusun di Desa Sabrang, Ambulu, hampir separuh gentingnya ambrol. Tidak ada korban jiwa di sana. “Informasi dari WhatsApp grup, ada rumah saudara yang terdampak. Teman-teman Banser Ambulu Jember seketika meninjau dan membantu membersihkan reruntuhan genting itu,” tambahnya.

Itu belum seberapa. Di Desa Sumberejo Jember, dampak gempa terpantau cukup banyak. Tak hanya merusak rumah warga, dampak gempa juga membuat sejumlah warga mengalami luka-luka. “Ada enam warga yang mengalami luka-luka akibat gempa Jember ini. Semuanya warga Desa Sumberejo,” terang dr Sonia, dokter di Puskesmas Sabrang, Ambulu. Setelah mendapat perawatan dan obat, warga yang mengalami luka-luka itu kemudian bisa dibawa pulang.

Sementara itu, di lokasi lain, beberapa kecamatan di Jember yang juga berada di bibir pantai merasakan dampak gempa Jember. Namun, tidak ada dampak kerusakan yang ditimbulkan. “Tidak ada, retak atau rumah ambruk juga tidak ada. Padahal jarak dari pesisir pantai hanya sekitar 800 meteran,” ungkap Fahrur Rozi, warga Dusun Jadugan, Desa Mojosari, Kecamatan Puger, yang saat itu harus pontang-panting menyelamatkan diri bersama keluarganya.

Menurut dia, gempa Jember yang terjadi itu memang dirasakan masyarakat dan menimbulkan kepanikan. Hampir tetangga kanan-kiri saat itu seketika berhamburan keluar rumah menyelamatkan diri. Padahal, berdasarkan pantauan, gempa itu berpusat di 42 kilometer barat daya Jember dengan kedalaman sekitar 10 kilometer. Bahkan, jika ditarik garis lurus, lokasi atau pusat gempa tidak jauh dari Pulau Nusa Barong. “Alhamdulillah, meski sebenarnya yang paling dekat dengan pusat gempa, tapi warga sini aman semua dari kerusakan,” tambah Fahrur lega.

Jika bergeser sedikit ke arah barat, tepatnya di Kecamatan Gumukmas Jember, juga tidak jauh berbeda. Menurut keterangan warga di sana, dampak gempa itu mengakibatkan kaca bergetar. Suara gesekan pada atap-atap rumah juga terdengar cukup lantang. “Panik. Tapi, dari informasi WhatsApp grup, itu biasanya cepat. Tapi, sejak sore ini (kemarin, Red) belum ada kabar-kabar bahwa ada kerusakan serius di wilayah Kecamatan Gumukmas Jember. Alhamdulillah, semuanya aman di sini,” ucap Muhammad Nur, warga Gumukmas.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/