alexametrics
24.1 C
Jember
Friday, 1 July 2022

Musim Hujan, Waspada Jalan Rusak

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pengendara roda dua, empat, ataupun lebih harus ekstra hati-hati ketika berkendara di musim penghujan. Selain ancaman cuaca yang tak menentu, mereka juga harus waspad dengan kondisi jalan yang berlubang. Beberapa jalan baik yang menghubungkan desa, kecamatan hingga nasional banyak yang rusak.

Seperti tampak pada kondisi jalan yang menghubungkan dua kecematan yakni Balung dengan Jenggawah. Tepatnya di Desa Glundengan, Kecamatan Wuluhan. Kondisinya rusak parah dan belum ada perhatian dari dinas terkait. Untuk mencegah kecelakaan, warga bergotong-royong melakukan perbaikan dengan cara dicor di beberapa bagian.

Jika hujan turun deras dan lama, jalan yang menghubungkan dua kecamatan itu menjadi langganan banjir. Sehingga kendaraan baik yang dari arah Balung maupun Jenggawah tidak bisa melintas. Tanaman yang ada di sekitar pun ikut terendam, bahkan ketinggian air mencapai dada orang dewasa. Sehingga kendaraan khususnya pengendara sepeda motor dan kendaraan roda empat harus memutar mencari jalan agar lebih aman.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kondisi jalan rusak parah juga terlihat di jalur yang menghubungkan Kecamatam Tempurejo dengan Mumbulsari. Tepatnya di Jalan Dusun Bulangan, Desa Lengkong, Kecamatan Tempurejo. Bahkan di jalan tersebut sering terjadi kecelakaan tunggal akibat menghindari lubang.

Hal yang sama juga terlihat di jalan yang menghubungkan Kecamatan Mumbulsari dengan Mayang, tepatnya di Desa Kedawung. “Jika hujan deras, jalan dipastikan banjir karena di kiri kanan jalan tidak ada saluran air,” kata Zaenal, warga setempat. Tak heran jika genangan air di jalan juga mempercepat rusaknya jalan.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pengendara roda dua, empat, ataupun lebih harus ekstra hati-hati ketika berkendara di musim penghujan. Selain ancaman cuaca yang tak menentu, mereka juga harus waspad dengan kondisi jalan yang berlubang. Beberapa jalan baik yang menghubungkan desa, kecamatan hingga nasional banyak yang rusak.

Seperti tampak pada kondisi jalan yang menghubungkan dua kecematan yakni Balung dengan Jenggawah. Tepatnya di Desa Glundengan, Kecamatan Wuluhan. Kondisinya rusak parah dan belum ada perhatian dari dinas terkait. Untuk mencegah kecelakaan, warga bergotong-royong melakukan perbaikan dengan cara dicor di beberapa bagian.

Jika hujan turun deras dan lama, jalan yang menghubungkan dua kecamatan itu menjadi langganan banjir. Sehingga kendaraan baik yang dari arah Balung maupun Jenggawah tidak bisa melintas. Tanaman yang ada di sekitar pun ikut terendam, bahkan ketinggian air mencapai dada orang dewasa. Sehingga kendaraan khususnya pengendara sepeda motor dan kendaraan roda empat harus memutar mencari jalan agar lebih aman.

Kondisi jalan rusak parah juga terlihat di jalur yang menghubungkan Kecamatam Tempurejo dengan Mumbulsari. Tepatnya di Jalan Dusun Bulangan, Desa Lengkong, Kecamatan Tempurejo. Bahkan di jalan tersebut sering terjadi kecelakaan tunggal akibat menghindari lubang.

Hal yang sama juga terlihat di jalan yang menghubungkan Kecamatan Mumbulsari dengan Mayang, tepatnya di Desa Kedawung. “Jika hujan deras, jalan dipastikan banjir karena di kiri kanan jalan tidak ada saluran air,” kata Zaenal, warga setempat. Tak heran jika genangan air di jalan juga mempercepat rusaknya jalan.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pengendara roda dua, empat, ataupun lebih harus ekstra hati-hati ketika berkendara di musim penghujan. Selain ancaman cuaca yang tak menentu, mereka juga harus waspad dengan kondisi jalan yang berlubang. Beberapa jalan baik yang menghubungkan desa, kecamatan hingga nasional banyak yang rusak.

Seperti tampak pada kondisi jalan yang menghubungkan dua kecematan yakni Balung dengan Jenggawah. Tepatnya di Desa Glundengan, Kecamatan Wuluhan. Kondisinya rusak parah dan belum ada perhatian dari dinas terkait. Untuk mencegah kecelakaan, warga bergotong-royong melakukan perbaikan dengan cara dicor di beberapa bagian.

Jika hujan turun deras dan lama, jalan yang menghubungkan dua kecamatan itu menjadi langganan banjir. Sehingga kendaraan baik yang dari arah Balung maupun Jenggawah tidak bisa melintas. Tanaman yang ada di sekitar pun ikut terendam, bahkan ketinggian air mencapai dada orang dewasa. Sehingga kendaraan khususnya pengendara sepeda motor dan kendaraan roda empat harus memutar mencari jalan agar lebih aman.

Kondisi jalan rusak parah juga terlihat di jalur yang menghubungkan Kecamatam Tempurejo dengan Mumbulsari. Tepatnya di Jalan Dusun Bulangan, Desa Lengkong, Kecamatan Tempurejo. Bahkan di jalan tersebut sering terjadi kecelakaan tunggal akibat menghindari lubang.

Hal yang sama juga terlihat di jalan yang menghubungkan Kecamatan Mumbulsari dengan Mayang, tepatnya di Desa Kedawung. “Jika hujan deras, jalan dipastikan banjir karena di kiri kanan jalan tidak ada saluran air,” kata Zaenal, warga setempat. Tak heran jika genangan air di jalan juga mempercepat rusaknya jalan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/