alexametrics
25 C
Jember
Wednesday, 26 January 2022

PLN UID Jawa Timur Genjot Rasio Elektrifikasi

Kerja Sama dengan Universitas Negeri Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Rasio elektrifikasi di wilayah Jawa Timur saat ini telah mencapai 98,74 persen. Hal ini diungkapkan oleh Hadi Saputra, senior manager perencanaan yang mewakili Bob Saril, General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Timur, pada Seminar Hasil Survei Verifikasi dan Deklarasi Rasio Elektrifikasi Kabupaten Jember, Probolinggo, Situbondo, dan Bondowoso.

Agenda yang diadakan di Gedung Rektorat Lantai 3 Universitas Jember, Senin (16/12), ini dihadiri pula oleh Kasubdit Pengembangan Listrik Pedesaan DJK ESDM Budianto Hari Purnomo, Ketua Komisi D DPRD Jatim Dr H Kuswanto SH MH, dan Rektor Universitas Jember Drs Moh Hasan MSc PhD. Seminar ini juga merupakan bentuk sinergi PLN dengan Universitas Jember

Hadi menambahkan, tujuan PLN bekerja sama dengan Universitas Jember dalam survei rasio elektrifikasi salah satunya untuk mengetahui potret sebenarnya. Termasuk apakah semua masyarakat sudah menikmati listrik, dari mana sumber listrik yang mereka peroleh, dan apakah masih ada masyarakat yang menyalur.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Hasil survei verifikasi rasio elektrifikasi yang dihasilkan nantinya akan digunakan sebagai acuan bagi PLN dalam menyusun rencana ekspansi jaringan baru, guna memenuhi kebutuhan kelistrikan masyarakat sesuai RKAP (rencana kerja dan anggaran perusahaan) yang disusun,” paparnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Rasio elektrifikasi di wilayah Jawa Timur saat ini telah mencapai 98,74 persen. Hal ini diungkapkan oleh Hadi Saputra, senior manager perencanaan yang mewakili Bob Saril, General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Timur, pada Seminar Hasil Survei Verifikasi dan Deklarasi Rasio Elektrifikasi Kabupaten Jember, Probolinggo, Situbondo, dan Bondowoso.

Agenda yang diadakan di Gedung Rektorat Lantai 3 Universitas Jember, Senin (16/12), ini dihadiri pula oleh Kasubdit Pengembangan Listrik Pedesaan DJK ESDM Budianto Hari Purnomo, Ketua Komisi D DPRD Jatim Dr H Kuswanto SH MH, dan Rektor Universitas Jember Drs Moh Hasan MSc PhD. Seminar ini juga merupakan bentuk sinergi PLN dengan Universitas Jember

Hadi menambahkan, tujuan PLN bekerja sama dengan Universitas Jember dalam survei rasio elektrifikasi salah satunya untuk mengetahui potret sebenarnya. Termasuk apakah semua masyarakat sudah menikmati listrik, dari mana sumber listrik yang mereka peroleh, dan apakah masih ada masyarakat yang menyalur.

“Hasil survei verifikasi rasio elektrifikasi yang dihasilkan nantinya akan digunakan sebagai acuan bagi PLN dalam menyusun rencana ekspansi jaringan baru, guna memenuhi kebutuhan kelistrikan masyarakat sesuai RKAP (rencana kerja dan anggaran perusahaan) yang disusun,” paparnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Rasio elektrifikasi di wilayah Jawa Timur saat ini telah mencapai 98,74 persen. Hal ini diungkapkan oleh Hadi Saputra, senior manager perencanaan yang mewakili Bob Saril, General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Timur, pada Seminar Hasil Survei Verifikasi dan Deklarasi Rasio Elektrifikasi Kabupaten Jember, Probolinggo, Situbondo, dan Bondowoso.

Agenda yang diadakan di Gedung Rektorat Lantai 3 Universitas Jember, Senin (16/12), ini dihadiri pula oleh Kasubdit Pengembangan Listrik Pedesaan DJK ESDM Budianto Hari Purnomo, Ketua Komisi D DPRD Jatim Dr H Kuswanto SH MH, dan Rektor Universitas Jember Drs Moh Hasan MSc PhD. Seminar ini juga merupakan bentuk sinergi PLN dengan Universitas Jember

Hadi menambahkan, tujuan PLN bekerja sama dengan Universitas Jember dalam survei rasio elektrifikasi salah satunya untuk mengetahui potret sebenarnya. Termasuk apakah semua masyarakat sudah menikmati listrik, dari mana sumber listrik yang mereka peroleh, dan apakah masih ada masyarakat yang menyalur.

“Hasil survei verifikasi rasio elektrifikasi yang dihasilkan nantinya akan digunakan sebagai acuan bagi PLN dalam menyusun rencana ekspansi jaringan baru, guna memenuhi kebutuhan kelistrikan masyarakat sesuai RKAP (rencana kerja dan anggaran perusahaan) yang disusun,” paparnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca