alexametrics
23 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Komisi D Temukan Pekerjaan Dialihkan

Dari Dua Menjadi Empat Ruang Kelas

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ambruknya ruang kelas baru (RKB) di SDN 2 Keting, Kecamatan Jombang, membuat Komisi D DPRD Jember melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah sekolah, kemarin (16/12). Dalam sidak tersebut, dewan menemukan perubahan pekerjaan yang tidak sesuai dengan rencana awal. Yakni dari rehabilitasi dua ruang kelas, bertambah dengan adanya pengalihan pekerjaan, sehingga menjadi empat ruang kelas.

Temuan tersebut disampaikan oleh Ketua Komisi D Muhammad Hafidi saat berada di SDN 6 Kepatihan. Menurutnya, ada perbedaan antara rencana anggaran biaya (RAB) dengan pekerjaan. Perbedaan itu, dalam rencana hanya direhabilitasi dua ruang kelas, tapi pelaksanaannya justru ada yang dialihkan untuk pembenahan kap ruangan atau dua atap lain. “Kami menemukan adanya perbedaan dari RAB dengan pelaksanaannya,” ujar dia.

Hafidi yang datang bersama anggota Komisi D langsung mengonfirmasi ke Kepala SDN 1 Patrang. Informasi yang didapatkan, RAB perubahan sudah diberikan kepada Dinas Pendidikan Jember. Para anggota dewan itu pun tak langsung percaya begitu saja, karena belum mendapat klarifikasi resmi dari Dinas Pendidikan. “Perubahan ini disampaikan karena menurut arsiteknya sangat berbahaya untuk bangunan di atasnya, jadinya digeser,” jelasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dikatakannya, anggaran pembangunan pada dua ruang kelas mencapai Rp 205 juta. Dengan adanya perubahan pekerjaan yang dialihkan tersebut, maka jumlah bahan baku yang dibutuhkan pasti berubah. “Katanya, pengalihan itu agar tidak membahayakan, maka dilakukan perubahan tersebut,” imbuhnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ambruknya ruang kelas baru (RKB) di SDN 2 Keting, Kecamatan Jombang, membuat Komisi D DPRD Jember melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah sekolah, kemarin (16/12). Dalam sidak tersebut, dewan menemukan perubahan pekerjaan yang tidak sesuai dengan rencana awal. Yakni dari rehabilitasi dua ruang kelas, bertambah dengan adanya pengalihan pekerjaan, sehingga menjadi empat ruang kelas.

Temuan tersebut disampaikan oleh Ketua Komisi D Muhammad Hafidi saat berada di SDN 6 Kepatihan. Menurutnya, ada perbedaan antara rencana anggaran biaya (RAB) dengan pekerjaan. Perbedaan itu, dalam rencana hanya direhabilitasi dua ruang kelas, tapi pelaksanaannya justru ada yang dialihkan untuk pembenahan kap ruangan atau dua atap lain. “Kami menemukan adanya perbedaan dari RAB dengan pelaksanaannya,” ujar dia.

Hafidi yang datang bersama anggota Komisi D langsung mengonfirmasi ke Kepala SDN 1 Patrang. Informasi yang didapatkan, RAB perubahan sudah diberikan kepada Dinas Pendidikan Jember. Para anggota dewan itu pun tak langsung percaya begitu saja, karena belum mendapat klarifikasi resmi dari Dinas Pendidikan. “Perubahan ini disampaikan karena menurut arsiteknya sangat berbahaya untuk bangunan di atasnya, jadinya digeser,” jelasnya.

Dikatakannya, anggaran pembangunan pada dua ruang kelas mencapai Rp 205 juta. Dengan adanya perubahan pekerjaan yang dialihkan tersebut, maka jumlah bahan baku yang dibutuhkan pasti berubah. “Katanya, pengalihan itu agar tidak membahayakan, maka dilakukan perubahan tersebut,” imbuhnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ambruknya ruang kelas baru (RKB) di SDN 2 Keting, Kecamatan Jombang, membuat Komisi D DPRD Jember melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah sekolah, kemarin (16/12). Dalam sidak tersebut, dewan menemukan perubahan pekerjaan yang tidak sesuai dengan rencana awal. Yakni dari rehabilitasi dua ruang kelas, bertambah dengan adanya pengalihan pekerjaan, sehingga menjadi empat ruang kelas.

Temuan tersebut disampaikan oleh Ketua Komisi D Muhammad Hafidi saat berada di SDN 6 Kepatihan. Menurutnya, ada perbedaan antara rencana anggaran biaya (RAB) dengan pekerjaan. Perbedaan itu, dalam rencana hanya direhabilitasi dua ruang kelas, tapi pelaksanaannya justru ada yang dialihkan untuk pembenahan kap ruangan atau dua atap lain. “Kami menemukan adanya perbedaan dari RAB dengan pelaksanaannya,” ujar dia.

Hafidi yang datang bersama anggota Komisi D langsung mengonfirmasi ke Kepala SDN 1 Patrang. Informasi yang didapatkan, RAB perubahan sudah diberikan kepada Dinas Pendidikan Jember. Para anggota dewan itu pun tak langsung percaya begitu saja, karena belum mendapat klarifikasi resmi dari Dinas Pendidikan. “Perubahan ini disampaikan karena menurut arsiteknya sangat berbahaya untuk bangunan di atasnya, jadinya digeser,” jelasnya.

Dikatakannya, anggaran pembangunan pada dua ruang kelas mencapai Rp 205 juta. Dengan adanya perubahan pekerjaan yang dialihkan tersebut, maka jumlah bahan baku yang dibutuhkan pasti berubah. “Katanya, pengalihan itu agar tidak membahayakan, maka dilakukan perubahan tersebut,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/