alexametrics
28.4 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Tekad Pilkades Jujur dan Damai di Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Menjelang gelaran pemilihan kepala desa (pilkades) serentak di kabupaten Jember yang rencananya berlangsung pada Kamis (25/11) mendatang, Pemkab Jember menggelar deklarasi pilkades damai dengan seluruh jajaran panitia dan calon kades (cakades) secara daring dan luring. Kegiatan yang digelar di Aula Gedung Serba Guna (GSG) Kaliwates tersebut dilakukan demi menjaga keamanan dan kelancaran pesta demokrasi tingkat desa ini.

Deklarasi damai dibacakan langsung oleh perwakilan calon kades dan ketua panitia pilkades di hadapan sejumlah forkopimda Jember. Usai pembacaan deklarasi damai, dilanjutkan dengan penandatanganan pakta integritas.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Jember Adi Wiijaya menyatakan, dari 181 cakades setidaknya terdapat 33 cakades yang ikut secara luring, delapan ketua panitia, 24 muspika, serta 15 panitia di tingkat kabupaten.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut dia, tahapan pemasangan surat suara, undangan, kotak suara, bilik suara, telah diagendakan dalam kurun waktu 27 Oktober hingga 16 November. Sementara masa kampanye, penyortiran, pelipatan surat suara, dilaksanakan mulai 17 – 19 November. Kemudian, dilanjutkan masa tenang dan distribusi logistik yang dilaksanakan pada 22 – 24 November mendatang. “Sedangkan untuk hari H pelaksanaan pemungutan suara, penghitungan suara dan penetapan kades terpilih, direncanakan pada 25 November,” ungkap Adi. Permohonan kades terpilih kepada bupati melalui camat, diagendakan sehari seusai penghitungan suara.

Sementara itu, Bupati Jember Hendy Siswanto menyatakan, deklarasi tersebut menjadi awal untuk menyampaikan kepada cakades dan panitia agar tetap tenang menungu surat izin dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dalam melangsungkan pilkades pada 25 November mendatang. Sementara untuk surat tersebut, diinformasikan akan turun pada tiga hari menjelang pilkades. Sebab, penentuan izin pilkades juga dilihat dari kondisi pandemi Covid-19 di Jember. “Ini adalah hal yang sangat penting buat kita semuanya, komitmen kawan-kawan kita untuk melaksanakan pilkades dengan baik dan jujur,” tuturnya.

Pelaksanaan kampanye dan pilkades nantinya juga dijaga ketat untuk mengawasi penerapan protokol kesehatan. Hendy juga sempat menegaskan kepada seluruh cakades untuk tetap meneruskan niat baiknya dalam membantu memajukan Jember. Meski demikian, dalam kegiatan tersebut, dia juga mengimbau agar para cakades bisa berdamai antar satu sama lain. “Mereka semua ingin membantu masyarakat sebagai pelayan masyarakat. Kita sangat berterima kasih kepada para peserta karena kalau tidak ada yang ikut pilkades kan repot juga nanti,” lanjutnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Menjelang gelaran pemilihan kepala desa (pilkades) serentak di kabupaten Jember yang rencananya berlangsung pada Kamis (25/11) mendatang, Pemkab Jember menggelar deklarasi pilkades damai dengan seluruh jajaran panitia dan calon kades (cakades) secara daring dan luring. Kegiatan yang digelar di Aula Gedung Serba Guna (GSG) Kaliwates tersebut dilakukan demi menjaga keamanan dan kelancaran pesta demokrasi tingkat desa ini.

Deklarasi damai dibacakan langsung oleh perwakilan calon kades dan ketua panitia pilkades di hadapan sejumlah forkopimda Jember. Usai pembacaan deklarasi damai, dilanjutkan dengan penandatanganan pakta integritas.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Jember Adi Wiijaya menyatakan, dari 181 cakades setidaknya terdapat 33 cakades yang ikut secara luring, delapan ketua panitia, 24 muspika, serta 15 panitia di tingkat kabupaten.

Menurut dia, tahapan pemasangan surat suara, undangan, kotak suara, bilik suara, telah diagendakan dalam kurun waktu 27 Oktober hingga 16 November. Sementara masa kampanye, penyortiran, pelipatan surat suara, dilaksanakan mulai 17 – 19 November. Kemudian, dilanjutkan masa tenang dan distribusi logistik yang dilaksanakan pada 22 – 24 November mendatang. “Sedangkan untuk hari H pelaksanaan pemungutan suara, penghitungan suara dan penetapan kades terpilih, direncanakan pada 25 November,” ungkap Adi. Permohonan kades terpilih kepada bupati melalui camat, diagendakan sehari seusai penghitungan suara.

Sementara itu, Bupati Jember Hendy Siswanto menyatakan, deklarasi tersebut menjadi awal untuk menyampaikan kepada cakades dan panitia agar tetap tenang menungu surat izin dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dalam melangsungkan pilkades pada 25 November mendatang. Sementara untuk surat tersebut, diinformasikan akan turun pada tiga hari menjelang pilkades. Sebab, penentuan izin pilkades juga dilihat dari kondisi pandemi Covid-19 di Jember. “Ini adalah hal yang sangat penting buat kita semuanya, komitmen kawan-kawan kita untuk melaksanakan pilkades dengan baik dan jujur,” tuturnya.

Pelaksanaan kampanye dan pilkades nantinya juga dijaga ketat untuk mengawasi penerapan protokol kesehatan. Hendy juga sempat menegaskan kepada seluruh cakades untuk tetap meneruskan niat baiknya dalam membantu memajukan Jember. Meski demikian, dalam kegiatan tersebut, dia juga mengimbau agar para cakades bisa berdamai antar satu sama lain. “Mereka semua ingin membantu masyarakat sebagai pelayan masyarakat. Kita sangat berterima kasih kepada para peserta karena kalau tidak ada yang ikut pilkades kan repot juga nanti,” lanjutnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Menjelang gelaran pemilihan kepala desa (pilkades) serentak di kabupaten Jember yang rencananya berlangsung pada Kamis (25/11) mendatang, Pemkab Jember menggelar deklarasi pilkades damai dengan seluruh jajaran panitia dan calon kades (cakades) secara daring dan luring. Kegiatan yang digelar di Aula Gedung Serba Guna (GSG) Kaliwates tersebut dilakukan demi menjaga keamanan dan kelancaran pesta demokrasi tingkat desa ini.

Deklarasi damai dibacakan langsung oleh perwakilan calon kades dan ketua panitia pilkades di hadapan sejumlah forkopimda Jember. Usai pembacaan deklarasi damai, dilanjutkan dengan penandatanganan pakta integritas.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Jember Adi Wiijaya menyatakan, dari 181 cakades setidaknya terdapat 33 cakades yang ikut secara luring, delapan ketua panitia, 24 muspika, serta 15 panitia di tingkat kabupaten.

Menurut dia, tahapan pemasangan surat suara, undangan, kotak suara, bilik suara, telah diagendakan dalam kurun waktu 27 Oktober hingga 16 November. Sementara masa kampanye, penyortiran, pelipatan surat suara, dilaksanakan mulai 17 – 19 November. Kemudian, dilanjutkan masa tenang dan distribusi logistik yang dilaksanakan pada 22 – 24 November mendatang. “Sedangkan untuk hari H pelaksanaan pemungutan suara, penghitungan suara dan penetapan kades terpilih, direncanakan pada 25 November,” ungkap Adi. Permohonan kades terpilih kepada bupati melalui camat, diagendakan sehari seusai penghitungan suara.

Sementara itu, Bupati Jember Hendy Siswanto menyatakan, deklarasi tersebut menjadi awal untuk menyampaikan kepada cakades dan panitia agar tetap tenang menungu surat izin dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dalam melangsungkan pilkades pada 25 November mendatang. Sementara untuk surat tersebut, diinformasikan akan turun pada tiga hari menjelang pilkades. Sebab, penentuan izin pilkades juga dilihat dari kondisi pandemi Covid-19 di Jember. “Ini adalah hal yang sangat penting buat kita semuanya, komitmen kawan-kawan kita untuk melaksanakan pilkades dengan baik dan jujur,” tuturnya.

Pelaksanaan kampanye dan pilkades nantinya juga dijaga ketat untuk mengawasi penerapan protokol kesehatan. Hendy juga sempat menegaskan kepada seluruh cakades untuk tetap meneruskan niat baiknya dalam membantu memajukan Jember. Meski demikian, dalam kegiatan tersebut, dia juga mengimbau agar para cakades bisa berdamai antar satu sama lain. “Mereka semua ingin membantu masyarakat sebagai pelayan masyarakat. Kita sangat berterima kasih kepada para peserta karena kalau tidak ada yang ikut pilkades kan repot juga nanti,” lanjutnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/