alexametrics
23.9 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Selamat! Jember Dapat Apresiasi KPK

“Jadi, butuh kolaborasi berbagai pihak untuk menyukseskannya. Termasuk berbagai upaya yang dilakukan dalam memberantas korupsi.” - HENDY SISWANTO, Bupati Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID –  Bersama dengan Ketua DPRD Kabupaten Jember Itqon Syauqi, Bupati Jember Hendy Siswanto mendatangi undangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI dalam rangka koordinasi pemberantasan korupsi di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (15/11) lalu. Berdasar Monitoring Centre for Prevention (MCP) KPK, dia menyebutkan bahwa Jember mulai mengalami kemajuan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Bahkan, Jember mendapatkan apresiasi dari jajaran pengurus KPK. “KPK menilai bahwa Jember telah mampu membenahi diri dan taat atas berbagai cara yang mengarah pada pemberantasan korupsi,” ungkapnya.

Terkait dengan monitoring MCP, pada 2020 lalu Bupati Hendy menyebutkan bahwa Jember hanya mendapatkan 28 poin. “Paling kecil, ibaratnya, Kabupaten Jember seperti daerah pedalaman, di luar Jawa,” tegasnya. Yang bisa diartikan, lanjutnya, seperti tak ada kegiatan pemerintahan. Artinya, untuk adanya tindak pidana korupsi, sama sekali tak bisa terpantau.

Mobile_AP_Rectangle 2

Oleh karena itu, pihaknya melakukan percepatan dengan para jajaran OPD jember. Dalam waktu dua bulan, ternyata Jember bisa dan bahkan mampu mendapatkan 71 poin. Karena itu, Jember dapat naik peringkat keenam se-Jawa Timur. Padahal, sebelumnya berada di posisi 32. Sementara di Indonesia, Jember menduduki peringkat ke-42.

Lebih lanjut, pihaknya optimistis bahwa Jember masih punya semangat. Harapannya, tak hanya mencapai posisi keenam, pihaknya mampu menjadi peringkat kesatu Jawa Timur. “Sebab, semakin lama, Jember harus semakin baik bukan malah semakin jelek,” tegasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID –  Bersama dengan Ketua DPRD Kabupaten Jember Itqon Syauqi, Bupati Jember Hendy Siswanto mendatangi undangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI dalam rangka koordinasi pemberantasan korupsi di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (15/11) lalu. Berdasar Monitoring Centre for Prevention (MCP) KPK, dia menyebutkan bahwa Jember mulai mengalami kemajuan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Bahkan, Jember mendapatkan apresiasi dari jajaran pengurus KPK. “KPK menilai bahwa Jember telah mampu membenahi diri dan taat atas berbagai cara yang mengarah pada pemberantasan korupsi,” ungkapnya.

Terkait dengan monitoring MCP, pada 2020 lalu Bupati Hendy menyebutkan bahwa Jember hanya mendapatkan 28 poin. “Paling kecil, ibaratnya, Kabupaten Jember seperti daerah pedalaman, di luar Jawa,” tegasnya. Yang bisa diartikan, lanjutnya, seperti tak ada kegiatan pemerintahan. Artinya, untuk adanya tindak pidana korupsi, sama sekali tak bisa terpantau.

Oleh karena itu, pihaknya melakukan percepatan dengan para jajaran OPD jember. Dalam waktu dua bulan, ternyata Jember bisa dan bahkan mampu mendapatkan 71 poin. Karena itu, Jember dapat naik peringkat keenam se-Jawa Timur. Padahal, sebelumnya berada di posisi 32. Sementara di Indonesia, Jember menduduki peringkat ke-42.

Lebih lanjut, pihaknya optimistis bahwa Jember masih punya semangat. Harapannya, tak hanya mencapai posisi keenam, pihaknya mampu menjadi peringkat kesatu Jawa Timur. “Sebab, semakin lama, Jember harus semakin baik bukan malah semakin jelek,” tegasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID –  Bersama dengan Ketua DPRD Kabupaten Jember Itqon Syauqi, Bupati Jember Hendy Siswanto mendatangi undangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI dalam rangka koordinasi pemberantasan korupsi di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (15/11) lalu. Berdasar Monitoring Centre for Prevention (MCP) KPK, dia menyebutkan bahwa Jember mulai mengalami kemajuan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Bahkan, Jember mendapatkan apresiasi dari jajaran pengurus KPK. “KPK menilai bahwa Jember telah mampu membenahi diri dan taat atas berbagai cara yang mengarah pada pemberantasan korupsi,” ungkapnya.

Terkait dengan monitoring MCP, pada 2020 lalu Bupati Hendy menyebutkan bahwa Jember hanya mendapatkan 28 poin. “Paling kecil, ibaratnya, Kabupaten Jember seperti daerah pedalaman, di luar Jawa,” tegasnya. Yang bisa diartikan, lanjutnya, seperti tak ada kegiatan pemerintahan. Artinya, untuk adanya tindak pidana korupsi, sama sekali tak bisa terpantau.

Oleh karena itu, pihaknya melakukan percepatan dengan para jajaran OPD jember. Dalam waktu dua bulan, ternyata Jember bisa dan bahkan mampu mendapatkan 71 poin. Karena itu, Jember dapat naik peringkat keenam se-Jawa Timur. Padahal, sebelumnya berada di posisi 32. Sementara di Indonesia, Jember menduduki peringkat ke-42.

Lebih lanjut, pihaknya optimistis bahwa Jember masih punya semangat. Harapannya, tak hanya mencapai posisi keenam, pihaknya mampu menjadi peringkat kesatu Jawa Timur. “Sebab, semakin lama, Jember harus semakin baik bukan malah semakin jelek,” tegasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/