alexametrics
30.9 C
Jember
Monday, 16 May 2022

Masalah Sampah Jember Belum Kelar, DLH Gagal Beli Alat Berat Sampah

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Urusan sampah tak bisa dipandang sebelah mata. Sehari tak diangkut, bisa jadi momok karena menumpuk. Bahkan, bisa berserakan di lingkungan atau jalan. Rapat di Komisi C DPRD Jember kemarin (16/11), salah satunya fokus membahas urusan sampah dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Menurut Sigit Boedi, salah seorang kabid DLH Jember, sebenarnya ada penurunan angka yakni dari Rp 15 miliar menjadi Rp 12 miliar untuk urusan kebersihan. Akan tetapi, pengaturan dana, khususnya di bidang persampahan, bakal dimaksimalkan. Dengan begitu, operasional bahan bakar minyak (BBM) untuk kendaraan truk bisa teratasi. “Setidaknya, aman selama 2022,” katanya.

Menurut dia, khusus untuk pemenuhan BBM selama setahun dianggarkan sebesar Rp 3,3 miliar. Selebihnya, dipakai untuk operasional, termasuk gaji petugas kebersihan atau yang dulunya dikenal dengan sebutan pasukan kuning. “Jadi, gaji dan BBM saja itu mencapai Rp 9,09 miliar,” jelasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Terbatasnya anggaran tersebut tentu saja berimbas ke program lain. Dikatakan, pengadaan alat berat baru guna mendukung penguatan pengelolaan sampah sejatinya sudah harus dilakukan. Selain itu, pembelian lahan baru juga penting diadakan. Namun, karena anggarannya terbatas, dua hal tersebut belum bisa diwujudkan pada 2022 mendatang. “Tetapi, dalam pengelolaan sampai BBM aman, sehingga kejadian akhir tahun 2020 tidak akan terjadi tahun depan,” jelasnya.

Mengingat kembali, di pengujung 2020 hingga pergantian 2021, petugas kebersihan di Jember bergejolak karena BBM truk pengangkut sampah tidak ada. Alhasil, BBM truk diisi dari dana talangan yang pinjam ke mana-mana.

Sekretaris DLH Jember Imam menyampaikan, pada 2022 banyak sekolah yang mengajukan diri untuk menjadi Sekolah Adiwiyata. Namun, karena keterbatasan anggaran, tidak seluruhnya langsung bisa menjadi Sekolah Adiwiyata atau sekolah yang peduli lingkungan sehat, bersih, serta lingkungan yang indah.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Urusan sampah tak bisa dipandang sebelah mata. Sehari tak diangkut, bisa jadi momok karena menumpuk. Bahkan, bisa berserakan di lingkungan atau jalan. Rapat di Komisi C DPRD Jember kemarin (16/11), salah satunya fokus membahas urusan sampah dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Menurut Sigit Boedi, salah seorang kabid DLH Jember, sebenarnya ada penurunan angka yakni dari Rp 15 miliar menjadi Rp 12 miliar untuk urusan kebersihan. Akan tetapi, pengaturan dana, khususnya di bidang persampahan, bakal dimaksimalkan. Dengan begitu, operasional bahan bakar minyak (BBM) untuk kendaraan truk bisa teratasi. “Setidaknya, aman selama 2022,” katanya.

Menurut dia, khusus untuk pemenuhan BBM selama setahun dianggarkan sebesar Rp 3,3 miliar. Selebihnya, dipakai untuk operasional, termasuk gaji petugas kebersihan atau yang dulunya dikenal dengan sebutan pasukan kuning. “Jadi, gaji dan BBM saja itu mencapai Rp 9,09 miliar,” jelasnya.

Terbatasnya anggaran tersebut tentu saja berimbas ke program lain. Dikatakan, pengadaan alat berat baru guna mendukung penguatan pengelolaan sampah sejatinya sudah harus dilakukan. Selain itu, pembelian lahan baru juga penting diadakan. Namun, karena anggarannya terbatas, dua hal tersebut belum bisa diwujudkan pada 2022 mendatang. “Tetapi, dalam pengelolaan sampai BBM aman, sehingga kejadian akhir tahun 2020 tidak akan terjadi tahun depan,” jelasnya.

Mengingat kembali, di pengujung 2020 hingga pergantian 2021, petugas kebersihan di Jember bergejolak karena BBM truk pengangkut sampah tidak ada. Alhasil, BBM truk diisi dari dana talangan yang pinjam ke mana-mana.

Sekretaris DLH Jember Imam menyampaikan, pada 2022 banyak sekolah yang mengajukan diri untuk menjadi Sekolah Adiwiyata. Namun, karena keterbatasan anggaran, tidak seluruhnya langsung bisa menjadi Sekolah Adiwiyata atau sekolah yang peduli lingkungan sehat, bersih, serta lingkungan yang indah.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Urusan sampah tak bisa dipandang sebelah mata. Sehari tak diangkut, bisa jadi momok karena menumpuk. Bahkan, bisa berserakan di lingkungan atau jalan. Rapat di Komisi C DPRD Jember kemarin (16/11), salah satunya fokus membahas urusan sampah dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Menurut Sigit Boedi, salah seorang kabid DLH Jember, sebenarnya ada penurunan angka yakni dari Rp 15 miliar menjadi Rp 12 miliar untuk urusan kebersihan. Akan tetapi, pengaturan dana, khususnya di bidang persampahan, bakal dimaksimalkan. Dengan begitu, operasional bahan bakar minyak (BBM) untuk kendaraan truk bisa teratasi. “Setidaknya, aman selama 2022,” katanya.

Menurut dia, khusus untuk pemenuhan BBM selama setahun dianggarkan sebesar Rp 3,3 miliar. Selebihnya, dipakai untuk operasional, termasuk gaji petugas kebersihan atau yang dulunya dikenal dengan sebutan pasukan kuning. “Jadi, gaji dan BBM saja itu mencapai Rp 9,09 miliar,” jelasnya.

Terbatasnya anggaran tersebut tentu saja berimbas ke program lain. Dikatakan, pengadaan alat berat baru guna mendukung penguatan pengelolaan sampah sejatinya sudah harus dilakukan. Selain itu, pembelian lahan baru juga penting diadakan. Namun, karena anggarannya terbatas, dua hal tersebut belum bisa diwujudkan pada 2022 mendatang. “Tetapi, dalam pengelolaan sampai BBM aman, sehingga kejadian akhir tahun 2020 tidak akan terjadi tahun depan,” jelasnya.

Mengingat kembali, di pengujung 2020 hingga pergantian 2021, petugas kebersihan di Jember bergejolak karena BBM truk pengangkut sampah tidak ada. Alhasil, BBM truk diisi dari dana talangan yang pinjam ke mana-mana.

Sekretaris DLH Jember Imam menyampaikan, pada 2022 banyak sekolah yang mengajukan diri untuk menjadi Sekolah Adiwiyata. Namun, karena keterbatasan anggaran, tidak seluruhnya langsung bisa menjadi Sekolah Adiwiyata atau sekolah yang peduli lingkungan sehat, bersih, serta lingkungan yang indah.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/