alexametrics
23.4 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Kepala Bappeda Terancam Dicopot?

Mobile_AP_Rectangle 1

– Buntut Tuding Gubernur Khofifah Lalai

– Terancam Turun Pangkat dan Lepas Jabatan

JEMBER, RADARJEMBER.ID Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jember Achmad Imam Fauzi santer dikabarkan akan dijatuhi sanksi penurunan pangkat. Apabila benar, maka jabatannya terancam hilang. Kabar mengejutkan ini datang dari sejumlah anggota DPRD Jember seusai menghadap pejabat Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Kamis (15/10).

Mobile_AP_Rectangle 2

“Sanksi penurunan pangkat itu merupakan buntut atas kasus Fauzi yang menuding Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa lalai. Sanksi diberikan setelah Inspektorat Jatim melakukan pemeriksaan,” kata David Handoko Seto, Ketua Komisi C DPRD Jember.

Pria yang berangkat bersama sejumlah anggota dewan ke Pemprov Jatim itu mengaku ditemui sekretaris pemprov, kepala inspektorat, bagian hukum, organisasi, dan sejumlah pejabat lain. “Kami mendapat penjelasan secara langsung atas sanksi itu. Tentu, eksekusinya melalui mekanisme kepegawaian,” paparnya.

David menambahkan, sanksi kepada Fauzi itu setelah diperiksa Inspektorat Pemprov Jatim. “Dia dinilai telah mendiskreditkan gubernur, karena keterlambatan APBD akibat kelalaian gubernur,” paparnya.

Ditanya lebih detail lagi, apakah Fauzi terancam sanksi penurunan pangkat atau pencopotan dari jabatan Kepala Bappeda, David menyebut, sanksinya berupa penurunan pangkat. “Kalau penurunan, maka otomatis jabatannya hilang karena tidak lagi memenuhi syarat. Jadi, bukan sanksi pencopotan jabatan kepala, melainkan penurunan pangkat yang dapat menggugurkan dia sebagai Kepala Bappeda,” ungkapnya.

- Advertisement -

– Buntut Tuding Gubernur Khofifah Lalai

– Terancam Turun Pangkat dan Lepas Jabatan

JEMBER, RADARJEMBER.ID Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jember Achmad Imam Fauzi santer dikabarkan akan dijatuhi sanksi penurunan pangkat. Apabila benar, maka jabatannya terancam hilang. Kabar mengejutkan ini datang dari sejumlah anggota DPRD Jember seusai menghadap pejabat Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Kamis (15/10).

“Sanksi penurunan pangkat itu merupakan buntut atas kasus Fauzi yang menuding Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa lalai. Sanksi diberikan setelah Inspektorat Jatim melakukan pemeriksaan,” kata David Handoko Seto, Ketua Komisi C DPRD Jember.

Pria yang berangkat bersama sejumlah anggota dewan ke Pemprov Jatim itu mengaku ditemui sekretaris pemprov, kepala inspektorat, bagian hukum, organisasi, dan sejumlah pejabat lain. “Kami mendapat penjelasan secara langsung atas sanksi itu. Tentu, eksekusinya melalui mekanisme kepegawaian,” paparnya.

David menambahkan, sanksi kepada Fauzi itu setelah diperiksa Inspektorat Pemprov Jatim. “Dia dinilai telah mendiskreditkan gubernur, karena keterlambatan APBD akibat kelalaian gubernur,” paparnya.

Ditanya lebih detail lagi, apakah Fauzi terancam sanksi penurunan pangkat atau pencopotan dari jabatan Kepala Bappeda, David menyebut, sanksinya berupa penurunan pangkat. “Kalau penurunan, maka otomatis jabatannya hilang karena tidak lagi memenuhi syarat. Jadi, bukan sanksi pencopotan jabatan kepala, melainkan penurunan pangkat yang dapat menggugurkan dia sebagai Kepala Bappeda,” ungkapnya.

– Buntut Tuding Gubernur Khofifah Lalai

– Terancam Turun Pangkat dan Lepas Jabatan

JEMBER, RADARJEMBER.ID Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jember Achmad Imam Fauzi santer dikabarkan akan dijatuhi sanksi penurunan pangkat. Apabila benar, maka jabatannya terancam hilang. Kabar mengejutkan ini datang dari sejumlah anggota DPRD Jember seusai menghadap pejabat Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Kamis (15/10).

“Sanksi penurunan pangkat itu merupakan buntut atas kasus Fauzi yang menuding Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa lalai. Sanksi diberikan setelah Inspektorat Jatim melakukan pemeriksaan,” kata David Handoko Seto, Ketua Komisi C DPRD Jember.

Pria yang berangkat bersama sejumlah anggota dewan ke Pemprov Jatim itu mengaku ditemui sekretaris pemprov, kepala inspektorat, bagian hukum, organisasi, dan sejumlah pejabat lain. “Kami mendapat penjelasan secara langsung atas sanksi itu. Tentu, eksekusinya melalui mekanisme kepegawaian,” paparnya.

David menambahkan, sanksi kepada Fauzi itu setelah diperiksa Inspektorat Pemprov Jatim. “Dia dinilai telah mendiskreditkan gubernur, karena keterlambatan APBD akibat kelalaian gubernur,” paparnya.

Ditanya lebih detail lagi, apakah Fauzi terancam sanksi penurunan pangkat atau pencopotan dari jabatan Kepala Bappeda, David menyebut, sanksinya berupa penurunan pangkat. “Kalau penurunan, maka otomatis jabatannya hilang karena tidak lagi memenuhi syarat. Jadi, bukan sanksi pencopotan jabatan kepala, melainkan penurunan pangkat yang dapat menggugurkan dia sebagai Kepala Bappeda,” ungkapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/