alexametrics
22.4 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Bisa Sebabkan Kerusakan Mata dan Katarak

Efek Bermain Layangan Siang Hari

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Siang itu, Angga, Farhan, dan Rido keluar rumah. Membawa gulungan benang, mereka mulai menaikkan layangan. Tanpa mengenakan topi dan alas kaki, ketiganya tampak serius memandang ke atas. Sepertinya, bocah-bocah itu tak sadar, aktivitas semacam ini dapat mengancam kesehatan mata. Sebab, indera penglihatan mereka terpapar sinar cukup lama. Ya, paparan matahari yang langsung ke mata bisa mempercepat kerusakan. Terutama menyebabkan katarak.

Kenapa permainan itu mengganggu kesehatan mata? Sebab, saat menerbangkan layang-layang, pemain akan terus menatap ke atas seperti yang dilakukan tiga bocah itu. Karenanya, kala siang, mata akan terpapar sinar dalam waktu lama. Maka dari itu, bagi para pemain layangan disarankan menggunakan topi atau pelindung mata agar terhindar dari sinar matahari yang dapat membahayakan indera penglihatan.

Angga yang baru masuk kelas 1 SMP ini mengaku, kebijakan sekolah daring seperti saat ini membuat dia lebih banyak waktu bermain, termasuk bermain layangan. “Biasanya keluar setelah pukul tiga sore selepas azan Asar. Kalau siang pernah, tapi lebih sering sore,” terangnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Angga yang kala itu berpasangan dengan Farhan beradu layangan dengan duet Alfa dan Alfian. Mereka bermain di samping persawahan daerah Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Sumbersari. Matanya tak pernah luput dari pergerakan layangan yang bertarung di angkasa.

Menjelaskan hal ini, dokter spesialis mata RSD dr Soebandi, dr Bagas Kumoro SpM mengatakan, pada masa pola pembelajaran berlangsung secara daring, orang tua diminta tak hanya memantau perkembangan mata anak lantaran meningkatnya penggunaan gawai, tapi juga aktivitas lain yang dapat mengancam kesehatan mata. “Lama melihat gawai, mata itu capek. Solusinya selain memejamkan mata, juga melihat jauh bukan melihat dekat seperti membaca buku,” terangnya.

Melatih penglihatan jarak jauh merupakan cara melatih saraf otot mata dan bisa mengurangi mata minus. Makanya, orang tua disarankan mengajak anak mereka bermain di luar ruangan. Namun, bentuk permainan anak tetap harus diperhatikan. Jangan sampai tujuan melatih otot mata justru menimbulkan bahaya. Misalnya bermain layang-layang.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Siang itu, Angga, Farhan, dan Rido keluar rumah. Membawa gulungan benang, mereka mulai menaikkan layangan. Tanpa mengenakan topi dan alas kaki, ketiganya tampak serius memandang ke atas. Sepertinya, bocah-bocah itu tak sadar, aktivitas semacam ini dapat mengancam kesehatan mata. Sebab, indera penglihatan mereka terpapar sinar cukup lama. Ya, paparan matahari yang langsung ke mata bisa mempercepat kerusakan. Terutama menyebabkan katarak.

Kenapa permainan itu mengganggu kesehatan mata? Sebab, saat menerbangkan layang-layang, pemain akan terus menatap ke atas seperti yang dilakukan tiga bocah itu. Karenanya, kala siang, mata akan terpapar sinar dalam waktu lama. Maka dari itu, bagi para pemain layangan disarankan menggunakan topi atau pelindung mata agar terhindar dari sinar matahari yang dapat membahayakan indera penglihatan.

Angga yang baru masuk kelas 1 SMP ini mengaku, kebijakan sekolah daring seperti saat ini membuat dia lebih banyak waktu bermain, termasuk bermain layangan. “Biasanya keluar setelah pukul tiga sore selepas azan Asar. Kalau siang pernah, tapi lebih sering sore,” terangnya.

Angga yang kala itu berpasangan dengan Farhan beradu layangan dengan duet Alfa dan Alfian. Mereka bermain di samping persawahan daerah Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Sumbersari. Matanya tak pernah luput dari pergerakan layangan yang bertarung di angkasa.

Menjelaskan hal ini, dokter spesialis mata RSD dr Soebandi, dr Bagas Kumoro SpM mengatakan, pada masa pola pembelajaran berlangsung secara daring, orang tua diminta tak hanya memantau perkembangan mata anak lantaran meningkatnya penggunaan gawai, tapi juga aktivitas lain yang dapat mengancam kesehatan mata. “Lama melihat gawai, mata itu capek. Solusinya selain memejamkan mata, juga melihat jauh bukan melihat dekat seperti membaca buku,” terangnya.

Melatih penglihatan jarak jauh merupakan cara melatih saraf otot mata dan bisa mengurangi mata minus. Makanya, orang tua disarankan mengajak anak mereka bermain di luar ruangan. Namun, bentuk permainan anak tetap harus diperhatikan. Jangan sampai tujuan melatih otot mata justru menimbulkan bahaya. Misalnya bermain layang-layang.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Siang itu, Angga, Farhan, dan Rido keluar rumah. Membawa gulungan benang, mereka mulai menaikkan layangan. Tanpa mengenakan topi dan alas kaki, ketiganya tampak serius memandang ke atas. Sepertinya, bocah-bocah itu tak sadar, aktivitas semacam ini dapat mengancam kesehatan mata. Sebab, indera penglihatan mereka terpapar sinar cukup lama. Ya, paparan matahari yang langsung ke mata bisa mempercepat kerusakan. Terutama menyebabkan katarak.

Kenapa permainan itu mengganggu kesehatan mata? Sebab, saat menerbangkan layang-layang, pemain akan terus menatap ke atas seperti yang dilakukan tiga bocah itu. Karenanya, kala siang, mata akan terpapar sinar dalam waktu lama. Maka dari itu, bagi para pemain layangan disarankan menggunakan topi atau pelindung mata agar terhindar dari sinar matahari yang dapat membahayakan indera penglihatan.

Angga yang baru masuk kelas 1 SMP ini mengaku, kebijakan sekolah daring seperti saat ini membuat dia lebih banyak waktu bermain, termasuk bermain layangan. “Biasanya keluar setelah pukul tiga sore selepas azan Asar. Kalau siang pernah, tapi lebih sering sore,” terangnya.

Angga yang kala itu berpasangan dengan Farhan beradu layangan dengan duet Alfa dan Alfian. Mereka bermain di samping persawahan daerah Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Sumbersari. Matanya tak pernah luput dari pergerakan layangan yang bertarung di angkasa.

Menjelaskan hal ini, dokter spesialis mata RSD dr Soebandi, dr Bagas Kumoro SpM mengatakan, pada masa pola pembelajaran berlangsung secara daring, orang tua diminta tak hanya memantau perkembangan mata anak lantaran meningkatnya penggunaan gawai, tapi juga aktivitas lain yang dapat mengancam kesehatan mata. “Lama melihat gawai, mata itu capek. Solusinya selain memejamkan mata, juga melihat jauh bukan melihat dekat seperti membaca buku,” terangnya.

Melatih penglihatan jarak jauh merupakan cara melatih saraf otot mata dan bisa mengurangi mata minus. Makanya, orang tua disarankan mengajak anak mereka bermain di luar ruangan. Namun, bentuk permainan anak tetap harus diperhatikan. Jangan sampai tujuan melatih otot mata justru menimbulkan bahaya. Misalnya bermain layang-layang.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/