alexametrics
24.6 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Perbup Tak Mempan, Pergub Diterapkan

Sanksi Pelanggar Protokol Kesehatan yang Tak Jera

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pemberlakuan sanksi guna mencegah dan mengendalikan wabah korona terus ditegakkan di Jember. Dalam beberapa hari terakhir, banyak warga yang dinyatakan bersalah lantaran tidak patuhi pada protokol kesehatan. Beragam sanksi pun dijatuhkan hakim kepada para pelanggar tersebut.

Sanksi ketidakpatuhan atas protokol kesehatan sesuai Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 47 Tahun 2020, sejatinya harus membuat warga Jember bersyukur. Betapa tidak, sanksi yang tertuang di dalamnya lebih ringan dibandingkan Peraturan Gubernur Nomor 53 Tahun 2020.

Mengupas sanksi perorangan dalam perbup, hanya terdapat dua macam sanksi, yaitu sanksi peringatan dan sanksi kerja sosial. Sementara itu, di dalam pergub untuk sanksi perorangan ada tiga macam. Yaitu peringatan, kerja sosial, dan yang ketiga adalah sanksi denda.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pada penegakan disiplin terkait protokol kesehatan inilah, sanksi yang tertera di dalam perbup lebih lembek dari pergub. Hal inilah yang mungkin membuat warga menyepelekannya, karena ada yang sudah kedapatan melakukan pelanggaran dua kali.

Kapolres Jember AKBP Aris Supriyono mengungkap, sanksi dengan menggunakan perbup maupun pergub sejatinya untuk menyadarkan masyarakat agar patuh terhadap protokol kesehatan. “Sanksi ini bukan menghukum, namun untuk mendorong masyarakat agar sadar bahwa menerapkan protokol kesehatan begitu penting,” tegasnya. Hal itu semata-mata dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran wabah korona.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pemberlakuan sanksi guna mencegah dan mengendalikan wabah korona terus ditegakkan di Jember. Dalam beberapa hari terakhir, banyak warga yang dinyatakan bersalah lantaran tidak patuhi pada protokol kesehatan. Beragam sanksi pun dijatuhkan hakim kepada para pelanggar tersebut.

Sanksi ketidakpatuhan atas protokol kesehatan sesuai Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 47 Tahun 2020, sejatinya harus membuat warga Jember bersyukur. Betapa tidak, sanksi yang tertuang di dalamnya lebih ringan dibandingkan Peraturan Gubernur Nomor 53 Tahun 2020.

Mengupas sanksi perorangan dalam perbup, hanya terdapat dua macam sanksi, yaitu sanksi peringatan dan sanksi kerja sosial. Sementara itu, di dalam pergub untuk sanksi perorangan ada tiga macam. Yaitu peringatan, kerja sosial, dan yang ketiga adalah sanksi denda.

Pada penegakan disiplin terkait protokol kesehatan inilah, sanksi yang tertera di dalam perbup lebih lembek dari pergub. Hal inilah yang mungkin membuat warga menyepelekannya, karena ada yang sudah kedapatan melakukan pelanggaran dua kali.

Kapolres Jember AKBP Aris Supriyono mengungkap, sanksi dengan menggunakan perbup maupun pergub sejatinya untuk menyadarkan masyarakat agar patuh terhadap protokol kesehatan. “Sanksi ini bukan menghukum, namun untuk mendorong masyarakat agar sadar bahwa menerapkan protokol kesehatan begitu penting,” tegasnya. Hal itu semata-mata dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran wabah korona.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pemberlakuan sanksi guna mencegah dan mengendalikan wabah korona terus ditegakkan di Jember. Dalam beberapa hari terakhir, banyak warga yang dinyatakan bersalah lantaran tidak patuhi pada protokol kesehatan. Beragam sanksi pun dijatuhkan hakim kepada para pelanggar tersebut.

Sanksi ketidakpatuhan atas protokol kesehatan sesuai Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 47 Tahun 2020, sejatinya harus membuat warga Jember bersyukur. Betapa tidak, sanksi yang tertuang di dalamnya lebih ringan dibandingkan Peraturan Gubernur Nomor 53 Tahun 2020.

Mengupas sanksi perorangan dalam perbup, hanya terdapat dua macam sanksi, yaitu sanksi peringatan dan sanksi kerja sosial. Sementara itu, di dalam pergub untuk sanksi perorangan ada tiga macam. Yaitu peringatan, kerja sosial, dan yang ketiga adalah sanksi denda.

Pada penegakan disiplin terkait protokol kesehatan inilah, sanksi yang tertera di dalam perbup lebih lembek dari pergub. Hal inilah yang mungkin membuat warga menyepelekannya, karena ada yang sudah kedapatan melakukan pelanggaran dua kali.

Kapolres Jember AKBP Aris Supriyono mengungkap, sanksi dengan menggunakan perbup maupun pergub sejatinya untuk menyadarkan masyarakat agar patuh terhadap protokol kesehatan. “Sanksi ini bukan menghukum, namun untuk mendorong masyarakat agar sadar bahwa menerapkan protokol kesehatan begitu penting,” tegasnya. Hal itu semata-mata dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran wabah korona.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/