alexametrics
29 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

 Jaksa Yakin Dodik Bersalah

Siap Ajukan Kasasi ke MA

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Lepasnya satu dari empat terdakwa kasus korupsi revitalisasi Pasar Manggisan sempat membuat publik tercengang. Banyak yang menilai, vonis terhadap Sugeng Irawan Widodo alias Dodik itu melukai keadilan. Sebab, terdakwa lain yang juga anak buahnya, Fariz Nurhidayat, diganjar lima tahun penjara dengan denda Rp 200 juta subsider 2 bulan.

Vonis bebas itu dibacakan langsung oleh majelis hakim dalam agenda pembacaan putusan, Selasa (15/9) lalu, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya. Sebenarnya, dalam putusan tersebut terdapat dissenting opinion (DO). Ketua Majelis Hakim Hisbullah Idris menyatakan Dodik bersalah, sehingga layak mendapat hukuman. Namun, dua anggota majelis lainnya, Moch Mahin dan Emma, menilai Dodik tidak bersalah. Karena kalah jumlah, maka putusan akhir membebaskan Dodik dari tuntutan.

Menanggapi putusan itu, Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember Setyo Adi Wicaksono mengklaim, proses penegakan hukum yang mereka lakukan sudah sesuai prosedur, serta memenuhi alat bukti yang ada bagi keempat terdakwa. Meski belakangan, satu terdakwa bebas karena hakim berpendapat lain.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Nantinya kami akan mengajukan upaya hukum kasasi setelah mempelajari salinan putusan resmi dari PN Tipikor. Di mana dalam putusan itu ada dissenting opinion,” ujar Setyo kepada Jawa Pos Radar Jember.

Kini, kata dia, pihaknya sudah menyiapkan berkas-berkas kasasi tersebut. Nantinya berkas itu segera dilimpahkan ke Mahkamah Agung (MA). Kasasi itu diajukan karena menurut Setyo, dalam fakta-fakta persidangan sudah terungkap bahwa Dodik terlibat dalam kasus rasuah itu. Karena itu, pihaknya meyakini Direktur PT Maksi Solusi Enjinering, perusahaan tempat Fariz bekerja itu, bersalah.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Lepasnya satu dari empat terdakwa kasus korupsi revitalisasi Pasar Manggisan sempat membuat publik tercengang. Banyak yang menilai, vonis terhadap Sugeng Irawan Widodo alias Dodik itu melukai keadilan. Sebab, terdakwa lain yang juga anak buahnya, Fariz Nurhidayat, diganjar lima tahun penjara dengan denda Rp 200 juta subsider 2 bulan.

Vonis bebas itu dibacakan langsung oleh majelis hakim dalam agenda pembacaan putusan, Selasa (15/9) lalu, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya. Sebenarnya, dalam putusan tersebut terdapat dissenting opinion (DO). Ketua Majelis Hakim Hisbullah Idris menyatakan Dodik bersalah, sehingga layak mendapat hukuman. Namun, dua anggota majelis lainnya, Moch Mahin dan Emma, menilai Dodik tidak bersalah. Karena kalah jumlah, maka putusan akhir membebaskan Dodik dari tuntutan.

Menanggapi putusan itu, Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember Setyo Adi Wicaksono mengklaim, proses penegakan hukum yang mereka lakukan sudah sesuai prosedur, serta memenuhi alat bukti yang ada bagi keempat terdakwa. Meski belakangan, satu terdakwa bebas karena hakim berpendapat lain.

“Nantinya kami akan mengajukan upaya hukum kasasi setelah mempelajari salinan putusan resmi dari PN Tipikor. Di mana dalam putusan itu ada dissenting opinion,” ujar Setyo kepada Jawa Pos Radar Jember.

Kini, kata dia, pihaknya sudah menyiapkan berkas-berkas kasasi tersebut. Nantinya berkas itu segera dilimpahkan ke Mahkamah Agung (MA). Kasasi itu diajukan karena menurut Setyo, dalam fakta-fakta persidangan sudah terungkap bahwa Dodik terlibat dalam kasus rasuah itu. Karena itu, pihaknya meyakini Direktur PT Maksi Solusi Enjinering, perusahaan tempat Fariz bekerja itu, bersalah.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Lepasnya satu dari empat terdakwa kasus korupsi revitalisasi Pasar Manggisan sempat membuat publik tercengang. Banyak yang menilai, vonis terhadap Sugeng Irawan Widodo alias Dodik itu melukai keadilan. Sebab, terdakwa lain yang juga anak buahnya, Fariz Nurhidayat, diganjar lima tahun penjara dengan denda Rp 200 juta subsider 2 bulan.

Vonis bebas itu dibacakan langsung oleh majelis hakim dalam agenda pembacaan putusan, Selasa (15/9) lalu, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya. Sebenarnya, dalam putusan tersebut terdapat dissenting opinion (DO). Ketua Majelis Hakim Hisbullah Idris menyatakan Dodik bersalah, sehingga layak mendapat hukuman. Namun, dua anggota majelis lainnya, Moch Mahin dan Emma, menilai Dodik tidak bersalah. Karena kalah jumlah, maka putusan akhir membebaskan Dodik dari tuntutan.

Menanggapi putusan itu, Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember Setyo Adi Wicaksono mengklaim, proses penegakan hukum yang mereka lakukan sudah sesuai prosedur, serta memenuhi alat bukti yang ada bagi keempat terdakwa. Meski belakangan, satu terdakwa bebas karena hakim berpendapat lain.

“Nantinya kami akan mengajukan upaya hukum kasasi setelah mempelajari salinan putusan resmi dari PN Tipikor. Di mana dalam putusan itu ada dissenting opinion,” ujar Setyo kepada Jawa Pos Radar Jember.

Kini, kata dia, pihaknya sudah menyiapkan berkas-berkas kasasi tersebut. Nantinya berkas itu segera dilimpahkan ke Mahkamah Agung (MA). Kasasi itu diajukan karena menurut Setyo, dalam fakta-fakta persidangan sudah terungkap bahwa Dodik terlibat dalam kasus rasuah itu. Karena itu, pihaknya meyakini Direktur PT Maksi Solusi Enjinering, perusahaan tempat Fariz bekerja itu, bersalah.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/