alexametrics
23 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

Berawal dari Petisi, Langsung Menjadi UKM Resmi Kampus

Petisi itu didukung ribuan mahasiswa di situs online. Kemudian, mendapat persetujuan dari Rektor Universitas Jember untuk mendirikan UKM resmi. Inilah cikal bakal UKM eSports Universitas Jember. Kini, mereka sudah mulai mengikuti turnamen resmi antar-perguruan tinggi.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bermula dari petisi yang diunggah di situs change.org, sekelompok mahasiswa Universitas Jember menginginkan adanya Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) eSports. Hal ini tentu berkaitan dengan perkembangan zaman e-sports atau olahraga elektronik yang semakin menjamur, serta sudah menjadi cabang olahraga resmi yang dipertandingkan dalam kejuaraan internasional.

Petisi yang diunggah tahun 2019 lalu itu berjudul Universitas Jember Butuh e-Sports, Mohon Pak Hasan Bantu Kami Mewujudkan dengan hashtag #UnejButuhESports. Petisi tersebut diunggah oleh kawan-kawan Unej Game, kelompok mahasiswa yang menggandrungi dunia gamers e-sports.

Petisi tersebut mengajak mahasiswa untuk mendukung berdirinya UKM eSports di Universitas Jember. Selain itu, mereka ingin adanya gelaran Rektor Cup setiap tahunnya, dan menjadi ajang bertemunya mahasiswa Unej yang mencintai dunia game online. Selain itu, mereka juga siap membentuk beberapa divisi e-sports di Unej. Divisi-divisi itu meliputi divisi game mulai dari PUBG Mobile, Point Blank, Dota 2, Free Fire, Mobile Legend, Garena AOV, dan CS:GO.

Mobile_AP_Rectangle 2

Akhirnya, petisi tersebut didukung sebanyak 2.082 orang. Moh Hasan yang kala itu masih menjabat sebagai Rektor Universitas Jember pun akhirnya juga memberikan lampu hijau atas berdirinya UKM baru ini, yakni UKM eSports Unej. Tepatnya Januari lalu, UKM ini terbentuk.

Menurut Wakil Ketua UKM eSports Unej Agung Rizky Bagaswara, setelah mendapat pengesahan dari kampus, pihaknya langsung melakukan perekrutan anggota. Agenda tersebut langsung disambut antusias oleh calon anggota. Sebab, tak dimungkiri di kalangan mahasiswa, bermain game online sudah menjadi kegiatan yang wajar, untuk sekadar melepas penat perkuliahan ataupun sebagai hobi mereka.

“Kami berawal dari keresahan dan minat yang sama. Ingin ada wadah resmi di universitas. Berawal dari petisi yang cukup ramai, hingga kami melakukan open recruitment,” tutur Agung, yang merupakan mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Unej angkatan 2017 ini.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bermula dari petisi yang diunggah di situs change.org, sekelompok mahasiswa Universitas Jember menginginkan adanya Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) eSports. Hal ini tentu berkaitan dengan perkembangan zaman e-sports atau olahraga elektronik yang semakin menjamur, serta sudah menjadi cabang olahraga resmi yang dipertandingkan dalam kejuaraan internasional.

Petisi yang diunggah tahun 2019 lalu itu berjudul Universitas Jember Butuh e-Sports, Mohon Pak Hasan Bantu Kami Mewujudkan dengan hashtag #UnejButuhESports. Petisi tersebut diunggah oleh kawan-kawan Unej Game, kelompok mahasiswa yang menggandrungi dunia gamers e-sports.

Petisi tersebut mengajak mahasiswa untuk mendukung berdirinya UKM eSports di Universitas Jember. Selain itu, mereka ingin adanya gelaran Rektor Cup setiap tahunnya, dan menjadi ajang bertemunya mahasiswa Unej yang mencintai dunia game online. Selain itu, mereka juga siap membentuk beberapa divisi e-sports di Unej. Divisi-divisi itu meliputi divisi game mulai dari PUBG Mobile, Point Blank, Dota 2, Free Fire, Mobile Legend, Garena AOV, dan CS:GO.

Akhirnya, petisi tersebut didukung sebanyak 2.082 orang. Moh Hasan yang kala itu masih menjabat sebagai Rektor Universitas Jember pun akhirnya juga memberikan lampu hijau atas berdirinya UKM baru ini, yakni UKM eSports Unej. Tepatnya Januari lalu, UKM ini terbentuk.

Menurut Wakil Ketua UKM eSports Unej Agung Rizky Bagaswara, setelah mendapat pengesahan dari kampus, pihaknya langsung melakukan perekrutan anggota. Agenda tersebut langsung disambut antusias oleh calon anggota. Sebab, tak dimungkiri di kalangan mahasiswa, bermain game online sudah menjadi kegiatan yang wajar, untuk sekadar melepas penat perkuliahan ataupun sebagai hobi mereka.

“Kami berawal dari keresahan dan minat yang sama. Ingin ada wadah resmi di universitas. Berawal dari petisi yang cukup ramai, hingga kami melakukan open recruitment,” tutur Agung, yang merupakan mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Unej angkatan 2017 ini.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bermula dari petisi yang diunggah di situs change.org, sekelompok mahasiswa Universitas Jember menginginkan adanya Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) eSports. Hal ini tentu berkaitan dengan perkembangan zaman e-sports atau olahraga elektronik yang semakin menjamur, serta sudah menjadi cabang olahraga resmi yang dipertandingkan dalam kejuaraan internasional.

Petisi yang diunggah tahun 2019 lalu itu berjudul Universitas Jember Butuh e-Sports, Mohon Pak Hasan Bantu Kami Mewujudkan dengan hashtag #UnejButuhESports. Petisi tersebut diunggah oleh kawan-kawan Unej Game, kelompok mahasiswa yang menggandrungi dunia gamers e-sports.

Petisi tersebut mengajak mahasiswa untuk mendukung berdirinya UKM eSports di Universitas Jember. Selain itu, mereka ingin adanya gelaran Rektor Cup setiap tahunnya, dan menjadi ajang bertemunya mahasiswa Unej yang mencintai dunia game online. Selain itu, mereka juga siap membentuk beberapa divisi e-sports di Unej. Divisi-divisi itu meliputi divisi game mulai dari PUBG Mobile, Point Blank, Dota 2, Free Fire, Mobile Legend, Garena AOV, dan CS:GO.

Akhirnya, petisi tersebut didukung sebanyak 2.082 orang. Moh Hasan yang kala itu masih menjabat sebagai Rektor Universitas Jember pun akhirnya juga memberikan lampu hijau atas berdirinya UKM baru ini, yakni UKM eSports Unej. Tepatnya Januari lalu, UKM ini terbentuk.

Menurut Wakil Ketua UKM eSports Unej Agung Rizky Bagaswara, setelah mendapat pengesahan dari kampus, pihaknya langsung melakukan perekrutan anggota. Agenda tersebut langsung disambut antusias oleh calon anggota. Sebab, tak dimungkiri di kalangan mahasiswa, bermain game online sudah menjadi kegiatan yang wajar, untuk sekadar melepas penat perkuliahan ataupun sebagai hobi mereka.

“Kami berawal dari keresahan dan minat yang sama. Ingin ada wadah resmi di universitas. Berawal dari petisi yang cukup ramai, hingga kami melakukan open recruitment,” tutur Agung, yang merupakan mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Unej angkatan 2017 ini.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/