alexametrics
29.5 C
Jember
Wednesday, 5 October 2022

Orang Desa Bisa Rezeki Kota

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – TANGGAL 17 Agustus merupakan momen Hari Kemerdekaan yang harus dirayakan dan selalu diingat. Tak lupa, zaman sekarang banyak sekali pengusaha muda yang sudah mengembangkan bisnisnya sejak usianya masih di bawah 30 tahun. Salah satu produk yang saat ini digandrungi masyarakat yaitu produk keripik pisang.

Tonjolkan Kreativitas di Dunia Digital

Owner keripik pisang Musae Chips, Fathurrahman, menjelaskan, bahwa usahanya itu berdiri sejak tahun 2019. “Persiapan bisnisnya mulai tahun 2018. Mulai dari riset market, develop produk, dan lain-lain, baru launching bulan Februari 2019 karena menunggu semuanya siap,” ujarnya. Berawal dari ide yang dibuat di kos-kosan bersama teman, tercetuslah produk keripik pisang oven Musae Chips. Nama keripik Musae berasal dari bahasa latin pisang, yaitu musaceae, yang kemudian lebih dipermudah penamaannya menjadi Musae. Karena prinsip membuat nama produk salah satunya mudah diucapkan.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Awal berpikir membuat keripik pisang berawal dari riset produk yang menargetkan segmen milenial. Seperti camilan keripik pisang yang beraneka varian rasa seperti cokelat, susu, dan lain-lain,” ujarnya. Pria berusia 28 tahun tersebut sudah riset beberapa produk camilan yang banyak disukai dan pastinya tahan lama. Tercetuslah produk keripik pisang yang diproduksi itu. Produk keripik pisang oven Musae Chips bisa tahan sampai satu tahun.

Varian rasa yang best seller yaitu rasa cokelat. Sebab, kalangan milenial saat ini lebih menyukai rasa cokelat. “Keripik pisang oven Musae Chips juga sudah beredar pada beberapa toko di Jember dan juga sudah masuk di Indomaret. Juga sudah ada di lebih dari 100 reseller,” katanya. Menurut dia, salah satu kendalanya yaitu ditolak untuk memasarkan produk ke salah satu minimarket modern. Namun, itu semua tidak menjadikan pria berusia 28 tahun tersebut putus asa.

Indomaret sendiri menawarkan ke Fathurrahman agar produknya bisa masuk ke toko tersebut. Sejak itulah penjualan produk keripik pisang oven Musae Chips meningkat. “Omzet penjualannya sendiri sudah sampai jutaan rupiah, dan alhamdulillah cukup untuk modal membuat keripik pisang oven Musae Chips,” katanya. Keripik pisang oven Musae Chips terbuat dari bahan-bahan yang berkualitas dan proses penggorengannya sedikit minyak, kemudian dioven.

“Dan juga keripik pisang oven Musae Chips rendah lemak, sehingga cocok untuk yang lagi diet,” katanya. Alumnus Polije itu menjelaskan jika penjualan dan prinsip distribusinya akan diperkuat di area sendiri. “Sebab, jika produk keripik pisang oven ini sudah dikenal di Jember, pastinya untuk memasarkan ke luar kota lebih enak dan juga lebih dikenal,” katanya.

Harapan ke depannya untuk produk keripik oven Musae Chips yaitu go national. “Karena kami ingin berbeda dari produk-produk lainnya yang ingin go international, namun kami ingin go national yang dikenal di Indonesia terlebih dahulu,” katanya.

Pesannya dalam Kemerdekaan Indonesia yaitu jadi warga Indonesia yang merdeka dari pikiran dan tindakan. Harus mempunyai semangat dan nilai juang. Dia pun meyakini bahwa rezeki orang desa akan bisa menyamai orang-orang sukses yang tinggal di kota. “Orang sukses tidak hanya dari orang kota saja. Namun, orang desa juga bisa sukses dengan caranya sendiri, karena semua orang punya kesempatan masing-masing untuk bisa sukses dengan diniati usaha dan doa,” katanya.

Jurnalis: mg1
Fotografer: DWI AYU WULANDARI/RADAR JEMBER
Editor: Nur Hariri

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – TANGGAL 17 Agustus merupakan momen Hari Kemerdekaan yang harus dirayakan dan selalu diingat. Tak lupa, zaman sekarang banyak sekali pengusaha muda yang sudah mengembangkan bisnisnya sejak usianya masih di bawah 30 tahun. Salah satu produk yang saat ini digandrungi masyarakat yaitu produk keripik pisang.

Tonjolkan Kreativitas di Dunia Digital

Owner keripik pisang Musae Chips, Fathurrahman, menjelaskan, bahwa usahanya itu berdiri sejak tahun 2019. “Persiapan bisnisnya mulai tahun 2018. Mulai dari riset market, develop produk, dan lain-lain, baru launching bulan Februari 2019 karena menunggu semuanya siap,” ujarnya. Berawal dari ide yang dibuat di kos-kosan bersama teman, tercetuslah produk keripik pisang oven Musae Chips. Nama keripik Musae berasal dari bahasa latin pisang, yaitu musaceae, yang kemudian lebih dipermudah penamaannya menjadi Musae. Karena prinsip membuat nama produk salah satunya mudah diucapkan.

“Awal berpikir membuat keripik pisang berawal dari riset produk yang menargetkan segmen milenial. Seperti camilan keripik pisang yang beraneka varian rasa seperti cokelat, susu, dan lain-lain,” ujarnya. Pria berusia 28 tahun tersebut sudah riset beberapa produk camilan yang banyak disukai dan pastinya tahan lama. Tercetuslah produk keripik pisang yang diproduksi itu. Produk keripik pisang oven Musae Chips bisa tahan sampai satu tahun.

Varian rasa yang best seller yaitu rasa cokelat. Sebab, kalangan milenial saat ini lebih menyukai rasa cokelat. “Keripik pisang oven Musae Chips juga sudah beredar pada beberapa toko di Jember dan juga sudah masuk di Indomaret. Juga sudah ada di lebih dari 100 reseller,” katanya. Menurut dia, salah satu kendalanya yaitu ditolak untuk memasarkan produk ke salah satu minimarket modern. Namun, itu semua tidak menjadikan pria berusia 28 tahun tersebut putus asa.

Indomaret sendiri menawarkan ke Fathurrahman agar produknya bisa masuk ke toko tersebut. Sejak itulah penjualan produk keripik pisang oven Musae Chips meningkat. “Omzet penjualannya sendiri sudah sampai jutaan rupiah, dan alhamdulillah cukup untuk modal membuat keripik pisang oven Musae Chips,” katanya. Keripik pisang oven Musae Chips terbuat dari bahan-bahan yang berkualitas dan proses penggorengannya sedikit minyak, kemudian dioven.

“Dan juga keripik pisang oven Musae Chips rendah lemak, sehingga cocok untuk yang lagi diet,” katanya. Alumnus Polije itu menjelaskan jika penjualan dan prinsip distribusinya akan diperkuat di area sendiri. “Sebab, jika produk keripik pisang oven ini sudah dikenal di Jember, pastinya untuk memasarkan ke luar kota lebih enak dan juga lebih dikenal,” katanya.

Harapan ke depannya untuk produk keripik oven Musae Chips yaitu go national. “Karena kami ingin berbeda dari produk-produk lainnya yang ingin go international, namun kami ingin go national yang dikenal di Indonesia terlebih dahulu,” katanya.

Pesannya dalam Kemerdekaan Indonesia yaitu jadi warga Indonesia yang merdeka dari pikiran dan tindakan. Harus mempunyai semangat dan nilai juang. Dia pun meyakini bahwa rezeki orang desa akan bisa menyamai orang-orang sukses yang tinggal di kota. “Orang sukses tidak hanya dari orang kota saja. Namun, orang desa juga bisa sukses dengan caranya sendiri, karena semua orang punya kesempatan masing-masing untuk bisa sukses dengan diniati usaha dan doa,” katanya.

Jurnalis: mg1
Fotografer: DWI AYU WULANDARI/RADAR JEMBER
Editor: Nur Hariri

JEMBER, RADARJEMBER.ID – TANGGAL 17 Agustus merupakan momen Hari Kemerdekaan yang harus dirayakan dan selalu diingat. Tak lupa, zaman sekarang banyak sekali pengusaha muda yang sudah mengembangkan bisnisnya sejak usianya masih di bawah 30 tahun. Salah satu produk yang saat ini digandrungi masyarakat yaitu produk keripik pisang.

Tonjolkan Kreativitas di Dunia Digital

Owner keripik pisang Musae Chips, Fathurrahman, menjelaskan, bahwa usahanya itu berdiri sejak tahun 2019. “Persiapan bisnisnya mulai tahun 2018. Mulai dari riset market, develop produk, dan lain-lain, baru launching bulan Februari 2019 karena menunggu semuanya siap,” ujarnya. Berawal dari ide yang dibuat di kos-kosan bersama teman, tercetuslah produk keripik pisang oven Musae Chips. Nama keripik Musae berasal dari bahasa latin pisang, yaitu musaceae, yang kemudian lebih dipermudah penamaannya menjadi Musae. Karena prinsip membuat nama produk salah satunya mudah diucapkan.

“Awal berpikir membuat keripik pisang berawal dari riset produk yang menargetkan segmen milenial. Seperti camilan keripik pisang yang beraneka varian rasa seperti cokelat, susu, dan lain-lain,” ujarnya. Pria berusia 28 tahun tersebut sudah riset beberapa produk camilan yang banyak disukai dan pastinya tahan lama. Tercetuslah produk keripik pisang yang diproduksi itu. Produk keripik pisang oven Musae Chips bisa tahan sampai satu tahun.

Varian rasa yang best seller yaitu rasa cokelat. Sebab, kalangan milenial saat ini lebih menyukai rasa cokelat. “Keripik pisang oven Musae Chips juga sudah beredar pada beberapa toko di Jember dan juga sudah masuk di Indomaret. Juga sudah ada di lebih dari 100 reseller,” katanya. Menurut dia, salah satu kendalanya yaitu ditolak untuk memasarkan produk ke salah satu minimarket modern. Namun, itu semua tidak menjadikan pria berusia 28 tahun tersebut putus asa.

Indomaret sendiri menawarkan ke Fathurrahman agar produknya bisa masuk ke toko tersebut. Sejak itulah penjualan produk keripik pisang oven Musae Chips meningkat. “Omzet penjualannya sendiri sudah sampai jutaan rupiah, dan alhamdulillah cukup untuk modal membuat keripik pisang oven Musae Chips,” katanya. Keripik pisang oven Musae Chips terbuat dari bahan-bahan yang berkualitas dan proses penggorengannya sedikit minyak, kemudian dioven.

“Dan juga keripik pisang oven Musae Chips rendah lemak, sehingga cocok untuk yang lagi diet,” katanya. Alumnus Polije itu menjelaskan jika penjualan dan prinsip distribusinya akan diperkuat di area sendiri. “Sebab, jika produk keripik pisang oven ini sudah dikenal di Jember, pastinya untuk memasarkan ke luar kota lebih enak dan juga lebih dikenal,” katanya.

Harapan ke depannya untuk produk keripik oven Musae Chips yaitu go national. “Karena kami ingin berbeda dari produk-produk lainnya yang ingin go international, namun kami ingin go national yang dikenal di Indonesia terlebih dahulu,” katanya.

Pesannya dalam Kemerdekaan Indonesia yaitu jadi warga Indonesia yang merdeka dari pikiran dan tindakan. Harus mempunyai semangat dan nilai juang. Dia pun meyakini bahwa rezeki orang desa akan bisa menyamai orang-orang sukses yang tinggal di kota. “Orang sukses tidak hanya dari orang kota saja. Namun, orang desa juga bisa sukses dengan caranya sendiri, karena semua orang punya kesempatan masing-masing untuk bisa sukses dengan diniati usaha dan doa,” katanya.

Jurnalis: mg1
Fotografer: DWI AYU WULANDARI/RADAR JEMBER
Editor: Nur Hariri

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/